BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Volume lalu lintas di ruas jalan Pekuncen menuju Bumiayu, yang mengarah ke Kabupaten Banyumas, menunjukkan peningkatan signifikan menjelang arus mudik Lebaran yang dijadwalkan pada tahun 2026.
Berdasarkan hasil survei traffic counting yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Banyumas, tercatat bahwa kenaikan volume kendaraan mencapai enam persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Survei ini dimulai pada Jumat, 13 Maret 2026, dan bertujuan untuk memantau pergerakan kendaraan yang menuju wilayah Banyumas selama periode mudik Lebaran Idulfitri 1447 H.
Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Banyumas, Sugeng Pujiono, menjelaskan bahwa pada hari pertama survei, hingga pukul 18.00 WIB, jumlah kendaraan yang masuk ke Banyumas melalui titik pantau di Pekuncen tercatat sebanyak 15.038 unit.
Sementara itu, untuk kendaraan yang keluar menuju Bumiayu, totalnya mencapai 16.766 unit.
Sugeng menambahkan, “Pada H-7 volume lalu lintas dua arah tercatat mencapai 63.075 unit sampai pukul 24.00 WIB. Kondisi ini tergolong normal dengan volume lalu lintas per jam masih di bawah 4.000 unit.”
Kenaikan volume lalu lintas mulai terlihat dengan jelas pada Sabtu, tanggal 14 Maret atau H-6 menjelang Lebaran.
Total kendaraan dua arah yang melintas di titik pantau Pekuncen tercatat mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu sebanyak 66.658 unit. Sugeng menegaskan bahwa “Mulai kemarin (Sabtu) ada kenaikan volume lalu lintas di ruas Jalan Pekuncen–Bumiayu sebesar 8 persen.”
Meski terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang melintas, kondisi arus lalu lintas pada ruas tersebut tetap terpantau dalam keadaan normal.
Sugeng Pujiono menjelaskan lebih lanjut mengenai pentingnya survei traffic counting ini sebagai alat pemantauan arus mudik dan balik di wilayah Banyumas.
“Data ini akan menjadi dasar pemantauan kami hingga H+7 Lebaran Idulfitri,” ujarnya sambil menekankan bahwa grafik yang digunakan dalam analisis didapat dari data traffic counting volume arus lalu lintas total survei dalam periode waktu satu hari penuh.
Lebih jauh lagi, Sugeng memprediksi bahwa puncak arus mudik gelombang pertama diperkirakan akan terjadi pada H-5 Lebaran atau tepatnya pada Minggu, tanggal 15 Maret.
Prediksi ini didasarkan pada estimasi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pusat yang mengamati tren pergerakan kendaraan selama periode mudik.
Penting untuk dicatat bahwa meningkatnya volume lalu lintas ini sejalan dengan tradisi masyarakat Indonesia dalam melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan momen Lebaran bersama keluarga.
Oleh karena itu, Dinas Perhubungan Banyumas berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan memberikan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas di jalur-jalur utama agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan mereka dengan baik dan aman.
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi lonjakan arus mudik ini, pihak terkait juga mengimbau kepada para pengguna jalan agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan saat berkendara.
Hal ini penting agar tidak hanya kelancaran perjalanan dapat terjaga tetapi juga keselamatan bagi semua pengguna jalan.
Dengan adanya survei ini, warga diharapkan dapat lebih memahami dinamika lalu lintas yang terjadi menjelang Lebaran serta dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk merencanakan perjalanan mereka secara lebih bijak. (yda/stch/dda)
















