Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Penjemput Jemaah Haji di Purbalingga Wajib Pakai ID Card

Satu Jemaah Hanya Satu PenjemputSatu Jemaah Hanya Satu Penjemput
SEGERA PULANG: Jemaah haji asal Purbalingga saat menunggu pemberangkatan di Pendopo Dipokusumo, Mei lalu

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi jemaah haji, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Purbalingga telah merancang skema baru untuk penjemputan jemaah haji kloter 68 dan 69.

Penjemputan tersebut dijadwalkan berlangsung di Pendopo Dipokusumo pada Kamis, 25 Juni 2026.

Kebijakan baru ini diambil sebagai langkah antisipatif setelah adanya insiden kehilangan barang bawaan jemaah yang terjadi pada musim haji sebelumnya.

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Purbalingga, Ani Mufarakhakh, menjelaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan bahwa insiden kehilangan barang tidak terlepas dari kurangnya pengaturan akses bagi masyarakat umum ke area pendopo saat proses penjemputan berlangsung.

Oleh karena itu, untuk tahun ini, panitia memutuskan untuk menerapkan sistem pengamanan dan pengaturan akses yang lebih ketat.

“Untuk mencegah kerumunan, akses masuk ke pendopo dibatasi hanya untuk satu orang penjemput setiap satu jemaah haji,” ungkap Ani.

Penjemput yang diperbolehkan untuk masuk ke area pendopo wajib menggunakan kartu identitas (ID card) khusus yang diterbitkan oleh panitia.

Mereka akan diarahkan masuk melalui pintu selatan dan diminta untuk berada di dalam pendopo paling lambat 45 menit sebelum rombongan jemaah tiba.

Ani juga menjelaskan bahwa seluruh penjemput harus langsung menempati kursi yang telah disediakan sesuai dengan kelompok rombongan jemaah masing-masing.

“Kapasitas kursi sudah kami sesuaikan dengan jumlah jemaah yang pulang sehingga tidak akan terjadi penumpukan massa di dalam pendopo,” ujarnya.

Hal ini menjadi penting dalam menjaga ketertiban dan kelancaran proses penjemputan.

Perubahan signifikan juga terlihat pada skema penurunan jemaah. Proses ini mengikuti standar operasional yang diterapkan di asrama embarkasi.

Ketika bus rombongan tiba melalui pintu timur dan parkir sesuai nomor urut, keluarga penjemput tidak diperbolehkan mendekati kendaraan.

Mereka harus tetap berada di area yang telah ditentukan hingga jemaah turun secara bergantian dan menuju tempat duduk penjemput masing-masing.

Dalam upaya lebih lanjut untuk memberikan kemudahan bagi jemaah serta keluarganya, panitia juga akan membantu mengatur tas kecil bawaan jemaah.

Tas-tas tersebut akan dibawakan langsung ke lokasi rombongan untuk memperlancar proses penjemputan.

“Kami berharap skema baru ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah maupun keluarga yang menjemput,” kata Ani menambahkan harapannya.

Sesuai jadwal resmi, jemaah haji kloter 68 dijadwalkan tiba di Pendopo Dipokusumo pada pukul 13.30 WIB, sedangkan kloter 69 diperkirakan tiba pada pukul 18.00 WIB.

Dalam persiapan menyambut kepulangan para jemaah haji asal Purbalingga, Pemkab Purbalingga bersama Kemenhaj juga telah menyiapkan 15 armada bus dan empat ambulans untuk memastikan kelancaran proses pemulangan.

Dengan berbagai langkah pengamanan dan pengaturan ini, Kemenhaj berharap dapat memberikan pengalaman terbaik bagi para jemaah haji serta keluarganya saat menyambut kepulangan setelah menjalani ibadah suci di Tanah Suci. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tak Ada Lagi Pemadaman Bergilir

PLN Pastikan Listrik di Jawa Tengah Pulih 100 Persen Setelah Gangguan Pembangkit

Berita Selanjutnya
Polres Kenang Jasa Pahlawan

Polres Kebumen Gelar Ziarah dan Tabur Bunga dalam Peringatan Hari Bhayangkara ke-80