Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Lokawisata Baturraden Siap Sambut Libur Lebaran 2026, Targetkan 30 Ribu Wisatawan

Wisata Banyumas Bersolek Sambut LebaranWisata Banyumas Bersolek Sambut Lebaran

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Dalam upaya menyambut libur Lebaran 2026, berbagai destinasi wisata di Kabupaten Banyumas mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi lonjakan pengunjung yang diperkirakan akan datang selama masa mudik dan liburan panjang.

Salah satu lokasi yang tengah berbenah adalah Lokawisata Baturraden, yang terletak di lereng Gunung Slamet.

Persiapan tersebut mencakup perbaikan fasilitas serta pembersihan area, dengan target kesiapan mencapai 80 persen menjelang H-6 Lebaran.

Agus Riyanto, Koordinator Lokawisata Baturraden, menjelaskan bahwa pihak pengelola saat ini masih dalam proses penyelesaian tahap akhir perbaikan beberapa wahana dan fasilitas pendukung.

Di antara daya tarik utama yang menjadi perhatian adalah fasilitas bak berendam air panas yang sering kali menarik minat wisatawan.

“Untuk persiapan kami menghadapi Lebaran tahun ini, 2026, di lokawisata sendiri sudah 80 persen. Ini tinggal kami proses finishing-finishing terkait dengan beberapa wahana yang harus diperbaiki,” ungkap Agus Riyanto dalam pernyataan yang disampaikannya pada Minggu (15/3).

Libur Lebaran memang dikenal sebagai salah satu periode dengan jumlah kunjungan tertinggi di kawasan wisata tersebut.

Oleh karena itu, pengelola menargetkan jumlah pengunjung mencapai puluhan ribu orang selama masa libur.

Agus menambahkan, “Untuk Lebaran tahun ini, khusus lokawisata Baturraden, target pengunjung 30.000 orang sampai H+10. Insyaallah akan tembus angka segitu, karena wisata alam ini sangat tergantung dengan cuaca.”

Demi mendukung kelancaran kunjungan wisatawan, pihak pengelola juga telah menyiapkan sejumlah kantong parkir di sekitar kawasan wisata.

Terdapat empat titik parkir yang disediakan, salah satunya berada di terminal bawah yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Banyumas.

Tiga titik lainnya berlokasi di sekitar pintu masuk lokawisata, yaitu lahan milik Korem 071 Wijayakusuma, milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta area yang dikelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti Indra Prana dan Bukit Bintang.

Mengenai tarif parkir, Agus mengungkapkan bahwa biaya mengikuti ketentuan perda yang berlaku.

“Untuk harga karcis parkir sesuai perda. Roda dua Rp3.000, roda empat Rp10.000, dan bus besar Rp25.000. Jadi semua sesuai dengan perda,” tegas Agus.

Di sisi lain, pengelola destinasi wisata Kedung Kampak yang terletak di Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh juga tidak ketinggalan dalam melakukan pembenahan kawasan mereka untuk menghadapi lonjakan pengunjung pada libur Lebaran mendatang.

Pihak pengelola berencana untuk memberlakukan tiket masuk bagi para pengunjung dalam waktu dekat untuk meningkatkan kebersihan dan pemeliharaan lokasi.

Kepala Dusun 3 Desa Selanegara, Isbandi menjelaskan bahwa kebijakan penerapan tiket masuk ditetapkan melalui musyawarah bersama antara warga dan pengelola desa.

Tarif tiket masuk yang disepakati dinilai sangat terjangkau bagi wisatawan yang datang ke Kedung Kampak.

“Harga tiket masuk ke Kedung Kampak Rp2 ribu. Hasilnya nanti untuk perawatan dan pengelolaan kebersihan lokasi wisata,” jelas Isbandi.

Sejumlah fasilitas di Kedung Kampak juga mulai diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan para pengunjung, seperti perbaikan pagar bambu di jalur masuk serta tempat duduk bagi pengunjung yang sudah rusak.

Selain itu, pihak pengelola bahkan membendung aliran sungai secara manual dengan menumpuk batu untuk menjaga debit air tetap stabil di area kedung tersebut.

Langkah ini dilakukan karena debit air di lokasi wisata menurun akibat cuaca panas beberapa hari terakhir.

Isbandi menambahkan bahwa meskipun terdapat tantangan dari penurunan debit air akibat cuaca panas itu, kawasan wisata Kedung Kampak tetap dibuka dan saat ini masih didominasi oleh pengunjung dari warga sekitar.

“Hari ini (kemarin) juga kami membuat pos loket tiket ada dua titik,” sambung Isbandi.

Pentingnya upaya pembenahan dan peningkatan fasilitas ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan para wisatawan tetapi juga pada daya tarik keseluruhan dari destinasi wisata tersebut.

Ketika masyarakat semakin sadar akan pentingnya kebersihan dan kenyamanan saat berwisata, maka keberadaan tiket masuk dianggap sebagai langkah positif untuk menjaga kualitas lingkungan.

Dengan adanya kebijakan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak minat masyarakat untuk berkunjung ke Kedung Kampak maupun Lokawisata Baturraden selama libur lebaran nanti. (dms/fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Personel Brimob Jateng Perkuat Operasi Ketupat

Polres Purbalingga Terima 20 Personel Brimob Jateng untuk Amankan Operasi Ketupat Candi 2026

Berita Selanjutnya
GP Bahrain dan Arab Saudi Batal Digelar

Dampak Perang Iran vs Amerika-Israel Meluas, F1 Bahrain dan Arab Saudi Batal