Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Komdigi dan JICA Kolaborasi Kembangkan SDM AI Indonesia Lewat AI Talent Factory
Camat Kutowinangun Kebumen Resmikan Pojok UMKM untuk Dukung Pelaku Usaha di Pasar Malam

Camat Kutowinangun Kebumen Resmikan Pojok UMKM untuk Dukung Pelaku Usaha di Pasar Malam

Pojok UMKM Desa Kutowinangun Resmi DibukaPojok UMKM Desa Kutowinangun Resmi Dibuka
BUKA: Camat Kutowinangun, Bawono Andi Widodo, membuka stand Pojok UMKM sebagai wadah promosi dan penjualan produk lokal warga, Senin (22/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, Pemerintah Desa Kutowinangun telah resmi membuka stand Pojok UMKM yang berfungsi sebagai wadah promosi dan penjualan produk-produk lokal masyarakat.

Pembukaan ini bertepatan dengan acara pasar malam yang diselenggarakan di desa tersebut, memberikan peluang bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka.

Jadwal pembukaan Pojok UMKM ini dilakukan oleh Camat Kutowinangun, Bawono Andi Widodo, pada malam hari Senin (22/6).

Acara ini tidak hanya menjadi momen spesial bagi masyarakat setempat, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian di tengah berlangsungnya event pasar malam yang direncanakan akan berlangsung hingga tanggal 12 Juli mendatang.

Kepala Desa Kutowinangun, Fahmi Huda, menekankan pentingnya pembukaan Pojok UMKM ini sebagai langkah nyata dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Dalam pernyataannya, Fahmi mengatakan, “Mulai malam ini kita membuka tempat untuk Pojok UMKM untuk warga Desa Kutowinangun dan sekitarnya. Ini berbarengan dengan event pasar malam yang ada di Desa Kutowinangun.”

Hal ini menunjukkan komitmen desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Dalam konteks pasar malam yang menjadi daya tarik bagi banyak pengunjung, Fahmi menjelaskan bahwa konsep Pojok UMKM menerapkan sistem titip barang.

Dengan sistem ini, para pelaku usaha cukup menitipkan produk mereka untuk dipajang dan dijual di stand yang telah disiapkan.

“Untuk pojok UMKM ini sistemnya titip barang. Jadi kami menerima produk-produk UMKM dari Desa Kutowinangun dan wilayah sekitarnya,” jelasnya lebih lanjut.

Antusiasme para pelaku usaha terhadap program ini sangat tinggi. Menurut catatan hingga hari pertama pembukaan, sekitar 50 pelaku UMKM telah mendaftarkan diri untuk menitipkan produk mereka.

“Yang sudah mendaftar sekitar ada 50 pengusaha UMKM yang sudah menitipkan barangnya ke kami. Mereka titip produk, titip jualan di stand ini. Jadi kami memanfaatkan keramaian dari adanya pasar malam ini agar juga terjadi perputaran ekonomi di masyarakat kita,” ujar Fahmi dengan penuh semangat.

Salah satu pelaku UMKM yang turut merasakan manfaat dari adanya Pojok UMKM adalah Tuti Endang Sri Rahayu. Ia menyatakan rasa syukur atas fasilitas yang diberikan kepada para pelaku usaha kecil.

“Alhamdulillah dengan adanya pojok UMKM ini kami sebagai pelaku usaha UMKM sangat merasa difasilitasi. Kita bisa mendisplay apa yang kita buat di sini,” ungkap Tuti.

Pernyataan Tuti mencerminkan harapan besar pelaku usaha terhadap keberadaan ruang promosi seperti Pojok UMKM.

Keberadaan Pojok UMKM di tengah event pasar malam tidak hanya bermanfaat bagi para pengusaha tetapi juga menciptakan suasana interaksi sosial antara warga.

Masyarakat dapat menikmati berbagai produk lokal sembari berbelanja dan menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-teman mereka.

Hal ini tentunya menciptakan ikatan sosial yang lebih kuat serta meningkatkan rasa kebersamaan dalam komunitas.

Dari sudut pandang ekonomi, kegiatan seperti pasar malam dan pembukaan Pojok UMKM berdampak positif terhadap perekonomian lokal.

Dengan adanya ruang promosi untuk produk-produk lokal, tidak hanya meningkatkan pendapatan para pelaku usaha tetapi juga membantu masyarakat mengenal lebih dekat produk-produk asli daerah mereka. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Indonesia Percepat Pengembangan Talenta AI

Komdigi dan JICA Kolaborasi Kembangkan SDM AI Indonesia Lewat AI Talent Factory