Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Mendaki Bukit Lingga di Klungkung, Wisata Alam dengan Panorama Memukau

Bukit Lingga di Klungkun BaliBukit Lingga di Klungkun Bali
Bukit Lingga di Klungkung Bali menawarkan panorama alam menakjubkan dengan nuansa spiritual yang kuat, namun belum dikelola secara optimal sebagai destinasi wisata.

BANYUMASEKSPRES.ID, Klungkung, Bali, ternyata menyimpan potensi wisata alam yang belum banyak diketahui wisatawan, salah satunya adalah Bukit Lingga yang berada di Desa Adat Dawan, Kecamatan Dawan.

Lokasi wisata alam ini menawarkan pengalaman berbeda bagi pencinta alam sekaligus wisata spiritual, dengan suasana yang masih asri dan belum terlalu ramai pengunjung.

detikBali berkesempatan melakukan pendakian ke Bukit Lingga pada Sabtu, 18 April 2026, dengan akses yang kini jauh lebih mudah dibanding sebelumnya.

Jalur menuju puncak sudah diperlebar dan diperhalus, sehingga perjalanan terasa lebih nyaman bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dari ketinggian.

Setibanya di puncak Bukit Lingga, pemandangan langsung menyuguhkan hamparan langit biru yang berpadu dengan panorama gunung dan laut yang memukau.

Perpaduan lanskap tersebut menciptakan suasana tenang dan menenangkan, menjadikan Bukit Lingga sebagai destinasi wisata alam Bali yang layak diperhitungkan.

Selain panorama alam yang indah, kawasan ini juga memiliki nilai spiritual yang kuat bagi masyarakat setempat yang masih menjaga tradisi leluhur.

Di area puncak terdapat dua pura yang disakralkan, yaitu Pura Bukit Lingga dan Pura Taman Beji yang menjadi pusat kegiatan keagamaan warga.

Tidak hanya itu, terdapat pula sebuah sumur tua yang dipercaya telah berusia ratusan tahun dan memiliki nilai historis bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan keagamaan rutin digelar di kawasan ini, salah satunya pujawali yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali berdasarkan kalender Bali.

Upacara tersebut berlangsung pada hari Umanis Medangsia, di mana warga Desa Adat Dawan melakukan persembahyangan di puncak bukit secara khidmat.

Untuk mencapai lokasi Bukit Lingga, wisatawan tidak perlu menempuh perjalanan jauh dari pusat Kota Semarapura di Kabupaten Klungkung.

Jaraknya hanya sekitar 4 hingga 5 kilometer dari pusat kota, dengan waktu tempuh berkisar 10 hingga 15 menit menggunakan kendaraan.

Bagi pengunjung yang ingin datang, perjalanan bisa dimulai dari Monumen Puputan Klungkung dengan mengarahkan kendaraan ke arah timur.

Arahkan perjalanan menuju Pelabuhan Padang Bai di Karangasem, lalu sebelum simpang empat tugu Ida I Dewa Agung Istri Kanya, ambil belokan kiri.

Belokan tersebut mengarah ke Kantor Camat Dawan, dan dari sana wisatawan bisa mengikuti petunjuk arah menuju Pura Bukit Lingga.

Jika masih merasa ragu, wisatawan dapat bertanya kepada warga setempat yang umumnya sudah mengenal lokasi Bukit Lingga dengan baik.

Akses jalan menuju puncak saat ini telah diperlebar dan menggunakan aspal beton sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat bisa melintas.

Wisatawan bahkan dapat langsung menuju area parkir yang berada tidak jauh dari kawasan pura, sehingga pendakian tidak terlalu melelahkan.

Meski memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam Bali, Bukit Lingga hingga kini belum dikelola secara optimal oleh pihak terkait.

Beberapa fasilitas dasar seperti jalan dan lampu penerangan memang sudah tersedia, namun kondisi kawasan masih terlihat kurang terawat.

“Sebenarnya tempat ini sangat bisa dikembangkan menjadi spot wisata spiritual,” kata Mangku Pura Puseh lan Desa Adat Dawan, I Ketut Mude Rana.

Pantauan di lapangan menunjukkan adanya spot foto yang kini terbengkalai, yang sebelumnya sempat menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Menurut Rana, kawasan tersebut pernah dikembangkan dengan konsep ‘romantic hill’ yang sempat menarik perhatian wisatawan.

“Namun sepertinya tidak jalan. Sempat booming, tetapi terhenti karena COVID-19,” jelasnya.

Pemerintah daerah juga melihat potensi besar yang dimiliki Bukit Lingga sebagai destinasi wisata alam sekaligus religi di Bali.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Klungkung, Ida Bagus Gede Agung Prayudha, menyampaikan rencana pengembangan kawasan tersebut.

“Memang kami sudah menuju ke arah sana. Saat ini kami tengah menyusun rencana untuk bekerja sama dengan desa adat di sana,” terang Prayudha.

Upaya kolaborasi antara pemerintah dan desa adat diharapkan mampu menghidupkan kembali potensi Bukit Lingga sebagai destinasi unggulan.

Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini berpeluang menjadi salah satu destinasi wisata alam dan spiritual favorit di Bali ke depannya. (vip)

Berita Sebelumnya
Dinas Tepis Isu Kasus Hibah Fiktif

Heboh Hibah Fiktif PKBM, Disdikpora Kebumen Jelaskan Alur Dana dan Sistem Dapodik

Berita Selanjutnya
Polisikan Penyebar Hoax

Tak Terima Difitnah, Uya Kuya Laporkan 10 Akun Penyebar Hoaks