Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Langka! Tiga Anak Harimau Bengal Putih Lahir di Kebun Binatang Kemaman Malaysia
Pasokan Petani Berkurang, Harga Cabai di Purwokerto Tembus 40 Ribu per Kilogram

Pasokan Petani Berkurang, Harga Cabai di Purwokerto Tembus 40 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Tembus Rp40 Ribu per KiloHarga Cabai Tembus Rp40 Ribu per Kilo
HARGA NAIK: Harga cabai merah di Pasar Manis Purwokerto naik akibat pasokan berkurang selama musim kemarau, Selasa(4/8)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas, mulai mengalami kenaikan pada awal Agustus 2026.

Komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan adalah cabai merah dan bawang merah, sementara beberapa jenis sayuran juga mulai mengalami penurunan pasokan akibat musim kemarau yang memengaruhi hasil panen petani.

Kondisi tersebut membuat para pedagang harus menyesuaikan harga jual karena stok yang masuk ke pasar tradisional semakin terbatas.

Meski demikian, permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok masih tergolong stabil.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Manis Purwokerto, Yatno, mengatakan harga cabai merah saat ini mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp34 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram.

Menurut Yatno, kenaikan harga terutama disebabkan oleh berkurangnya hasil panen petani selama musim kemarau.

Curah hujan yang rendah membuat produktivitas tanaman cabai menurun sehingga jumlah pasokan yang masuk ke pasar tidak sebanyak biasanya.

“Pasokan dari petani berkurang karena musim kemarau, sehingga hasil panennya tidak sebanyak saat musim hujan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk jenis cabai lainnya, harga masih relatif stabil di kisaran Rp36 ribu hingga Rp37 ribu per kilogram.

Namun, apabila kondisi cuaca tidak segera membaik, tidak menutup kemungkinan harga komoditas tersebut juga akan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu ke depan.

Selain cabai merah, pasokan berbagai jenis sayuran juga mulai menurun.

Beberapa komoditas seperti timun, wortel, sawi, pakcoy, kacang panjang, dan jagung kini lebih sedikit tersedia dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Meski stok mulai menipis, aktivitas jual beli di Pasar Manis Purwokerto masih berlangsung normal.

Pedagang menyebut jumlah pembeli belum mengalami perubahan yang signifikan sehingga permintaan tetap terjaga.

Pedagang lainnya, Kamisah, mengatakan harga bawang merah juga mengalami kenaikan akibat terbatasnya pasokan dari distributor.

Berkurangnya stok membuat pedagang harus membeli dengan harga yang lebih tinggi sehingga berdampak pada harga jual kepada konsumen.

Berbeda dengan bawang merah, harga bawang putih justru mengalami penurunan.

Jika sebelumnya dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram, kini harga bawang putih turun menjadi sekitar Rp36 ribu per kilogram, sehingga sedikit meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dapur.

Para pedagang menilai musim kemarau menjadi faktor utama yang memengaruhi produksi pertanian di sejumlah daerah pemasok.

Keterbatasan air membuat pertumbuhan tanaman kurang optimal, bahkan sebagian tanaman mengalami kerusakan sehingga hasil panen menurun.

Selain dipengaruhi kondisi cuaca, meningkatnya kebutuhan sayuran untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga ikut menyerap hasil panen petani.

Akibatnya, pasokan yang masuk ke pasar tradisional menjadi lebih terbatas dibandingkan biasanya.

Kombinasi antara berkurangnya produksi akibat musim kemarau dan meningkatnya permintaan dari berbagai sektor menyebabkan keseimbangan pasokan dan kebutuhan terganggu.

Dampaknya, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga di tingkat pedagang.

Menurut Kamisah, kelangkaan barang di tingkat petani menjadi penyebab utama kenaikan harga yang terjadi saat ini.

Ia memperkirakan kondisi tersebut masih berkaitan dengan cuaca yang mengurangi ketersediaan air serta memengaruhi kualitas tanaman.

Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar hasil panen kembali meningkat dan pasokan ke pasar menjadi lebih lancar.

Dengan bertambahnya stok dari petani, harga berbagai komoditas diharapkan kembali stabil sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan.

Apabila pasokan hasil panen mulai kembali normal dalam beberapa pekan mendatang, harga cabai, bawang merah, maupun komoditas sayuran lainnya diperkirakan akan kembali bergerak stabil.

Kenaikan harga komoditas pangan pada awal Agustus 2026 menjadi gambaran bahwa faktor cuaca masih memiliki pengaruh besar terhadap sektor pertanian dan distribusi pangan.

Oleh karena itu, stabilitas pasokan dari petani menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, termasuk di Pasar Manis Purwokerto. (zet/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kelahiran Langka Tiga Harimau Bengal Putih

Langka! Tiga Anak Harimau Bengal Putih Lahir di Kebun Binatang Kemaman Malaysia