BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam sebuah perjalanan panjang yang diwarnai oleh seleksi ketat dan kompetisi yang sangat tinggi, seorang mahasiswa dari Universitas Putra Bangsa (UPB) berhasil mencapai prestasi gemilang dengan terpilih sebagai salah satu kandidat resmi untuk program Google Student Ambassador (GSA) tahun 2026.
Dia adalah Muhammad Pandu Dewanata Yaseh Hidayat, yang saat ini menempuh pendidikan di Program Studi S1 Ilmu Komputer. Pandu Dewanata mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini.
Dalam wawancaranya, dia menjelaskan bahwa proses pemilihan yang dilakukan oleh Google sangat selektif, sehingga bisa dibayangkan betapa banyaknya usaha dan kerja keras yang dibutuhkan untuk mencapai tahap ini.
“Alhamdulillah, setelah melewati rangkaian proses seleksi yang cukup ketat, saya dinyatakan terpilih menjadi salah satu kandidat resmi untuk periode ini,” ujarnya pada hari Senin, 7 Mei.
Program seleksi ini memang mencakup jumlah pendaftar yang luar biasa. Tercatat lebih dari 81.000 mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh dunia mendaftar untuk mengikuti program ini.
Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 2.000 peserta termasuk Pandu yang berhasil melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.
Proses seleksi yang berjenjang ini bertujuan untuk menemukan kandidat terbaik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis tinggi tetapi juga keterampilan kepemimpinan dan inovasi.
Setelah lolos ke tahap kedua, peserta akan kembali disaring menjadi 500 besar untuk naik ke Tier Gemini Rising Star.
Kemudian, mereka akan bersaing lagi untuk mendapatkan posisi di Tier Gemini Achiever dengan hanya 50 peserta yang akan terpilih.
Pada akhirnya, dari semua tahapan tersebut akan diambil sepuluh peserta terbaik yang akan menerima berbagai manfaat dan dukungan dari Google.
Salah satu keuntungan signifikan bagi mahasiswa terpilih adalah dukungan finansial untuk penyelenggaraan acara offline hingga mencapai Rp10.000.000.
Dengan adanya dukungan ini, para kandidat diharapkan dapat mengimplementasikan ide-ide kreatif mereka dalam bidang teknologi dan pendidikan, serta menyebarluaskan pengetahuan kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya.
Pandu berharap bahwa partisipasinya dalam program bergengsi ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi dirinya sendiri tetapi juga dapat memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Saya berharap program ini tidak hanya menjadi ajang pengembangan diri saya, tetapi juga dapat membawa manfaat nyata bagi teman-teman mahasiswa dan institusi,” imbuhnya dengan penuh harapan.
Keberhasilan Muhammad Pandu dalam menembus program Google Student Ambassador bukan sekadar pencapaian individu, tetapi juga merupakan kebanggaan bagi Universitas Putra Bangsa secara keseluruhan.
Prestasi ini menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan dedikasi, mahasiswa Indonesia mampu bersaing di level internasional dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Keberadaan program Google Student Ambassador sendiri merupakan inisiatif dari Google untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di kalangan mahasiswa dengan memberikan pelatihan dan bimbingan langsung dari para ahli industri teknologi.
Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang diperlukan di dunia kerja dan membangun jaringan profesional yang kuat.
Melihat antusiasme dan komitmen yang ditunjukkan oleh Pandu selama proses seleksi, tampaknya dia telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tantangan ke depan.
Pendidikan formal di bidang Ilmu Komputer memberinya landasan yang solid dalam memahami teknologi terkini serta tren industri global.
Ketika ditanya tentang persiapan yang dilakukannya sebelum mengikuti seleksi GSA, Pandu mengungkapkan bahwa ia banyak melakukan riset tentang apa itu Google Student Ambassador dan bagaimana cara memaksimalkan pengalaman tersebut jika terpilih nantinya.
“Saya juga berdiskusi dengan alumni GSA sebelumnya untuk mendapatkan wawasan mengenai apa saja tantangan yang harus dihadapi,” tuturnya.
Selain itu, dia juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kampus dan proyek-proyek teknologi lainnya selama masa studinya.
Keterlibatan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknisnya tetapi juga membentuk karakternya sebagai seorang pemimpin yang mampu bekerja sama dalam tim.
Dengan kecintaannya pada teknologi dan keinginan untuk berbagi pengetahuan kepada orang lain, Pandu berharap bisa menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas jika terpilih sebagai salah satu dari sepuluh besar finalis nanti. (cah/stch/dda)
















