Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Apple Siapkan Kamera Aperture Variabel untuk iPhone 18 Pro, Hasil Foto Bakal Lebih Profesional
Dari 347 Peserta Sertifikasi Tahfidz Banyumas, Sebanyak 90 Anak Harus Remidial

Dari 347 Peserta Sertifikasi Tahfidz Banyumas, Sebanyak 90 Anak Harus Remidial

90 Peserta Tahfidz Remidial90 Peserta Tahfidz Remidial
MEMANTAU: Kasi PAIS, H. Naufal Iskandar, S.HI ikut memantau berjalannya ujian sertifikasi tahfidz di Sekretariat FKUB Kantor Kemenag Banyumas

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pelaksanaan akselerasi sertifikasi tahfidz di Kabupaten Banyumas telah berlangsung dengan ketat dan penuh tantangan, bukan sekadar seremoni belaka.

Dari total 347 peserta yang mengikuti ujian hafalan Al-Quran, sebanyak 90 anak dinyatakan harus menjalani remidial atau mengulang ujian.

Partisipasi dalam sertifikasi ini melibatkan berbagai jenjang pendidikan, di antaranya 15 murid Madrasah Ibtidaiyah (MI), 5 murid Sekolah Dasar (SD), 159 murid Madrasah Tsanawiyah (MTs), 30 murid Sekolah Menengah Pertama (SMP), 112 murid Madrasah Aliyah (MA), dan 26 murid Sekolah Menengah Atas (SMA).

Seluruh peserta diuji langsung kemampuan hafalannya sesuai jenjang masing-masing di hadapan tim penguji.

Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Banyumas, Dr. H. M Wahyu Fauzi Aziz, SH, M.Si mengungkapkan bahwa sertifikasi tahfidz yang digelar bulan lalu dilakukan dengan serius dan profesional.

Panitia dan penguji benar-benar mengetes hafalan setiap peserta sebelum menentukan kelulusan serta penerbitan sertifikat tahfidz.

“Dapat tidaknya peserta diberikan sertifikat tahfidz murni dari hafalannya di depan penguji,” tegasnya.

Fauzi menjelaskan bahwa sekitar 90 peserta harus menjalani remidial dari total lebih dari 300 peserta yang mengikuti sertifikasi.

Ia menambahkan bahwa faktor terbesar yang menyebabkan peserta belum lulus tidak hanya terletak pada kemampuan hafalan mereka, tetapi juga berkaitan dengan aspek mental dan kepercayaan diri saat menghadapi penguji.

“Ada sekitar 90 peserta remidial dari 300 lebih anak yang mengikuti sertifikasi tahfidz,” ungkapnya.

Salah satu hal penting yang ditekankan oleh Fauzi adalah perbedaan tekanan saat ujian hafalan di depan penguji dibandingkan saat mereka mengulang hafalan bersama pembimbing.

Banyak peserta yang sebenarnya sudah menguasai hafalan, namun gagal menyampaikan dengan baik karena gugup saat ujian berlangsung.

“Bisa karena gugup atau kurang percaya diri, hafalan yang sudah diluar kepala justru tidak tersampaikan dengan baik di depan penguji,” jelasnya.

Meski demikian, Fauzi tetap memberikan semangat kepada peserta yang belum berhasil lulus pada tahap pertama tersebut.

Ia meminta para peserta remidial untuk tidak berkecil hati dan tetap melanjutkan proses menghafal Al-Quran.

“Selamat kepada yang sudah lulus sertifikasi. Tetap semangat bagi yang mengulang,” pesan dia dengan penuh harapan.

Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Dr. H. Ibnu Asaddudin, S.Ag, M.Pd juga turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam sertifikasi tahfidz tersebut.

Menurutnya, menghafal Al-Quran merupakan sebuah pencapaian yang tidak mudah sehingga seluruh peserta layak mendapatkan penghargaan atas usaha serta dedikasi mereka.

Ia menilai bahwa tahfidz bukan hanya sekadar kemampuan menghafal, tetapi juga bagian dari seni dalam mempelajari Al-Quran.

“Oleh karena itu, proses pembelajaran dan keberanian mengikuti ujian menjadi hal penting yang patut diapresiasi,” pungkasnya dalam pernyataan penuh semangat tersebut.

Ujian ini dilakukan di Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kantor Kemenag Banyumas dan menciptakan suasana kompetitif namun tetap mendukung bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menghafal Al-Quran.

Setiap tahun, pelaksanaan ujian sertifikasi tahfidz semakin menarik perhatian masyarakat dan melibatkan lebih banyak siswa dari berbagai latar belakang pendidikan.

Hal ini menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya pendidikan agama serta penguasaan Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Muslim.

Keberadaan program sertifikasi tahfidz ini memiliki tujuan mulia untuk mendorong generasi muda agar lebih dekat dengan ajaran agama Islam melalui cara belajar yang efektif dan menyenangkan.

Dengan adanya pengujian formal seperti ini, diharapkan siswa dapat lebih termotivasi untuk memperdalam pengetahuan serta memahami isi Al-Quran secara lebih baik lagi. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Apple Siapkan Upgrade Kamera iPhone 18 Pro

Apple Siapkan Kamera Aperture Variabel untuk iPhone 18 Pro, Hasil Foto Bakal Lebih Profesional