BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam langkah yang penuh harapan, empat siswa dari MIN 1 Banyumas bersiap untuk mewakili daerah mereka di kompetisi robotik internasional, World Robotic For Peace yang ke-16, yang akan berlangsung di Singapura.
Keempat pelajar yang terpilih, yaitu Ryugi Dwinandito, Rafardhan Athalia, Erland Shaarawy Nuramadani, dan Zeyhan Muhammad Nabhan, akan terbang ke Singapura pada Kamis (25/6) setelah sebelumnya melakukan perjalanan ke Yogyakarta.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang sains dan teknologi, tetapi juga sebagai representasi dari potensi madrasah dalam arena global.
Kepala MIN 1 Banyumas, H. Mahruri, S.H.I., M.Pd.I mengungkapkan bahwa partisipasi siswa dalam kompetisi bergengsi ini didukung sepenuhnya oleh orangtua, para guru, serta Ketua Pengawas Madrasah Banyumas Hj. Hidayatur Rohmah dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.
“Dukungan ini diharapkan dapat menjadi semangat bagi peserta untuk tampil maksimal selama kompetisi,” ujarnya kepada awak media.
Keempat siswa muda tersebut bersaing dalam dua kategori lomba yang berbeda.
Kategori pertama adalah Soccer dengan bobot robot 1 kg dan 2 kg serta kategori kedua adalah Line Follower Micro.
Menurut Mahruri, persiapan menuju kompetisi internasional ini sudah dimulai jauh sebelum keberangkatan mereka.
Para siswa yang masih duduk di kelas III dan IV ini mendapatkan pendampingan intensif dari Wahyudi, seorang pembimbing robotik asal Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam persiapan itu, siswa tidak hanya dilatih secara teknis mengenai cara merakit dan mengoperasikan robot, tetapi juga dipersiapkan secara mental agar mampu menghadapi persaingan ketat dengan peserta dari berbagai negara.
Dengan demikian, madrasah berharap seluruh proses pelatihan yang telah dijalani dapat membuahkan hasil terbaik saat mereka berkompetisi nanti.
H.Mahruri juga menyampaikan apresiasi kepada semua siswa dan tim pembimbing yang telah bekerja keras mempersiapkan diri untuk kompetisi ini.
“Keikutsertaan siswa MIN 1 Banyumas dalam ajang internasional menjadi kebanggaan madrasah,” tegasnya.
Pihaknya juga menekankan pentingnya dukungan dari pengawas madrasah agar proses belajar mengajar tetap terjaga dengan baik.
Dr. H. Ibnu Asaddudin, S.Ag., M.Pd.I selaku Kepala Kantor Kemenag Banyumas memberikan pandangannya mengenai keberangkatan empat siswa tersebut.
Ia menyatakan bahwa hal ini merupakan bukti bahwa madrasah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang terus berubah.
“Madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan saja, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang inovatif dan kreatif,” ungkapnya.
Ibnu menambahkan bahwa pencapaian siswa MIN 1 Banyumas menunjukkan bahwa pengembangan sains dan teknologi di lingkungan madrasah berjalan dengan baik dan efektif.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi baik di bidang akademis maupun non-akademis.
“Semoga anak-anak kami diberikan kelancaran dalam mengikuti lomba dan mampu membawa pulang hasil terbaik,” pungkasnya penuh harapan.
Melihat semangat yang ditunjukkan oleh para siswa serta dukungan dari berbagai pihak, jelas terlihat bahwa partisipasi mereka dalam kompetisi robotik internasional bukan sekadar ajang perlombaan semata.
Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk belajar dan bertumbuh melalui pengalaman berharga di tingkat internasional.
Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini, terutama dalam menghadapi era digital yang semakin pesat.
Dalam konteks tersebut, keikutsertaan MIN 1 Banyumas di ajang World Robotic For Peace tidak hanya berdampak pada kemampuan teknis para siswanya saja tetapi juga pada pengembangan karakter mereka sebagai individu yang siap bersaing secara global.
Melalui pengalaman berkompetisi dengan peserta dari negara lain, para siswa akan belajar banyak hal baru tentang kolaborasi tim, manajemen waktu serta strategi penyelesaian masalah yang mungkin mereka hadapi saat menciptakan robot-robot inovatif.
Hal-hal inilah yang akan membekali mereka untuk menghadapi tantangan-tantangan mendatang baik di dunia pendidikan maupun karir profesional mereka kelak.
Selain itu, kegiatan ini juga dapat memperkuat hubungan antar sekolah madrasah se-Indonesia dan negara-negara lain melalui pertukaran pengetahuan serta budaya.
Dengan ikut ambil bagian dalam kompetisi internasional seperti ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman berharga tetapi juga meningkatkan citra positif madrasah sebagai lembaga pendidikan yang mumpuni dalam bidang sains dan teknologi. (yda/ads/stch/dda)
















