Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Kebumen Perkuat Perlindungan Pekerja Migran Melalui Program Terintegrasi dan Job Fair

Pemkab Perkuat Pelindungan Pekerja MigranPemkab Perkuat Pelindungan Pekerja Migran
DUKUNG: Bupati Kebumen, Lilis Nuryani mengadiri Kebumen Job Fair, dan PMI Expo 2026 di Pendopo Kabumian, Rabu (24/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen terus berupaya memperkuat perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan melakukan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan akses informasi dan regulasi untuk calon pekerja migran.

Salah satu langkah nyata yang diambil adalah penyelenggaraan acara yang bernama Global Talent Day, Kebumen Job Fair, dan PMI Expo 2026 yang berlangsung di Pendopo Kabumian pada Rabu (24/6).

Acara ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), mengusung tema “Menyiapkan Talenta Indonesia Terbaik untuk Menembus Pasar Kerja Global”.

Tujuan dari acara ini adalah untuk memfasilitasi generasi muda dalam mengakses peluang kerja internasional yang aman, legal, dan valid.

Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani mengawali kegiatan tersebut dengan penekanan bahwa Kebumen merupakan salah satu daerah pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia.

“Pentingnya perlindungan terhadap pekerja migran menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegas Bupati Lilis Nuryani.

Seiring pesatnya arus informasi, persebaran PMI di Kebumen kini tidak lagi terbatas pada wilayah pesisir seperti Ayah, Puring, Petanahan, dan Klirong.

“Kini, para pekerja migran asal Kebumen sudah tersebar merata di hampir seluruh kecamatan,” tambahnya.

Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan peluang kerja di luar negeri dan berusaha untuk mengambil bagian dalam pasar kerja global.

Menurut data yang disampaikan oleh Bupati Lilis Nuryani, saat ini Kebumen menempati peringkat ke-8 di Jawa Tengah dan peringkat ke-30 secara nasional dalam hal pengiriman pekerja migran terbanyak.

Untuk memperkuat perlindungan bagi para PMI, Pemkab Kebumen telah meluncurkan program inovatif bernama SI PEMIKAT (Sinergi Pelindungan Pekerja Migran, Keluarga, dan Masyarakat).

Program ini telah mendapatkan pengakuan nasional melalui penghargaan Hassan Wirajuda Award dari Kementerian Luar Negeri pada tahun 2024 lalu.

Dalam upaya lebih lanjut meningkatkan perlindungan bagi PMI, Pemda bersama DPRD juga sedang menyusun Peraturan Daerah (Perda) baru yang bertujuan untuk memperkuat regulasi dalam penanganan warga yang bekerja di luar negeri.

“Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan terbaik bagi mereka yang berjuang di negara orang,” jelas Bupati Lilis Nuryani dengan penuh semangat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.

Sebanyak 250 peserta hadir dalam workshop kesiapan kerja yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ini.

Para peserta terdiri dari siswa, mahasiswa, calon PMI, serta perwakilan dari kecamatan dan desa yang hadir untuk mendapatkan wawasan lebih mengenai dunia kerja internasional.

Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PM, Alva Edison, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan target pemerintah pusat dalam meningkatkan penempatan tenaga kerja Indonesia di pasar global.

Ia menekankan pentingnya kegiatan seperti bursa kerja ini bagi pencari kerja untuk dapat berkonsultasi langsung mengenai syarat-syarat bekerja ke luar negeri.

“Di sini mereka dapat menemukan lembaga pelatihan vokasi hingga skema pembiayaan resmi melalui lembaga perbankan daerah,” jelas Alva Edison.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, pemerintah berharap calon pekerja migran dapat meningkatkan kompetensi mereka serta memperoleh akses kerja luar negeri melalui jalur resmi. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
53 Pejabat Fungsional Kemenag Dilantik

Kemenag Purbalingga Lantik 53 PNS Menjadi Pejabat Fungsional

Berita Selanjutnya
Putus dari Pewaris LV

Rumor Putus Lisa BLACKPINK dengan Frédéric Arnault Mencuat Usai Wawancara Vanity Fair