Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Subsidi Energi 2027 Naik Jadi 272,9 Triliun, ESDM Tegaskan Angkanya Masih Bisa Berubah
Max Verstappen Bertahan di Red Bull sampai 2030, Ternyata Sempat Ingin Pensiun

Max Verstappen Bertahan di Red Bull sampai 2030, Ternyata Sempat Ingin Pensiun

Verstappen Bertahan di Red Bull hinggaVerstappen Bertahan di Red Bull hingga
Max Verstappen

BANYUMASEKSPRES.ID, ZANDVOORT – Max Verstappen memastikan masa depannya di Formula 1 setelah memperpanjang kontrak bersama Red Bull hingga akhir musim 2030.

Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan pembalap asal Belanda itu meninggalkan Red Bull atau bahkan keluar dari Formula 1.

Namun, di balik keputusan tersebut, Verstappen mengungkap fakta mengejutkan.

Juara dunia tersebut mengaku sempat lebih dekat dengan keputusan pensiun dari Formula 1 dibandingkan pindah ke tim lain.

Pernyataan itu disampaikan Verstappen dalam konferensi pers menjelang Grand Prix Belanda di Zandvoort.

“Saya lebih dekat untuk pensiun daripada pindah tim,” ujar Verstappen.

Pengakuan tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya nama Verstappen kerap dikaitkan dengan kemungkinan pindah tim.

Mercedes disebut tertarik mendapatkan jasanya, sementara McLaren juga sempat dikabarkan melakukan pembicaraan.

Namun, ternyata pilihan yang sempat berada paling dekat dengan pikirannya bukanlah berganti tim, melainkan meninggalkan Formula 1.

Salah satu faktor yang membuat Verstappen mempertanyakan masa depannya adalah perubahan regulasi mesin Formula 1 yang mulai berlaku pada 2026.

Regulasi baru membuat karakter mesin hybrid berubah secara signifikan. Pembalap harus mengelola energi dengan lebih kompleks, termasuk mengatur pemulihan dan penggunaan baterai selama balapan.

Bagi Verstappen, perubahan tersebut sempat mengurangi kenikmatan dalam mengendarai mobil Formula 1.

Persoalan semakin terasa ketika tenaga listrik berkurang di lintasan lurus. Kondisi tersebut membuat karakter mobil berbeda dibandingkan era sebelumnya dan menjadi salah satu alasan Verstappen sempat mempertimbangkan masa depannya.

Namun, keraguan tersebut perlahan mulai berkurang setelah Formula 1 dan FIA melakukan penyesuaian terhadap arah regulasi mesin.

Mulai 2028, porsi tenaga mesin pembakaran internal direncanakan meningkat menjadi sekitar 60 persen, sementara tenaga listrik berada di kisaran 40 persen.

Selain itu, pembahasan mengenai mesin generasi berikutnya juga membuat Verstappen melihat masa depan Formula 1 dengan lebih positif.

Salah satu wacana yang menarik perhatian adalah kemungkinan penggunaan kembali mesin V8 mulai 2031.

“Saya mencintai balapan. Saya pikir kami perlahan bergerak menuju sesuatu yang semakin baik,” kata Verstappen.

Setelah memutuskan untuk tetap melanjutkan karier di Formula 1, Verstappen kemudian harus menentukan apakah akan bertahan bersama Red Bull atau mencari tantangan baru.

Sejumlah tim besar disebut memiliki ketertarikan terhadap pembalap berusia 28 tahun tersebut.

Mercedes menjadi salah satu nama yang paling sering dikaitkan dengan Verstappen, sementara McLaren juga sempat disebut melakukan komunikasi.

Namun, hubungan panjang Verstappen dengan Red Bull akhirnya menjadi salah satu faktor penting dalam keputusannya.

Verstappen bergabung dengan Red Bull sejak masih menjadi pembalap muda dan kemudian berkembang menjadi salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah tim tersebut.

Selain hubungan profesional, Verstappen juga merasa mendapatkan kebebasan untuk mengikuti aktivitas balap di luar Formula 1. Salah satu contohnya adalah keterlibatannya dalam Nürburgring 24 Hours.

Kebebasan tersebut menjadi nilai tambah bagi Verstappen yang memang memiliki ketertarikan besar terhadap berbagai jenis balapan.

Hubungannya dengan principal Red Bull, Laurent Mekies, juga disebut menjadi faktor lain yang membuat Verstappen nyaman untuk melanjutkan kerja sama.

Keputusan Verstappen memperpanjang kontrak juga menarik karena performa Red Bull pada musim 2026 belum sepenuhnya sesuai harapan.

Menjelang Grand Prix Belanda, Verstappen bahkan belum meraih kemenangan pada musim tersebut.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat kepercayaannya terhadap Red Bull hilang.

Verstappen tetap melihat adanya peluang bagi tim untuk berkembang dan kembali menjadi pesaing utama di Formula 1.

Kontrak baru hingga 2030 juga menjadi sinyal kuat bahwa Verstappen masih percaya terhadap arah pengembangan Red Bull.

Kesepakatan tersebut dikabarkan turut memberikan sejumlah kendali kepada Verstappen terkait masa depannya apabila target performa tertentu yang disepakati bersama tim tidak tercapai.

Dengan kontrak baru tersebut, Verstappen memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjalanan panjang bersama tim yang telah membesarkan namanya di Formula 1.

“Saya selalu mengatakan bahwa target saya adalah mengakhiri karier di tim ini. Kami semakin dekat dengan tujuan tersebut,” ujar Verstappen.

Keputusan tersebut sekaligus memberikan kepastian bagi Red Bull untuk menghadapi era baru Formula 1.

Tim asal Austria itu kini dapat membangun proyek jangka panjang dengan Verstappen sebagai salah satu pusat pengembangan tim.

Bagi Verstappen sendiri, keputusan bertahan hingga 2030 berarti peluang untuk menutup karier Formula 1 bersama Red Bull semakin terbuka.

Setelah sempat mempertimbangkan pensiun akibat perubahan regulasi dan karakter mobil baru, Verstappen akhirnya memilih tetap berada di lintasan.

Kini, perhatian beralih pada satu pertanyaan besar: bisakah Verstappen kembali membawa Red Bull ke puncak sebelum kontraknya berakhir pada 2030? (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Subsidi Energi 2027 Naik Jadi Rp 272,9 T

Subsidi Energi 2027 Naik Jadi 272,9 Triliun, ESDM Tegaskan Angkanya Masih Bisa Berubah