Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Meriah! Festival Nokor Sangkranta 2026 Warnai Tahun Baru Kamboja

Ritual dan Atraksi Budaya Tahun Baru KambojaRitual dan Atraksi Budaya Tahun Baru Kamboja
TAMPIL: Prosesi rangkaian acara perayaan Tahun Baru Kamboja 2026 atau Choul Chnam Thmey

BANYUMASEKSPRES.ID, PHNOM PENH – Perayaan Tahun Baru Kamboja 2026, yang dikenal sebagai Choul Chnam Thmey, resmi dimulai pada Selasa, 14 April 2026, dengan upacara sakral yang diadakan di Wat Phnom.

Perayaan ini berlangsung selama tiga hari dan menjadi bagian dari festival Nokor Sangkranta 2026, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di ibu kota Kamboja, Phnom Penh.

Upacara pembukaan festival tersebut dipimpin oleh Hun Many, yang menjabat sebagai wakil perdana menteri sekaligus presiden Persatuan Pemuda Kamboja.

“Prosesi penyambutan tahun baru dilakukan secara khidmat sebagai bagian dari tradisi keagamaan masyarakat,” ungkap Hun Many dalam pidatonya.

Tahun Baru Kamboja atau Choul Chnam Thmey tidak hanya sekadar perayaan spiritual, namun juga berfungsi sebagai ajang promosi budaya dan pariwisata bagi negara tersebut.

Dalam rangkaian pembukaan festival ini, terlihat kehadiran sejumlah pejabat pemerintah, warga lokal hingga wisatawan mancanegara yang berpartisipasi merayakan acara tersebut.

Seperti pada tradisi sebelumnya, banyak warga memilih pulang kampung untuk merayakan tahun baru bersama keluarga.

Namun, sebagian lainnya tetap tinggal di kota untuk melakukan ritual di rumah mereka, seperti menyiapkan persembahan sebagai simbol harapan akan berkah dan keharmonisan.

Festival Nokor Sangkranta 2026 direncanakan berlangsung selama enam hari dengan lebih dari 20 kegiatan budaya, seni dan keagamaan yang sangat beragam.

Selain di Wat Phnom, kegiatan festival ini juga dilaksanakan di berbagai lokasi lainnya seperti pasar Toul Tumpung serta kawasan sekitar Istana Kerajaan.

Beragam aktivitas tradisional turut memeriahkan festival ini mulai dari ritual membangun gunung pasir hingga prosesi mengelilingi patung Buddha dan upacara pemandian patung Buddha.

Pawai budaya dan pertunjukan seni menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang hadir dalam festival ini.

Choul Chnam Thmey merupakan perayaan terbesar di Kamboja dengan makna spiritual yang mendalam.

Masyarakat biasanya mengunjungi kuil-kuil untuk memberikan sedekah serta mendoakan leluhur mereka sebagai simbol awal kehidupan baru yang penuh harapan.

Perayaan ini tidak hanya dirayakan di Phnom Penh saja, tetapi juga di berbagai daerah lain dengan antusiasme tinggi, termasuk dari generasi muda serta para wisatawan asing yang ingin menyaksikan langsung keindahan budaya Kamboja.

Momentum seperti ini dinilai sangat penting untuk melestarikan budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata Kamboja agar semakin berkembang.

Festival Nokor Sangkranta 2026 menjadi salah satu event tahunan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kamboja.

Selain itu, perayaan ini juga memberi kesempatan kepada pelaku industri pariwisata untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan mereka kepada pengunjung domestik maupun mancanegara.

Dengan adanya festival ini, bukan hanya budaya dan tradisi Kamboja yang dapat dikenalkan kepada dunia luar, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal.

Kegiatan-kegiatan dalam rangkaian festival mencakup berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Kamboja seperti tarian Apsara dan musik tradisional Khmer.

Hal ini menunjukkan kekayaan budaya Kamboja yang patut dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi mendatang.

Selain itu, festival ini juga menyediakan platform bagi seniman lokal untuk menampilkan karya-karya mereka sehingga dapat menarik perhatian lebih banyak orang. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Operasional Pulau Umang Dihentikan

KKP Segel Pulau Umang Usai Viral Dijual 65 Miliar di Internet

Berita Selanjutnya
Resmi Cabut Laporan

Azizah Salsha Resmi Cabut Laporan di Bareskrim Polri, Konflik dengan Bigmo Berakhir Damai