BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Ketidakpastian kembali menghantui pelaksanaan Liga 4 Nasional 2026 yang hingga kini belum memiliki kepastian jadwal resmi.
Penundaan ini memaksa tim sepak bola lokal, Persibangga Purbalingga, untuk memutar strategi demi menjaga performa tim tetap optimal di tengah kondisi yang tidak menentu.
Manajer Persibangga, Uut Triyas Yanuar, mengungkapkan bahwa perubahan jadwal yang terus-menerus membuat tim harus beradaptasi dengan cepat. Hal ini disampaikan kepada awak media pada Jumat (1/5).
“Dalam situasi seperti ini, kami mengagendakan untuk menggelar beberapa pertandingan uji coba lagi setelah melawan Persak dari Kebumen,” ungkap Uut, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Purbalingga.
Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi tim agar tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh ketidakpastian jadwal kompetisi yang seharusnya sudah dimulai.
Dalam pandangannya, manajemen tim menyadari bahwa tanpa adanya pertandingan resmi, performa pemain bisa mengalami penurunan yang signifikan.
Oleh karena itu, perhatian utama diberikan kepada Andre Putra Wibowo dan rekan-rekannya agar tetap berada dalam kondisi terbaik menjelang kompetisi yang belum jelas ini.
Tim pelatih pun diminta untuk memastikan ritme permainan tidak hilang selama periode penundaan ini.
Penundaan Liga 4 Nasional terjadi setelah rencana kick-off yang semula dijadwalkan pada 10 Mei 2026 kembali diundur tanpa ada kejelasan terbaru mengenai jadwal resmi dari penyelenggara.
Uut menegaskan, “Kami perlu menjaga performa bermain anak-anak. Salah satunya adalah dengan menggelar pertandingan uji coba.”
Ia menambahkan bahwa tim tidak ingin kehilangan momentum karena perubahan jadwal yang terus menerus.
Sebagai langkah nyata dalam menghadapi ketidakpastian ini, Persibangga mulai membidik lawan-lawan dari luar daerah untuk melakukan pertandingan uji coba.
Tim asal Jawa Timur dan Papua yang saat ini menjalani training centre di Pulau Jawa menjadi target utama mereka.
“Kami sedang mencoba berkomunikasi dengan tim asal Jawa Timur untuk diajak uji coba. Jika kesepakatan tercapai, mereka akan kami undang ke Purbalingga untuk menggelar pertandingan,” jelasnya.
Upaya ini dilakukan dengan tujuan menghadirkan lawan berkualitas berbeda dan meningkatkan level permainan tim.
Selain mengadakan pertandingan kandang di Stadion Goentoer Darjono Purbalingga, Persibangga juga merancang laga tandang melawan kontestan Liga 4 Nasional lain dari Jawa Tengah.
Ini bertujuan untuk menguji kesiapan tim dalam menghadapi kompetisi di luar markas mereka.
Di tengah agenda tersebut, Persibangga tetap aktif melaksanakan uji coba melawan tim lokal sebagai bentuk persiapan menyambut kompetisi yang masih belum pasti ini.
Salah satu laga menarik adalah saat menghadapi Forget FC dari Desa Sumampir, Kecamatan Rembang pada Kamis (30/4).
Dalam pertandingan tersebut, Persibangga tampil dominan dan meraih kemenangan telak dengan skor 12-0 setelah unggul 5-0 di babak pertama.
Kemenangan tersebut bukan hanya menjadi indikator kesiapan tim meski dalam situasi tanpa kompetisi resmi tetapi juga mencerminkan kualitas permainan mereka yang tetap terjaga.
Uut menjelaskan lebih lanjut bahwa laga di Sumampir tidak hanya berorientasi teknis saja tetapi juga memiliki tujuan non-teknis.
“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membangun dukungan dari akar rumput,” ujarnya.
Manajemen klub juga memanfaatkan momentum ini untuk meminta doa restu dari masyarakat setempat agar dapat meraih hasil maksimal saat Liga 4 Nasional akhirnya digelar dan mengamankan tiket promosi menuju Liga 3.
Dengan dukungan penuh dari komunitas lokal, harapan untuk mencapai prestasi terbaik semakin besar. (tya/stch/dda)
















