BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam beberapa waktu terakhir, warga dan pengguna jalan di ruas Petanahan–Puring mengungkapkan kekecewaan mereka terkait kerusakan jalan yang belum juga diperbaiki oleh pemerintah. Kerusakan ini telah berlangsung cukup lama dan semakin memprihatinkan.
“Iya ini memang sebagian jalan ada yang rusak dan sudah cukup lama. Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan,” ujar Waridan, seorang warga berusia 52 tahun, saat ditemui pada Senin, 14 April.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kerusakan jalan cukup parah, terutama di wilayah Desa Purwoharjo hingga Kedalemankulon.
Di sepanjang jalur ini terdapat banyak lubang dengan diameter berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter. Bahkan, kedalaman lubang-lubang tersebut mencapai sekitar 8 sentimeter.
Kondisi ini tentu saja sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas.
Dalam upaya untuk mencegah kecelakaan yang lebih fatal, warga setempat mengambil inisiatif dengan memasang tanda darurat.
Mereka menggunakan berbagai bahan sederhana seperti ranting pohon, batang pisang, hingga kursi untuk menandai lokasi-lokasi berbahaya tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian warga terhadap keselamatan sesama pengguna jalan.
Yogi, seorang pengguna jalan berusia 29 tahun, juga menyampaikan keluhannya mengenai kondisi jalan tersebut.
Ia menekankan betapa pentingnya jalur ini sebagai akses ekonomi dan wisata bagi masyarakat sekitar.
“Selain menjadi jalur utama bagi warga, ruas ini juga merupakan akses menuju objek wisata Pantai Suwuk yang terletak di Kecamatan Puring,” jelasnya.
Jalur ini juga berfungsi sebagai alternatif penghubung antara Kebumen dengan Banyumas dan Yogyakarta.
Yogi berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan meski tidak harus secara menyeluruh.
“Kalaupun tidak diperbaiki secara menyeluruh, mudah-mudahan jalur ini dilakukan pemeliharaan seperti misalnya dengan ditambal. Biar warga dan pengguna jalan dapat lebih nyaman saat melintas jalur ini,” tambahnya.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam menangani masalah infrastruktur.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap pada tahun anggaran 2026 hingga 2027 mendatang.
“Bagi yang belum bisa tertangani sekarang kami harap bersabar,” ujarnya dengan nada penuh harapan.
Dalam konteks lebih luas, kerusakan jalan seperti yang terjadi di ruas Petanahan–Puring bukanlah masalah baru.
Berbagai daerah di Indonesia mengalami hal serupa, di mana infrastruktur transportasi seringkali kurang mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah setempat.
Keberadaan jalan yang baik sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kondisi infrastruktur yang buruk dapat menyebabkan dampak negatif jangka panjang bagi perekonomian lokal.
Jalan yang rusak tidak hanya menghambat aksesibilitas tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengendara dan pejalan kaki.
Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi semua pihak agar segera ditindaklanjuti demi keselamatan bersama.
Dari sisi pemerintahan, perencanaan anggaran untuk perbaikan infrastruktur seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap tahun anggaran baru.
Masyarakat sangat mengharapkan agar alokasi dana untuk perbaikan jalan seperti ruas Petanahan–Puring dapat tersedia tepat waktu dan sesuai kebutuhan lapangan.
Di samping itu, partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas umum juga merupakan hal yang sangat penting.
Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam merawat infrastruktur yang ada, diharapkan kerusakan jalan dapat diminimalisir serta keselamatan pengguna jalan dapat terjaga dengan baik. (cah/stch/dda)
















