Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Timnas Indonesia Wajib Menang atas Singapura Usai Kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026
Langka! Tiga Anak Harimau Bengal Putih Lahir di Kebun Binatang Kemaman Malaysia

Langka! Tiga Anak Harimau Bengal Putih Lahir di Kebun Binatang Kemaman Malaysia

Kelahiran Langka Tiga Harimau Bengal PutihKelahiran Langka Tiga Harimau Bengal Putih
Ilustrasi harimau bengal putih

BANYUMASEKSPRES.ID, MALAYSIA – Kebun Binatang Kemaman yang berada di kawasan Bukit Takal, Terengganu, Malaysia, memiliki daya tarik baru setelah memperkenalkan tiga anak harimau bengal putih kepada publik.

Ketiga satwa langka yang baru berusia empat bulan tersebut diproyeksikan menjadi ikon baru kebun binatang sekaligus menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ketiga anak harimau jantan itu diberi nama Rory, Bima, dan DB. Mereka lahir pada 14 Maret 2026 dari pasangan harimau bengal putih bernama Lela Andika dan Luna Seroja.

Kelahiran tiga anak harimau sekaligus dalam satu kali persalinan menjadi peristiwa yang sangat jarang terjadi dan mendapat perhatian luas dari pecinta satwa serta pengelola konservasi.

Ketua Komite Pariwisata, Kebudayaan, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Terengganu, Datuk Razali Idris, menyebut kelahiran tersebut sebagai pencapaian luar biasa bagi Kebun Binatang Kemaman.

Menurutnya, harimau bengal putih umumnya hanya melahirkan satu hingga dua anak dalam setiap proses kelahiran, sehingga lahirnya tiga anak sekaligus merupakan kejadian yang sangat langka.

“Kelahiran tiga anak harimau ini merupakan pencapaian yang luar biasa karena sangat jarang terjadi. Biasanya harimau bengal putih hanya melahirkan satu atau dua anak dalam satu kali kelahiran,” ujarnya.

Razali menjelaskan bahwa kedua induk harimau, Lela Andika dan Luna Seroja, didatangkan dari Cape Town, Afrika Selatan, pada 2024 sebagai bagian dari program pengembangan koleksi satwa sekaligus upaya konservasi spesies langka tersebut di Malaysia.

Saat ini Rory, Bima, dan DB masih menjalani pemantauan intensif oleh tim dokter hewan serta perawat satwa.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan ketiga anak harimau tumbuh sehat, memperoleh nutrisi yang cukup, dan berkembang sesuai dengan tahapan usianya.

Menurut Razali, keberadaan tiga anak harimau bengal putih bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian satwa liar yang terancam punah.

Ia berharap para pengunjung yang datang tidak sekadar menikmati kesempatan melihat satwa langka dari dekat, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kelestarian habitat dan mendukung berbagai program konservasi yang dilakukan lembaga-lembaga perlindungan satwa.

Sementara itu, Direktur Kebun Binatang Kemaman, Wan Muzammir Wan Ariff, mengatakan kebun binatang yang beroperasi sejak tahun 2009 tersebut saat ini menjadi rumah bagi sekitar 380 satwa dari berbagai spesies.

Menurutnya, Kebun Binatang Kemaman terus berupaya meningkatkan kualitas fasilitas, pelayanan, serta program edukasi agar mampu memberikan pengalaman yang menarik sekaligus bermanfaat bagi setiap pengunjung.

Pada tahun 2025, Kebun Binatang Kemaman berhasil menerima sekitar satu juta pengunjung.

Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata edukasi berbasis konservasi satwa di Malaysia.

Dengan hadirnya tiga anak harimau bengal putih yang kini menjadi primadona baru, pihak pengelola optimistis jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat secara signifikan sepanjang tahun 2026.

Wan Muzammir memperkirakan total kunjungan dapat melampaui 1,5 juta wisatawan hingga akhir tahun.

Target tersebut dinilai realistis mengingat antusiasme masyarakat terhadap kelahiran satwa langka sangat tinggi, terutama di kalangan keluarga, pelajar, dan wisatawan asing.

Selain menjadi objek wisata favorit, Kebun Binatang Kemaman juga terus mengembangkan berbagai program edukasi mengenai konservasi satwa liar.

Pengunjung diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem serta ancaman yang dihadapi berbagai spesies langka akibat perburuan liar, hilangnya habitat, dan perubahan lingkungan.

Kehadiran Rory, Bima, dan DB diharapkan menjadi simbol keberhasilan upaya konservasi sekaligus menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap perlindungan satwa yang keberadaannya semakin terancam.

Dengan perpaduan antara wisata, edukasi, dan konservasi, Kebun Binatang Kemaman berharap dapat terus menjadi salah satu destinasi wisata keluarga unggulan di Malaysia sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian harimau bengal putih untuk generasi mendatang. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Hidup Mati Garuda di Kandang Singa

Timnas Indonesia Wajib Menang atas Singapura Usai Kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026