BANYUMASEKSPRES.ID, BANGKOK – Atraksi lion cafe atau kafe singa di Thailand semakin menarik perhatian wisatawan karena menawarkan pengalaman berinteraksi langsung dengan anak singa.
Namun, di balik pengalaman yang dianggap unik tersebut, terdapat risiko keselamatan yang perlu diperhatikan pengunjung.
Risiko itu dialami seorang turis asal China yang mengalami luka setelah digigit anak singa saat berkunjung ke sebuah lion cafe di Phuket, Thailand. Pengalaman tersebut kemudian dibagikan melalui media sosial.
Turis yang identitasnya dirahasiakan itu mengaku baru pertama kali mengunjungi kafe singa.
Ia datang untuk merasakan pengalaman berinteraksi langsung dengan anak singa yang menjadi salah satu atraksi yang ditawarkan tempat tersebut.
Saat melakukan interaksi, seekor anak singa tiba-tiba menggigit lengannya. Gigitan tersebut menyebabkan kulit lengannya mengalami luka.
Kejadian itu membuat turis tersebut langsung melapor kepada staf kafe. Petugas kemudian memberikan penanganan awal dengan membersihkan luka menggunakan yodium.
Pihak kafe juga memberikan penjelasan kepada pengunjung bahwa singa-singa yang berada di lokasi tersebut telah mendapatkan vaksinasi.
Kendati demikian, turis tersebut tetap merasa khawatir dengan kondisi lukanya.
Ia kemudian memutuskan untuk mendapatkan vaksin rabies di rumah sakit dengan menggunakan biaya sendiri.
Setelah menjalani vaksinasi, turis tersebut mengalami demam dan rasa nyeri pada bagian lengan.
Keluhan tersebut disebut merupakan efek samping yang dapat muncul setelah vaksinasi rabies.
Kejadian tersebut sekaligus membuat pengalaman wisata yang semula diharapkan menyenangkan berubah menjadi pengalaman yang mengkhawatirkan.
Kafe singa menjadi salah satu bentuk atraksi wisata yang berkembang di Thailand.
Tempat semacam ini memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk melihat sekaligus berinteraksi secara langsung dengan anak singa.
Interaksi tersebut umumnya dilakukan dalam waktu yang terbatas. Pengunjung dapat bermain atau berfoto bersama anak singa selama sekitar lima menit sebelum membayar tarif sesuai layanan yang dipilih.
Konsep tersebut membuat lion cafe Thailand menarik perhatian wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda selama berlibur.
Dalam beberapa tahun terakhir, kafe singa disebut semakin mudah ditemukan di sejumlah kota tujuan wisata populer.
Beberapa di antaranya berada di Phuket, Chiang Mai, dan Bangkok.
Meski menawarkan pengalaman yang unik, interaksi dengan satwa liar tetap memiliki risiko.
Hewan yang sejak kecil berada dalam lingkungan manusia tetap memiliki naluri alami sebagai satwa liar.
Perilaku hewan juga dapat berubah secara tiba-tiba ketika merasa takut, terancam, terganggu, atau berada dalam kondisi tertentu.
Karena itu, wisatawan yang mengunjungi tempat atraksi satwa perlu memperhatikan instruksi petugas dan tidak mengabaikan aspek keselamatan.
Dalam kasus yang dialami turis asal China tersebut, kekhawatiran terhadap risiko penyakit membuatnya memilih menjalani vaksinasi rabies setelah pulang atau mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Sebelumnya, staf kafe telah menyampaikan bahwa singa-singa di lokasi tersebut telah mendapatkan vaksinasi.
Namun, informasi tersebut tidak membuat turis itu mengabaikan luka akibat gigitan.
Langkah tersebut menunjukkan pentingnya mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gigitan atau cakaran hewan, terutama ketika melibatkan satwa liar.
Jenis penanganan yang dibutuhkan dapat bergantung pada kondisi luka, jenis hewan, riwayat vaksinasi, serta penilaian tenaga medis.
Karena itu, korban gigitan hewan sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari pengelola tempat wisata.
Keberadaan singa sebagai satwa liar juga berkaitan dengan aturan konservasi di Thailand.
Singa termasuk satwa yang berada di bawah pengawasan Undang-Undang Konservasi dan Perlindungan Satwa Liar Thailand.
Pemilik singa diwajibkan memiliki izin untuk memelihara satwa tersebut. Selain itu, hewan juga harus ditempatkan di lokasi yang telah didaftarkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Aturan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan terhadap kepemilikan dan pemeliharaan satwa liar.
Kasus turis yang mengalami gigitan anak singa menjadi pengingat bahwa wisata interaksi satwa liar tidak hanya menawarkan pengalaman unik, tetapi juga mempunyai risiko yang harus dipahami wisatawan.
Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi lion cafe di Thailand, penting untuk memperhatikan aturan keselamatan, mengikuti arahan petugas, serta mempertimbangkan risiko sebelum melakukan kontak langsung dengan satwa.
Pengalaman berfoto atau bermain dengan anak singa memang dapat menjadi kenangan menarik selama berlibur.
Namun, keselamatan pengunjung dan kesejahteraan satwa tetap menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. (*/stch/dda)
















