Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ratusan Jemaah Haji Purbalingga Pulang, Suasana Haru Warnai Pendapa Dipokusumo

Tangis Haru Dalam PelukanTangis Haru Dalam Pelukan
PULANG HAJI : Jemaah haji asal Kabupaten Purbalingga berpelukan dengan keluarga saat tiba di Pendapa Dipokusumo, Kamis (25/6/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti Pendapa Dipokusumo Purbalingga pada Kamis, 25 Juni 2026, saat ratusan jemaah haji asal Kabupaten Purbalingga, yang tergabung dalam Kloter 68 dan 69, kembali ke kampung halaman mereka setelah menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Momen emosional ini ditandai dengan tangisan bahagia ketika para jemaah akhirnya bertemu kembali dengan keluarga mereka setelah menempuh perjalanan haji yang penuh makna.

Kedatangan jemaah haji dilakukan dalam dua tahap, di mana Kloter 68 tiba lebih awal sekitar pukul 12.00 WIB, diikuti oleh Kloter 69 yang tiba pada pukul 18.00 WIB.

Sejak pagi hari, keluarga dari para jemaah telah menunggu dengan penuh harapan dan rasa cemas.

Begitu bus rombongan memasuki kompleks pendapa, suasana haru semakin terasa ketika keluarga tidak dapat menahan air mata mereka.

Pelukan erat dan tangisan mewarnai momen pertemuan kembali antara jemaah dan anggota keluarga yang merindukan mereka.

Salah satu jemaah dari Kloter 68, Baryati, mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali ke Purbalingga dengan selamat setelah menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.

“Perjalanan sampai ke Purbalingga berjalan lancar dan aman,” ujarnya dengan senyum bahagia di wajahnya.

Ucapan Baryati mencerminkan rasa syukur yang mendalam dari banyak jemaah lainnya yang juga merasakan hal yang sama.

Dari sisi kesehatan, kepulangan jemaah haji kali ini mendapat pengawalan khusus dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Purbalingga.

Dua unit ambulans disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kondisi darurat selama proses pemulangan berlangsung.

Kepala DinkesPPKB Kabupaten Purbalingga, dr Jusi Febrianto, memastikan bahwa seluruh jemaah yang telah tiba dalam keadaan sehat.

“Seluruh jemaah dalam kondisi sehat,” tegasnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, proses penjemputan kali ini berlangsung lebih tertib dan terencana.

Panitia penyelenggara menerapkan sistem pembatasan akses masuk ke area Pendapa Dipokusumo guna menghindari kerumunan serta mencegah terulangnya kasus kehilangan barang bawaan jemaah yang pernah terjadi.

Setiap jemaah hanya diperbolehkan dijemput oleh satu orang anggota keluarga yang telah dilengkapi dengan kartu identitas khusus dari panitia.

Penjemput juga diwajibkan untuk menempati kursi sesuai dengan kelompok rombongan masing-masing.

Selain itu, bagi keluarga para jemaah tidak diperkenankan untuk mendekati bus yang membawa mereka pulang.

Mereka harus menunggu di area yang telah ditentukan hingga jemaah turun secara bergantian untuk menemui penjemput masing-masing.

Proses ini tidak hanya mempermudah pengaturan tetapi juga meningkatkan keamanan selama kedatangan berlangsung.

Panitia penyelenggara juga turut membantu proses distribusi koper dan barang bawaan milik para jemaah hingga ke area tempat duduk rombongan mereka.

Ini adalah langkah positif untuk memastikan bahwa tidak ada barang milik jemaah yang tertinggal atau hilang selama proses pemulangan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Purbalingga, Ani Mufarakhakh, menjelaskan bahwa kebijakan yang diterapkan tahun ini merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan pemulangan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu sempat terjadi kehilangan barang bawaan jemaah karena akses masuk terlalu terbuka. Tahun ini kami perketat agar lebih aman dan tertib,” jelasnya.

Ani Mufarakhakh juga memastikan bahwa seluruh proses kedatangan jemaah berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Kedatangan jemaah berjalan lancar dan tidak ada kendala,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

Pentingnya sistematisasi dalam proses pemulangan ini menunjukkan kemajuan dalam manajemen penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Purbalingga.

Dengan penerapan langkah-langkah baru yang lebih baik dibanding tahun lalu, pihak penyelenggara berharap dapat mengurangi potensi masalah serta memberikan rasa nyaman bagi para jemaah dan keluarga mereka saat menyambut kepulangan. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pelatihan TRC untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana

BPBD Banjarnegara Latih TRC Kecamatan Tingkatkan Penanganan Pascabencana

Berita Selanjutnya
MTs N 3 Borong Gelar dari Ajang KDMC

Gita Bahana MTs Negeri 3 Kebumen Raih Gelar Juara Umum di KDMC 2026