BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) berencana untuk melakukan revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Semampir pada tahun ini.
Proyek revitalisasi ini diproyeksikan akan menelan anggaran antara Rp 150 juta hingga Rp 200 juta.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPKPLH Banjarnegara, Yelly Harmoko, menjelaskan bahwa saat ini belum ada penambahan RTH baru yang direncanakan.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah pada peningkatan kualitas serta pengelolaan RTH yang sudah ada.
“Penambahan tahun ini belum ada. Sementara kami fokus pada RTH yang sudah eksisting, terutama peningkatan fungsi ruang terbuka hijau sebagai sarana program kampung iklim (Proklim) dan ruang interaksi masyarakat,” jelas Yelly.
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Banjarnegara, terutama dalam konteks penyediaan ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di antara empat RTH yang ada di Kabupaten Banjarnegara, RTH Semampir menjadi prioritas utama dalam rencana revitalisasi ini.
Hal ini disebabkan oleh statusnya sebagai taman terbesar yang dimiliki daerah serta sebagai tindak lanjut dari arahan Bupati Banjarnegara untuk meningkatkan kualitas kawasan tersebut.
Yelly menambahkan bahwa RTH Semampir memiliki potensi besar karena lokasinya yang strategis dan suasananya yang sejuk serta nyaman bagi pengunjung.
Namun, meskipun memiliki banyak keunggulan, pengelolaan fasilitas dan aktivitas di dalam kawasan tersebut masih perlu ditingkatkan agar dapat lebih optimal dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
Saat ini, RTH Semampir sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti amfiteater, panggung pertunjukan seni, serta kolam.
Sayangnya, beberapa fasilitas tersebut mengalami kerusakan dan memerlukan perbaikan.
Salah satu fokus utama dari revitalisasi adalah kolam yang mengalami kerusakan cukup berat akibat amblasnya bagian bawah konstruksinya.
Selain itu, perbaikan juga akan dilakukan pada area amfiteater untuk memastikan bahwa semua fasilitas dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat.
“Yang jelas kolam akan diperbaiki, kemudian amfiteater. Kami juga berencana menambah beberapa sarana permainan edukasi dan area santai untuk keluarga,” ungkap Yelly.
Jika tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan, revitalisasi RTH Semampir ditargetkan dapat direalisasikan tahun ini.
Sementara itu, tiga RTH lainnya di Banjarnegara tetap mendapatkan perhatian serius melalui pemeliharaan rutin agar tetap terjaga kondisinya.
Pemeliharaan mencakup perawatan tanaman, rumput, hingga penambahan jenis pohon baru agar kawasan tetap nyaman dan aman bagi pengunjung.
Yelly juga berharap agar masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar mereka.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama memelihara dan melestarikan lingkungan. Bisa melalui kerja bakti atau bahkan menyumbangkan pohon untuk ditanam di RTH,” pungkasnya.
Harapan ini menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup demi terciptanya ruang terbuka hijau yang berkualitas.
Ruang terbuka hijau sangat penting bagi sebuah kota atau kabupaten karena selain memberikan keindahan visual, juga berfungsi sebagai paru-paru kota yang menyerap polusi udara serta menyediakan tempat rekreasi bagi warga.
Dengan adanya revitalisasi di RTH Semampir, diharapkan masyarakat dapat menikmati suasana yang lebih baik serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk berbagai kegiatan. (far/stch/dda)
















