BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Di tengah tantangan besar dalam mencari lapangan pekerjaan saat ini, para pemuda di Kebumen tidak tinggal diam.
Mereka mengambil langkah proaktif dengan mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan secara gratis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan agar dapat menciptakan peluang usaha sendiri, sehingga dapat menatap masa depan dengan lebih optimis.
Kegiatan pelatihan ini berlangsung di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Indojaya, yang terletak di Desa Aditirto, Kecamatan Pejagoan, Kebumen.
LKP Indojaya telah ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan sebagai lokasi untuk program pelatihan kewirausahaan ini.
Dengan adanya pelatihan ini, para pemuda tidak hanya belajar tentang teori kewirausahaan, tetapi juga praktik langsung dalam menciptakan produk dan layanan.
Salah satu peserta bernama Alfian mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti pelatihan gratis dari pemerintah.
Ia menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan teman-temannya, terutama karena saat ini sulit sekali mendapatkan pekerjaan formal.
“Ingin membuka atau belajar kewirausahaan. Sebelumnya belum pernah. Sudah lulus SMA, tiga tahun,” ujarnya dengan semangat ketika diwawancarai pada Kamis (7/5).
Peserta pelatihan kewirausahaan ini terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak putus sekolah dan pemuda usia produktif yang belum memiliki pekerjaan tetap.
Kasi Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kebumen Suyut Suprayogi menjelaskan bahwa pendidikan vokasi ini dirancang khusus untuk membantu mereka yang berada dalam situasi tersebut.
“Pendidikan vokasi untuk anak-anak yang masih usia produktif jadi setelah tamat SMA tapi belum kerja dan masih nganggur. Diberi kesempatan kemudian untuk mengikuti kegiatan pelatihan wirausaha,” tuturnya.
Program pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang kewirausahaan tetapi juga keterampilan praktis seperti desain grafis dan teknik sablon.
Dalam proses pembelajaran ini, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil agar bisa belajar secara kolaboratif dan saling mendukung satu sama lain.
Pengelola LKP Indojaya Kebumen Yuminah menjelaskan bahwa dari total dana yang dialokasikan untuk pelatihan, sebagian digunakan sebagai modal usaha.
Namun, ada ketentuan khusus terkait bantuan modal usaha tersebut. Yuminah menegaskan bahwa modal tidak akan diberikan dalam bentuk uang tunai melainkan dalam bentuk alat dan bahan baku yang diperlukan untuk memulai usaha mereka.
“15 orang kita bentuk tiga kelompok. Satu kelompok lima orang untuk belajar berwirausaha bersama. Setiap kelompok nanti kita berikan satu unit laptop dan peralatan sablon manual,” jelasnya.
Pendekatan berbasis kelompok ini bertujuan agar para peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis tetapi juga pengalaman kerja sama tim yang sangat penting dalam dunia bisnis nyata.
Dengan dilatih secara langsung oleh instruktur berpengalaman, para pemuda diharap mampu memanfaatkan peluang usaha yang ada di sekitar mereka. (*/stch/dda)
















