BANYUMASEKSPRES.ID, Bek veteran berusia 38 tahun itu mengumumkan keputusan pensiun hanya beberapa hari setelah tampil pada partai final Piala Dunia 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya dan langsung mendapat perhatian luas dari para pendukung Albiceleste maupun pecinta sepak bola dunia.
Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan panjang Otamendi bersama tim nasional Argentina yang telah ia bela selama bertahun-tahun.
Sepanjang karier internasionalnya, ia dikenal sebagai salah satu bek paling tangguh dan konsisten yang dimiliki Albiceleste.
Berbagai turnamen bergengsi telah ia jalani, mulai dari Copa America hingga Piala Dunia, dengan dedikasi penuh terhadap negaranya.
Dalam unggahan perpisahannya, Otamendi mengakui bahwa keputusan untuk meninggalkan tim nasional bukanlah sesuatu yang mudah.
Ia mengungkapkan bahwa mengenakan seragam Argentina merupakan impian terbesar yang telah dimilikinya sejak masih kecil.
Baginya, kesempatan membela negara adalah kehormatan tertinggi yang diberikan oleh sepak bola.
“Hari ini saya harus menulis kata-kata paling sulit dalam karier saya. Saya bermimpi sejak saya muda untuk mengenakan kostum timnas Argentina, itu adalah kebanggaan terbesar yang diberikan sepak bola pada saya,” tulis Otamendi.
Mantan bek Manchester City tersebut juga menegaskan bahwa selama membela Argentina, ia selalu bermain dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab.
Ia memahami betapa besar arti tim nasional bagi jutaan masyarakat Argentina sehingga selalu berusaha memberikan penampilan terbaik di setiap pertandingan.
“Saya menjaganya dengan sepenuh hati, dengan kebanggaan, dengan tanggung jawab, lantaran mengetahui artinya bagi jutaan rakyat Argentina,” lanjutnya.
Otamendi mengaku bersyukur pertandingan terakhirnya bersama Argentina berlangsung di panggung final Piala Dunia 2026.
Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah kalah di partai puncak, ia tetap merasa bangga atas perjuangan seluruh tim hingga akhir pertandingan.
“Keberuntungan memilih saya bahwa laga terakhir saya adalah final Piala Dunia. Itu bukan hasil yang kami inginkan, namun saya pergi dengan kepala tetap tegak, karena terus berusaha hingga detik terakhir,” ujarnya.
Bek berpengalaman itu juga menegaskan dirinya meninggalkan tim nasional tanpa penyesalan.
Menurutnya, selama bertahun-tahun mengenakan seragam Albiceleste, ia telah memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki dan tidak pernah setengah hati dalam membela negaranya.
“Saya mengucapkan selamat tinggal dengan pikiran yang damai karena saya sudah memberikan yang terbaik. Saya selalu habis-habisan, tidak pernah berhenti untuk percaya, dan tidak pernah berhenti untuk berpikir bahwa jersey ini adalah hal terhebat dalam hidup saya,” katanya.
Di akhir pesannya, Otamendi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pendukung Argentina, rekan setim, staf pelatih, dan keluarganya yang selalu memberikan dukungan sepanjang perjalanan karier internasionalnya.
Ia juga menitipkan pesan kepada generasi penerus Albiceleste agar terus menjaga semangat juang dan kebanggaan saat membela negara.
“Untuk mereka yang masih mengenakan jersey saat ini, saya ingin berkata sesuatu dari dalam hati saya: ‘Jangan pernah berhenti untuk percaya. Ada kebanggaan yang bakal tetap tercatat dalam sejarah, namun kecintaan terhadap warna ini akan bertahan seumur hidup’,” tuturnya.
Pensiunnya Nicolas Otamendi menjadi penutup perjalanan salah satu bek terbaik dalam sejarah modern Timnas Argentina.
Dengan pengalaman, kepemimpinan, dan dedikasi yang ditunjukkannya selama bertahun-tahun, Otamendi meninggalkan warisan besar bagi sepak bola Argentina.
Kini, Albiceleste akan memasuki era baru dengan generasi penerus yang diharapkan mampu melanjutkan tradisi prestasi serta semangat juang yang selama ini diwariskan oleh para pemain senior seperti Nicolas Otamendi. (*/stch/dda)














