Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Banjarnegara Bangun 50 Unit Huntara Tahap Pertama, Prioritaskan Lansia dan Korban Rentan

50 Unit Huntara Mulai Dibangun50 Unit Huntara Mulai Dibangun
PASANG KERANGKA: Proses pembangunan huntara untuk korban longsor Situkung, Pandanarum

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Setelah lebih dari seminggu lamanya ribuan warga Dusun Situkung terpaksa tinggal di pengungsian akibat longsor yang melanda, kini ada secercah harapan dengan dimulainya pembangunan hunian sementara (huntara).

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara secara resmi telah memulai pembangunan 50 unit huntara sebagai langkah awal relokasi penyintas dari zona merah bencana.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pasca bencana yang sangat dinantikan oleh para korban.

Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana, menyampaikan bahwa pembangunan huntara dimulai setelah tercapainya kesepakatan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa terkait lokasi pembangunannya.

“Alhamdulillah sudah clear, antara Pemda dan Pemdes terkait lokasi huntara. Sudah ada kesepakatan, jadi sejak kemarin huntara ini sudah mulai dibangun,” ujarnya ketika mengunjungi lokasi pembangunan pada Senin (24/11).

Dari total kebutuhan lebih dari 200 rumah yang tidak lagi layak huni, tahap awal pembangunan ini hanya bisa merealisasikan 50 unit huntara karena keterbatasan lahan.

“Yang lahannya sudah siap kami bangun dulu. Sambil mempersiapkan lahan lagi untuk kembali dibangun huntara berikutnya,” jelas Amalia.

Data sementara menunjukkan bahwa ratusan rumah mengalami kerusakan berat akibat longsor tersebut, mulai dari tertimbun material hingga mengalami retakan parah yang mengancam keselamatan penghuni.

“Data keseluruhan rumah yang tidak bisa kembali ditempati sedang kami verifikasi ulang. Mungkin sampai 200 rumah lebih. Karena rumah warga yang di atas tidak bisa digunakan, yang tertimbun jelas. Kemudian ada yang sudah retak-retak,” ungkap Amalia, menggambarkan betapa gentingnya situasi di lapangan.

Dengan terbatasnya jumlah huntara pada tahap pertama ini, Bupati menekankan pentingnya memprioritaskan kelompok masyarakat paling rentan untuk menempati hunian tersebut terlebih dahulu.

“Untuk siapa yang didahulukan menempati huntara tahap pertama, tentunya melihat skala prioritas. Mungkin korban sakit stroke atau korban lansia,” katanya dengan penuh empati.

Selain fokus pada pembangunan huntara, dukungan dari berbagai pihak juga mulai berdatangan untuk memperkuat upaya pemulihan bencana di daerah tersebut.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut serta dalam memberikan dukungan penting dengan membantu pembangunan talud di area terdampak guna meningkatkan keamanan dan stabilitas tanah.

“Ada bantuan dari Baznas untuk membuat talud. Jadi dengan kondisi saat ini harus saling mengisi mana yang bisa dikerjakan Pemda, provinsi, pusat, atau masyarakat,” jelas Amalia.

Proses lanjutan pembangunan huntara masih menunggu kesiapan lahan berikutnya agar semua pengungsi dari Dusun Situkung dapat segera meninggalkan tenda darurat dan mendapatkan tempat tinggal sementara yang lebih layak.

Pemerintah daerah berharap seluruh pengungsi tidak lagi harus bertahan dalam tenda dalam jangka waktu panjang mengingat kondisi cuaca dan potensi bencana susulan yang mungkin terjadi.

Pembangunan kerangka awal untuk hunian sementara ini menjadi langkah penting dalam proses pemulihan masyarakat Dusun Situkung pasca longsor besar yang mereka alami.

Meski perjalanan masih panjang hingga semua warga dapat kembali ke kehidupan normal mereka, upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat menunjukkan optimisme bahwa masa depan lebih baik dapat dicapai bersama. (jud/dda)

Berita Sebelumnya
Dijegal Andalan Malaysia di Final

Ganda Campuran Indonesia Jafar/Felisha Dijegal Wakil Malaysia di Final Australian Open 2025

Berita Selanjutnya
Dilaporkan Atas Dugaan Perselingkuhan

Beredar Rekaman CCTV Perselingkuhan Inara Rusli dengan Rekan Bisnis, Ini Penjelasan Manajernya