Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Kebumen Hentikan Sementara Proyek Jalan untuk Lancarkan Arus Mudik Lebaran 2026

Proyek Jalan Nasional DihentikanProyek Jalan Nasional Dihentikan
PEMKAB RAPAT: Suasana koordinasi lintas sektoral yang digelar Pemerintah Kabupaten Kebumen di Gedung Setda Kebumen, Senin (16/3)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam upaya mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik menjelang Idul Fitri 2026, Pemerintah Kabupaten Kebumen mengumumkan penghentian sementara pengerjaan proyek jalan nasional di ruas Kebumen–Purworejo–Karangnongko.

Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diperkirakan akan meningkat signifikan selama periode mudik.

Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada tanggal 15 dan 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada tanggal 24-25 Maret dan 27-28 Maret 2026.

Informasi tersebut terungkap dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang diadakan di Gedung Setda Kebumen pada hari Senin, 16 Maret.

Rapat ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama yang diwakili oleh Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman, Bupati Kebumen Hj. Lilis Suryani, Wakil Bupati H. Zaenal Miftah, serta sejumlah pejabat penting lainnya.

Dalam paparannya, Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menjelaskan bahwa pihak Polres Kebumen telah mempersiapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.

Operasi ini bertujuan untuk menjamin keamanan masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Polres Kebumen bersama jajaran akan mengoptimalkan Operasi Ketupat Candi 2026 untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan mudik maupun merayakan Idul Fitri di wilayah Kebumen,” tegas Kompol Faris.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Polres Kebumen telah menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu di titik-titik strategis sepanjang jalur mudik yang melintasi wilayah Kabupaten Kebumen.

Hal ini dilakukan agar masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman mereka.

Kompol Faris juga mengingatkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026.

Untuk mengatasi lonjakan kendaraan yang mungkin terjadi, pihak Polres telah menyiapkan rekayasa lalu lintas serta meningkatkan patroli dan pengamanan di beberapa titik rawan kecelakaan maupun kemacetan.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Edi Rianto menambahkan bahwa Posko Terpadu Angkutan Lebaran akan mulai beroperasi dari tanggal 13 hingga 29 Maret 2026.

Pemkab juga telah menyiapkan jalur alternatif dan memasang Rambu Peringatan Penunjuk Jalan (RPPJ) portable di tujuh titik strategis untuk membantu pemudik dalam menemukan rute yang lebih lancar.

Terkait infrastruktur jalan, pemerintah setempat telah mempercepat pemeliharaan jalan kabupaten dengan penanganan darurat seperti penutupan lubang agar jalan-jalan tersebut siap dilalui sebelum masa mudik tiba.

Upaya ini merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan kenyamanan para pemudik selama perjalanan mereka.

Untuk mendukung kesehatan dan keselamatan para pemudik, empat Pos Kesehatan Terpadu serta enam Pos Kesehatan di destinasi wisata populer juga telah disiapkan.

Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode libur Lebaran.

Dalam konteks stabilitas ekonomi daerah, Pemerintah Kabupaten Kebumen memastikan bahwa stok pangan dalam kondisi surplus dan aman.

Meski ada fluktuasi harga pada beberapa komoditas seperti cabai, pemerintah berkomitmen untuk terus memantau pasar agar harga barang kebutuhan pokok tetap terkendali demi kesejahteraan masyarakat.

Rapat koordinasi lintas sektoral ini juga menjadi wadah bagi berbagai instansi untuk bersinergi dalam menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat selama momen mudik Lebaran.

Dengan adanya kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan semua aspek dapat terkelola dengan baik sehingga tidak ada kendala berarti saat masyarakat melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Jalur Utama ke Dieng Aman Dilalui

Disparbud Wonosobo Pastikan Jalur Utama ke Dieng Aman dan Layak Dilalui Wisatawan

Berita Selanjutnya
Raperda Anak Fokus Bullying dan Gawai

DPRD Purbalingga Bahas Raperda Perlindungan Anak, Fokus pada Bullying dan Bahaya Gadget