BANYUMASEKSPRES.ID, WONOSOBO – Dalam beberapa hari terakhir, beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa akses jalan menuju Dieng terputus akibat longsor.
Namun, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menegaskan bahwa jalur utama menuju kawasan wisata terkenal, Dieng, yang dikenal juga sebagai “Negeri di Atas Awan”, dalam kondisi aman dan layak untuk dilalui oleh para wisatawan.
Penjelasan ini sangat penting untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat terkait situasi terkini di jalur tersebut.
Fahmi menjelaskan lebih lanjut bahwa berita mengenai jalan putus tersebut merupakan salah kaprah terkait lokasi yang disebutkan.
Longsor yang menjadi buah bibir netizen sebenarnya terjadi di jalur alternatif Pejawaran–Batur, yang terletak di wilayah Kabupaten Banjarnegara, bukan di jalur utama dari Wonosobo menuju Dieng.
“Jalur utama dari Kota Wonosobo menuju Dieng dipastikan tetap aman dan dapat dilalui wisatawan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak termakan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegas Fahmi dengan penuh percaya diri.
Bukan hanya terjaga keamanannya, akses menuju Dieng saat ini justru semakin nyaman berkat perbaikan yang dilakukan pemerintah setempat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyelesaikan sejumlah pekerjaan perbaikan dan pengaspalan di beberapa titik jalan.
“Jalur utama kini lebih halus, jalur alternatif dari Temanggung via Tambi juga sudah dilakukan pelebaran di beberapa titik, seperti di kawasan Kebun Teh Sikathok,” tambahnya.
Untuk memastikan perjalanan para pengunjung tetap menyenangkan dan terhindar dari disinformasi, Disparbud Wonosobo menyediakan panduan rute bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Dieng.
Bagi kendaraan kecil, terdapat dua rute yang bisa dipilih: rute Ngadirejo–Canggal dengan jarak sekitar 47 kilometer atau jalur Temanggung–Kledung–Candiyasan.
Kedua jalur ini menawarkan panorama alam yang menakjubkan, mulai dari kebun teh Tambi hingga pemandangan indah Telaga Bedakah dan Gunung Cilik.
Sementara itu, bagi bus besar, pihak Disparbud mewajibkan penggunaan jalur utama Parakan–Kledung–Kertek demi menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan.
Hal ini sangat penting mengingat kontur jalan pegunungan yang sering kali menuntut kewaspadaan tinggi dari pengemudi.
Mengingat bahwa rute menuju Dieng didominasi oleh tanjakan ekstrem dan tikungan tajam, Fahmi memberikan imbauan khusus agar wisatawan tidak menyepelekan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan.
“Pastikan rem, mesin, dan bahan bakar dalam kondisi prima. Jika lelah selama perjalanan, manfaatkan rest area yang tersedia di sepanjang jalan untuk beristirahat sejenak. Jangan memaksakan diri,” pungkasnya dengan tegas.
Pentingnya menjaga keselamatan serta kenyamanan selama perjalanan menuju Dieng tak bisa dianggap remeh.
Kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia dengan keindahan alamnya yang luar biasa serta kekayaan budaya yang menarik untuk dieksplorasi.
Oleh karena itu, pihak Disparbud Wonosobo terus berupaya memberikan informasi terkini kepada masyarakat agar tidak ada lagi kesalahpahaman mengenai akses menuju tempat wisata ini.
Dieng sendiri terkenal dengan fenomena alamnya yang unik seperti kawah aktif, telaga berwarna-warni, serta ritual budaya tradisional yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas Dieng sebagai tujuan wisata semakin meningkat seiring dengan maraknya promosi melalui media sosial dan acara-acara budaya yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dengan segala potensi wisata tersebut, keberadaan jalur akses yang aman dan nyaman sangatlah krusial untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo. (*/stch/dda)
















