Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kreatif! Warga Alasmalang Banyumas Sulap Kulit Durian Jadi Suvenir Bernilai Jual

Warga Alasmalang Sulap Kulit Durian Jadi SuvenirWarga Alasmalang Sulap Kulit Durian Jadi Suvenir
KREASI: Tim Lokal Champion Desa Alasmalang sedang memproduksi kriya dari limbah kulit durian berupa boneka dan gantungan kunci di Pendopo Embung

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Limbah kulit durian yang selama ini identik sebagai sampah kini memiliki nilai ekonomi tinggi di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.

Berkat inovasi masyarakat melalui Tim Local Champion Desa Alasmalang, kulit durian berhasil diolah menjadi serat yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan berbagai produk kriya seperti boneka dan gantungan kunci.

Inovasi tersebut tidak hanya membantu mengurangi limbah organik saat musim panen durian, tetapi juga menjadi salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat sektor wisata desa.

Koordinator Local Champion Desa Alasmalang, Roniyah, menjelaskan bahwa pemanfaatan kulit durian merupakan bagian dari program pendampingan yang didukung oleh Pertamina.

Program ini hadir sebagai solusi atas melimpahnya limbah kulit durian yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Serat kulit durian dimanfaatkan sebagai isian gantungan kunci dan boneka. Agar hasilnya tetap empuk dan nyaman digunakan, serat tersebut dicampur dengan dakron,” ujar Roniyah, Jumat (10/7).

Menurutnya, penggunaan dakron bertujuan menjaga kualitas produk. Jika hanya menggunakan serat kulit durian, isian boneka akan terasa lebih padat dan berat sehingga kurang nyaman ketika dijadikan souvenir.

Proses pengolahan dilakukan melalui beberapa tahapan. Kulit durian yang telah dikeringkan diproses menjadi serat, kemudian dicampur dengan dakron sebelum dimasukkan ke dalam boneka maupun gantungan kunci berbentuk buah durian dengan desain karakter yang menarik.

Produk-produk tersebut memiliki tampilan unik dan menggemaskan sehingga mampu menarik perhatian wisatawan yang datang ke Desa Alasmalang.

Seluruh proses produksi dilakukan secara gotong royong oleh anggota Tim Local Champion.

Mulai dari mengolah serat kulit durian, memotong kain, menjahit, mengisi boneka, hingga memasang gantungan dan label produk dikerjakan bersama-sama.

“Kami membuat boneka dan gantungan kunci ini sebagai souvenir khas untuk mendukung pengembangan wisata Desa Alasmalang,” jelas Roniyah.

Kegiatan produksi dipusatkan di Pendopo Embung Alasmalang yang juga menjadi lokasi wisata edukasi bagi para pengunjung.

Wisatawan dapat melihat langsung proses pembuatan produk kreatif berbahan limbah organik tersebut.

Menurut Roniyah, sejumlah hasil produksi bahkan telah berhasil dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Desa Alasmalang.

Salah satunya rombongan wisatawan asal Kroya, Kabupaten Cilacap, yang membeli boneka dan gantungan kunci saat berkunjung menggunakan kendaraan wisata odong-odong.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk berbahan limbah memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan apabila dikemas secara kreatif dan memiliki ciri khas daerah.

Selain memberikan nilai tambah terhadap limbah organik, inovasi ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Warga dapat memperoleh tambahan pendapatan melalui produksi souvenir yang dipasarkan kepada wisatawan maupun konsumen dari luar daerah.

Program ini sekaligus menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa, yakni mengubah limbah yang sebelumnya tidak bernilai menjadi produk bernilai jual tinggi.

Pemanfaatan kulit durian juga memberikan manfaat bagi lingkungan karena mampu mengurangi volume sampah organik yang biasanya meningkat selama musim panen durian.

Dengan adanya inovasi tersebut, Desa Alasmalang tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil durian, tetapi juga sebagai desa yang mampu mengolah limbah menjadi produk ekonomi kreatif.

Ke depan, Tim Local Champion berharap variasi produk berbahan serat kulit durian dapat terus dikembangkan sehingga memiliki daya saing yang lebih luas di pasar oleh-oleh dan UMKM.

Melalui kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, dan dukungan program pendampingan Pertamina, limbah kulit durian kini menjadi simbol kreativitas sekaligus sumber ekonomi baru yang mendukung perkembangan wisata Desa Alasmalang, Kabupaten Banyumas. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Fenomena "Debu Setan" Muncul di Bromo

Fenomena Dust Devil Kembali Muncul di Bromo, Begini Proses Terbentuknya

Berita Selanjutnya
Akun Instagram Diretas

Instagram Mutia Ayu Diretas, Akun 1 Juta Followers Hilang