BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Menyambut masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 5 Purwokerto telah mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan pengamanan serta kualitas pelayanan kepada penumpang.
Dengan meningkatnya jumlah penumpang yang diprediksi akan terjadi selama periode tersebut, KAI Daop 5 Purwokerto memperketat pengawasan di tiga jalur rel yang menjadi sorotan khusus.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meminimalisir potensi gangguan perjalanan kereta api, terutama saat cuaca ekstrem yang sering terjadi menjelang Lebaran.
Mohamad Arie Fathurrochman, Vice President Daop 5 Purwokerto, mengungkapkan bahwa terdapat tiga titik khusus dalam wilayah kerja mereka yang memerlukan perhatian ekstra.
Ketiga titik tersebut dipilih berdasarkan potensi gangguan yang mungkin terjadi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami sebut bukan titik rawan bencana, tapi titik dengan pemantauan khusus. Di Purwokerto ada tiga titik,” jelas Arie setelah apel gelar pasukan di kantornya pada Jumat (13/3/2026).
Titik pertama terletak di jalur antara Langen hingga Banjar, Jawa Barat. Lokasi ini memiliki tebing di kanan dan kiri jalur rel, yang berpotensi mengalami longsor meskipun dalam sejarahnya belum pernah terjadi insiden serupa.
“Yang pertama di antara Langen-Banjar itu rawan longsor karena ada tebing di kanan kiri di jalur rel. Walaupun secara historis ini belum pernah terjadi,” ujarnya.
Titik kedua berada di wilayah Kawunganten hingga Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
Di lokasi ini terdapat jembatan rel kereta yang berisiko terkena dampak banjir apabila debit air meningkat.
“Lalu yang kedua di daerah Kawunganten-Jeruklegi itu ada jembatan yang rawan terhadap banjir,” jelas Arie lebih lanjut.
Sementara itu, titik ketiga terletak di jalur utara antara Stasiun Prupuk dan Linggapura.
Pada lokasi ini juga terdapat jembatan rel yang berpotensi mengalami gogosan pada bagian kaki penopang.
“Lalu di daerah Prupuk-Linggapura di kilometer 299 pada jembatan nomor 1109 ini rawan gogosan sehingga kaki penumpu dari jembatan itu perlu kami perhatikan,” ungkapnya.
Dalam rangka menghadapi lonjakan penumpang saat musim mudik Lebaran, KAI Daop 5 Purwokerto memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H+2 Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 13 ribu orang.
“Kami perkirakan puncak arus mudik itu di H+2 dengan jumlah penumpang kurang lebih 13 ribuan,” kata Arie.
Untuk mendukung kelancaran operasional selama masa Angkutan Lebaran, KAI Daop 5 Purwokerto menyiapkan ratusan personel keamanan.
Sebanyak 360 personel keamanan disiagakan untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api, diperkuat dengan tambahan 82 personel dari TNI.
Penempatan petugas dilakukan di berbagai titik strategis seperti stasiun dan dalam kereta api, serta patroli di jalur rel.
“Seluruh personel keamanan akan disiagakan untuk melakukan pengamanan di berbagai titik strategis, baik di dalam kereta api maupun secara mobile melalui patroli di jalur kereta api serta obyek penting lainnya seperti depo lokomotif dan depo kereta,” jelas Arie lebih lanjut mengenai strategi pengamanan tersebut.
Tak hanya fokus pada aspek keamanan, KAI juga berupaya memastikan kondisi jalur tetap aman selama masa mudik dengan menyiapkan tambahan petugas.
Total terdapat 58 petugas ekstra yang disiapkan untuk masa Angkutan Lebaran ini.
Mereka terdiri dari 50 Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) tambahan serta lima Petugas Penjaga Jalur Lintasan (PJL) tambahan.
Dengan kehadiran petugas-petugas tersebut, KAI berharap bisa memastikan bahwa jalur rel tetap dalam kondisi aman saat dilalui oleh kereta api selama masa puncak arus mudik tersebut.
Arie menambahkan bahwa masa posko Angkutan Lebaran akan berlangsung selama 18 hari, dimulai dari tanggal 13 hingga 30 Maret 2026.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan baik sarana maupun prasarana pada masa sebelumnya sehingga hari ini kami pastikan seluruh jajaran beserta seluruh alat produksi siap menghadapi angkutan Lebaran,” kata Arie meyakinkan publik tentang kesiapan operasional mereka.
Di sisi lain, KAI Daop 5 Purwokerto juga memberikan perhatian khusus kepada penumpang disabilitas agar dapat menikmati layanan transportasi kereta api dengan lebih nyaman dan aman.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan disabilitas, sebanyak 70 petugas frontliner mengikuti pelatihan pelayanan disabilitas yang digelar oleh UPT Service On Train Stasiun Purwokerto.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petugas mengenai kebutuhan pelanggan disabilitas agar mereka dapat memberikan layanan yang optimal dan inklusif.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As’ad Habibuddin menjelaskan bahwa pelatihan tersebut sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan bagi para penumpang disabilitas.
“Petugas frontliner merupakan garda terdepan dalam pelayanan kepada pelanggan. Oleh karena itu, penting bagi kami untuk memahami kebutuhan pelanggan disabilitas sehingga mereka dapat memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan optimal saat menggunakan transportasi kereta api,” ujarnya.
Para peserta pelatihan menerima berbagai materi mengenai pemahaman disabilitas, terutama bagi pengguna tunarungu.
Mereka diperkenalkan dengan Bahasa Isyarat Indonesia melalui Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), serta mempraktikkan bahasa isyarat mulai dari huruf A hingga Z, angka-angka dasar serta percakapan sederhana sehari-hari.
Kegiatan pelatihan ini tidak hanya dimaksudkan untuk memperluas wawasan petugas tetapi juga untuk membantu mereka berkomunikasi secara lebih efektif dengan penumpang tunarungu ketika berada dalam situasi nyata selama perjalanan kereta api.
As’ad menambahkan bahwa KAI Daop 5 Purwokerto juga telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi penumpang disabilitas di stasiun-stasiun mereka sebagai komitmen untuk meningkatkan aksesibilitas layanan transportasi kereta api bagi seluruh lapisan masyarakat.
“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar transportasi kereta api dapat diakses dengan mudah, aman dan nyaman oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup As’ad menegaskan niat perusahaan untuk terus memperbaiki layanan mereka demi kepuasan semua pelanggan.
Dengan langkah-langkah proaktif ini, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam hal keamanan tetapi juga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpangnya termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus menjelang musim mudik Lebaran tahun ini. (dms/stch/dda)
















