BANYUMASEKSPRES.ID, Gerakan Ayah Mengantar Anak akan kembali dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru. Program ini mengajak para ayah mendampingi anak saat berangkat ke sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan pengasuhan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat peran ayah dalam keluarga. Kehadiran ayah di momen penting ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan menambah semangat anak saat memulai kegiatan belajar.
Gerakan ini tidak hanya ditujukan bagi ayah kandung, tetapi juga wali laki-laki yang bertanggung jawab atas pendidikan anak. Pemerintah menilai keterlibatan sosok ayah sangat penting dalam membangun karakter dan perkembangan emosional anak.
Pelaksanaan program didukung berbagai pemerintah daerah melalui surat edaran kepada instansi dan masyarakat. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Tujuan Gerakan Ayah Mengantar Anak
Program ini bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses tumbuh kembang anak. Pemerintah juga ingin membangun budaya pengasuhan yang dilakukan bersama oleh ayah dan ibu.
Hari pertama sekolah sering menjadi momen yang membuat anak merasa gugup atau cemas. Kehadiran ayah diharapkan membantu anak lebih percaya diri saat memasuki lingkungan belajar yang baru.
Selain memberikan dukungan emosional, program ini mengingatkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab kedua orang tua. Selama ini urusan sekolah lebih banyak dikaitkan dengan peran ibu sehingga keterlibatan ayah perlu terus didorong.
Manfaat bagi Anak
Mengantar anak ke sekolah menjadi kesempatan bagi ayah untuk membangun komunikasi yang lebih dekat. Percakapan sederhana selama perjalanan dapat memberikan motivasi dan semangat kepada anak.
Dukungan dari ayah juga membantu anak merasa lebih tenang saat mengikuti kegiatan belajar. Kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah dapat mengurangi rasa khawatir sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
Anak yang melihat keterlibatan kedua orang tuanya akan memahami pentingnya pendidikan. Kondisi tersebut dapat mendorong semangat belajar sekaligus membentuk sikap disiplin sejak usia dini.
Manfaat bagi Ayah dan Keluarga
Program ini juga memberi manfaat bagi para ayah untuk meluangkan waktu bersama anak. Momen sederhana tersebut dapat mempererat hubungan emosional yang sering terhambat oleh kesibukan pekerjaan.
Selain itu, ayah memiliki kesempatan mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman-teman anak. Hubungan yang baik antara keluarga dan sekolah akan mendukung proses belajar secara lebih optimal.
Pemerintah berharap kebiasaan mendampingi anak tidak hanya dilakukan pada hari pertama sekolah. Keterlibatan ayah diharapkan terus berlanjut dalam berbagai aktivitas pendidikan anak.
Sejumlah pemerintah daerah telah mengajak aparatur sipil negara laki-laki untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan ini. Bahkan, beberapa instansi memberikan penyesuaian jam kerja agar para ayah dapat mengantar anak tanpa mengganggu tugas pelayanan.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga. Melalui kebijakan ini, semakin banyak ayah diharapkan aktif mendampingi proses pendidikan anak.
Gerakan Ayah Mengantar Anak menjadi bagian dari upaya membangun pola pengasuhan yang lebih seimbang. Peran ayah dinilai sama pentingnya dengan ibu dalam mendukung perkembangan anak.
Kehadiran ayah tidak hanya memberi dukungan moral, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter. Nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan rasa percaya diri dapat tumbuh melalui kedekatan tersebut.
Kolaborasi kedua orang tua diyakini mampu menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis. Anak pun memperoleh dukungan emosional dan sosial yang lebih kuat selama menjalani pendidikan.
Gerakan Ayah Mengantar Anak pada 13 Juli 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian ayah terhadap pendidikan anak. Program sederhana ini membawa manfaat besar bagi hubungan keluarga, kesiapan belajar, dan perkembangan karakter anak.
Pemerintah berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata. Keterlibatan ayah diharapkan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan demi mendukung tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. (mdr)














