BANYUMASEKSPRES.ID, Desa Jrahi di Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, menjadi salah satu destinasi favorit saat musim liburan. Kawasan ini menawarkan pengalaman camping dengan panorama alam yang memikat.
Wisata Desa Jrahi terletak di lereng Pegunungan Muria yang dikenal memiliki udara sejuk dan pemandangan hijau. Lokasinya berjarak sekitar 33 kilometer dari pusat Kota Pati.
Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu kurang lebih satu jam dengan kendaraan. Akses jalan yang naik turun justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Sesampainya di lokasi, pengunjung langsung disuguhkan pemandangan Kota Pati dari ketinggian. Lanskap perbukitan dan pegunungan terlihat jelas dan memanjakan mata.
Saat sore hari, wisatawan berkesempatan menikmati momen matahari terbenam. Pemandangan sunset terlihat indah selama tidak tertutup bukit di sekitar lokasi.
Sementara pada pagi hari, suasana terasa lebih segar dengan embun khas pegunungan. Udara yang sejuk membuat pengalaman berwisata terasa lebih nyaman.
Pengelola wisata Jrahi, Yusuf mengatakan kawasan ini selalu ramai saat musim liburan. Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati suasana alam hingga bermalam.
“Fasilitas sendiri ada lapangan untuk camping, lapangan Pancasila karena desa dikenal wisata Pancasila, kedai kopi dan spot foto di atas bukit dengan pemandangan alam,” kata Yusuf ditemui di lokasi, Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan, Desa Jrahi juga dikenal sebagai Desa Pancasila. Julukan ini muncul karena keberagaman masyarakat yang hidup rukun.
“Wisata Pancasila karena Jrahi bagai Indonesia mini ada Kristen, Islam, Buddha dan penganut kepercayaan dan mereka hidup rukun,” jelas dia.
Bagi wisatawan yang ingin bermalam, tersedia fasilitas penyewaan tenda. Pengelola menyediakan tenda dengan kapasitas hingga empat orang.
Harga sewa tenda cukup terjangkau dan bervariasi tergantung kebutuhan. Untuk penggunaan umum, tarifnya sekitar Rp 100 ribu.
“Untuk camping umum sewa tenda kapasitas 4 orang itu Rp 100 ribu, untuk acara sekolah dan ibadah Rp 80 ribu, untuk acara ibadah tidak dikenakan sewa tempat,” jelas dia.
Selain camping, wisatawan juga bisa menikmati fasilitas kedai kopi yang berada di atas bukit. Tempat ini menjadi salah satu spot favorit pengunjung.
Dari kedai tersebut, pengunjung bisa menikmati pemandangan luas ke arah pegunungan dan Kota Pati. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut.
“Pemandangan yang terlihat kami berada di ketinggian 500 meter dari permukaan laut, tetap bisa melihat gunung, ke gunung tetap bisa melihat gunung,” jelasnya.
Menurut Yusuf, lonjakan pengunjung biasanya terjadi saat hari libur panjang. Bahkan, pihak pengelola terkadang harus membatasi jumlah wisatawan.
“Hari raya sangat ramai, bahkan kami banyak menolak tamu karena terlalu ramai. Takut pelayanan kurang maksimal. Yang datang dari Pati, Jepara, Kudus dan Rembang,” ujarnya.
Wisatawan yang datang tidak hanya dari Pati. Banyak juga pengunjung dari daerah sekitar seperti Rembang, Kudus, hingga Jepara.
Salah satu wisatawan, Heri Puryanto, mengaku datang bersama rombongan. Ia memilih Desa Jrahi untuk menikmati suasana alam sekaligus bermalam.
“Pemandangan dari sini bagus, bisa menikmati keindahan alam Pegunungan Muria Kota Pati dari sini, pokoknya indah dan suasana adem, airnya juga dingin,” kata Heri ditemui di lokasi. (vip)
















