Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ipsos Berikan Alasan Masyarakat Indonesia Lebih Memilih Transaksi Secara Digital

Kemudahan bertransaksiKemudahan bertransaksi

BANYUMASEKSPRES.ID, Transformasi layanan keuangan digital di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang pesat. Kemajuan digital membuat gaya bertransaksi mengutamakan kepraktisan dalam satu genggaman.

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat semakin terbiasa melakukan berbagai aktivitas keuangan secara online, mulai dari transfer dana, pembayaran tagihan, hingga transaksi menggunakan QRIS.

Tren tersebut turut mendorong persaingan antarbank digital untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, praktis, dan terintegrasi.

Salah satu temuan menarik mengenai perilaku pengguna layanan perbankan digital terungkap melalui survei yang dilakukan Ipsos Indonesia pada April 2026.

Meski hasil survei tersebut telah dipublikasikan beberapa minggu lalu, temuannya masih relevan untuk menggambarkan preferensi masyarakat dalam memilih platform keuangan digital saat ini.

Riset bertajuk Persepsi dan Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Bank Digital di Indonesia menunjukkan faktor kecepatan dan kemudahan transaksi menjadi alasan utama masyarakat.

Kemudahan Bertransaksi Digital

Pengguna kini tidak hanya mencari tempat menyimpan dana, tetapi juga menginginkan pengalaman transaksi yang efisien dan mendukung kebutuhan sehari-hari.

Perubahan perilaku konsumen ini menunjukkan bahwa persaingan bank digital tidak lagi hanya berfokus pada suku bunga atau promo semata.

Kemampuan menyediakan ekosistem digital yang lengkap kini menjadi nilai tambah yang semakin diperhitungkan oleh pengguna.

Selain itu, terdapat platform streaming berikan bonus saldo ke berbagai dompet digital. Berikan kemudahan dalam menambahkan saldo di dompet anda.

Kemudahan Transaksi Menjadi Prioritas Pengguna

Berdasarkan hasil survei Ipsos Indonesia, mayoritas responden menempatkan kemudahan penggunaan sebagai faktor paling penting dalam memilih layanan bank digital.

Sebanyak 71 persen responden mengaku mempertimbangkan aspek tersebut sebelum menggunakan suatu platform perbankan digital.

Kemudahan yang dimaksud mencakup proses transaksi yang cepat, antarmuka aplikasi yang mudah dipahami, serta akses yang praktis untuk berbagai kebutuhan keuangan.

Pengguna menginginkan layanan yang dapat membantu aktivitas sehari-hari tanpa harus melalui proses yang rumit.

Selain kemudahan penggunaan, sebanyak 66 persen responden juga menilai kelengkapan fitur menjadi faktor penting lainnya.

Fitur seperti pembayaran QRIS, transfer antarbank, pembelian produk digital, hingga pembayaran berbagai tagihan menjadi kebutuhan yang semakin dicari oleh masyarakat modern.

Perubahan Perilaku Konsumen di Era Digital

Hasil survei tersebut juga menunjukkan adanya perubahan pola pikir pengguna layanan keuangan digital.

Konsumen kini semakin selektif dalam menentukan platform yang digunakan untuk mendukung aktivitas finansial mereka.

Tidak hanya sekadar menyediakan layanan perbankan dasar, pengguna kini mengharapkan adanya integrasi yang mampu menghubungkan berbagai kebutuhan transaksi dalam satu aplikasi.

Semakin lengkap layanan yang tersedia, semakin besar peluang sebuah bank digital untuk mempertahankan loyalitas pengguna.

Kondisi ini menjadi bukti bahwa kenyamanan dan efisiensi telah menjadi faktor utama dalam persaingan industri keuangan digital.

Masyarakat menginginkan solusi yang dapat mempermudah berbagai aktivitas tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi.

Integrasi Ekosistem Digital Semakin Penting

Salah satu aspek yang semakin mendapat perhatian pengguna adalah kemampuan bank digital dalam terhubung dengan berbagai layanan digital lainnya.

Integrasi ini dinilai mampu memberikan pengalaman transaksi yang lebih lancar dan efisien.

Aktivitas seperti pengisian saldo dompet digital, pembayaran belanja online, hingga transaksi menggunakan QRIS menjadi layanan yang paling sering dimanfaatkan oleh pengguna.

Karena itu, bank digital yang mampu menghadirkan konektivitas luas dengan berbagai platform memiliki peluang lebih besar untuk menarik minat masyarakat.

Kemampuan menghubungkan berbagai layanan dalam satu aplikasi juga membantu pengguna menghemat waktu sekaligus meningkatkan kenyamanan saat bertransaksi.

Faktor inilah yang menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian pengguna terhadap kualitas sebuah bank digital.

SeaBank dan Bank Digital Lainnya Raih Penilaian Positif

Dalam survei tersebut, SeaBank menjadi salah satu platform yang memperoleh penilaian tinggi dalam kategori kenyamanan transaksi harian.

Sebanyak 52 persen responden menilai SeaBank unggul dalam mendukung kebutuhan transaksi sehari-hari. Di belakangnya terdapat Bank Jago dengan perolehan 50 persen, diikuti Neobank sebesar 49 persen.

Sementara itu, Allo Bank dan Superbank juga memperoleh apresiasi dari pengguna dengan tingkat penilaian masing-masing 40 persen dan 39 persen.

Pada kategori integrasi ekosistem digital, SeaBank kembali mencatatkan performa yang kuat.

Dukungan terhadap aktivitas belanja online dan pengisian saldo dompet digital menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisinya di mata pengguna.

Pertumbuhan Transaksi Digital Terus Meningkat

Temuan Ipsos juga sejalan dengan data yang dirilis Bank Indonesia mengenai perkembangan transaksi pembayaran digital di tanah air.

Volume transaksi digital tercatat terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pengguna layanan keuangan berbasis teknologi.

Salah satu indikator yang menunjukkan tren positif tersebut adalah pertumbuhan penggunaan QRIS yang terus mengalami peningkatan signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan metode pembayaran digital yang cepat, aman, dan praktis untuk berbagai kebutuhan transaksi.

Meskipun survei ini telah dirilis beberapa minggu lalu, hasilnya masih memberikan gambaran yang relevan mengenai tren penggunaan bank digital di Indonesia.

Kecepatan transaksi, kemudahan penggunaan, dan kelengkapan fitur menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan pengguna dalam memilih layanan perbankan digital.

Di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi digital, bank digital yang mampu menghadirkan pengalaman pengguna yang sederhana, cepat, dan terintegrasi.

Hal inilah banyak diperkirakan akan terus menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya. (*/nds)

Berita Sebelumnya
32 Kebakaran dalam Lima Bulan

32 Kebakaran Terjadi di Banjarnegara Sepanjang 2026, Damkar Perkuat Peran Relawan Redkar

Berita Selanjutnya
Tiga Hari Dicari, Ditemukan Meninggal

Korban Tenggelam di Sungai Kramacenil Cilacap Ditemukan 2,1 Kilometer dari Lokasi Awal