Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Purbalingga Siapkan 300–400 Miliar untuk Perbaikan Jalan Seluruh Wilayah

Jalan Rusak Butuh Rp400 MJalan Rusak Butuh Rp400 M
TARLING: Bupati Purbalingga H Fahmi Muhammad Hanif saat Tarawih Keliling Amaliyah Ramadan 1447 H di Masjid At Taqwa, Desa Cipaku, Mrebet, Senin (2/3/2026) malam

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga berkomitmen untuk menyelesaikan kerusakan jalan yang melanda seluruh wilayahnya, dan diperkirakan akan memerlukan anggaran yang tidak sedikit, yakni antara Rp300 miliar hingga Rp400 miliar.

Angka tersebut mencerminkan tantangan besar bagi pemerintah daerah, terutama di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pada tahun 2026.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Purbalingga H Fahmi Muhammad Hanif saat menggelar kegiatan Tarawih Keliling Amaliyah Ramadan 1447 H di Masjid At Taqwa, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet pada malam Senin, 2 Maret 2026.

“PR masih banyak. Karena dibutuhkan sekitar Rp300 miliar hingga Rp400 miliar untuk menuntaskan semua kerusakan,” ujar Fahmi dengan nada serius.

Ia menegaskan bahwa program Alus Dalane akan tetap dilanjutkan sebagai respons terhadap aspirasi masyarakat mengenai infrastruktur jalan yang sangat dibutuhkan.

Penganggaran untuk perbaikan jalan ini akan terus dilakukan pada tahun 2026.

“Ini akan terus kami anggarkan di 2026 ini,” tambahnya, menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan masalah infrastruktur selama masa jabatannya sebagai bupati.

Dalam pandangannya, infrastruktur jalan bukan hanya sebuah kebutuhan dasar, tetapi juga merupakan penopang aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Selain fokus pada perbaikan jalan, Pemkab Purbalingga juga berkomitmen untuk menjalankan berbagai program kesejahteraan masyarakat.

Beberapa program tersebut mencakup bantuan sosial yang ditujukan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, bantuan produktif guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta dukungan dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Semua program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Purbalingga secara keseluruhan.

Dalam forum Tarling tersebut, aspirasi dari warga Desa Cipaku juga turut disampaikan melalui Camat Mrebet, Hendro Prasetyo.Warga setempat meminta agar pelebaran jalan dari Cipaku menuju Binangun hingga Dukuh Jumbleng segera direalisasikan.

Selain itu, perbaikan gorong-gorong yang mengalami amblas juga menjadi perhatian utama warga.

Mereka merasa bahwa kondisi jalan Karangnangka-Cipaku perlu diperhatikan karena banyaknya pohon besar di sepanjang jalur tersebut yang membuat jalan semakin menyempit dan merusak saluran air.

Dengan kebutuhan anggaran yang mencapai Rp400 miliar, tantangan terbesar bagi pemerintah daerah bukan hanya terletak pada komitmen untuk memperbaiki infrastruktur jalan tetapi juga pada konsistensi dalam merealisasikan rencana tersebut serta menentukan prioritas penanganan ruas-ruas jalan yang paling krusial.

Dalam konteks ini, publik kini menantikan sejauh mana janji-janji tersebut dapat terealisasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.

Ruang lingkup perbaikan infrastruktur memang sangat penting bagi perkembangan ekonomi suatu daerah.

Jalan yang baik dan aman akan mendukung kelancaran transportasi barang dan mobilitas penduduk, sehingga berdampak positif terhadap aktivitas perdagangan serta sektor-sektor lain yang bergantung pada aksesibilitas.

Oleh karena itu, langkah-langkah konkret perlu segera diambil agar harapan warga untuk memiliki jalan yang layak dapat terwujud.

Dalam acara Tarawih Keliling ini, tampak jelas antusiasme warga Desa Cipaku dalam menyampaikan harapan mereka kepada bupati.

Ini menjadi salah satu bentuk interaksi langsung antara pemimpin dan rakyatnya di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah.

Warga berharap agar suara mereka didengar dan ditindaklanjuti dengan tindakan nyata.

Bupati Fahmi juga menekankan bahwa selain perbaikan fisik jalan dan infrastruktur lainnya, penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap program yang dijalankan.

Dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan terkait pembangunan infrastruktur, diharapkan hasilnya akan lebih sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pencairan Bansos PKH BPNT 2026, Begini Cara Mengecek Penerima

Pencairan Bansos PKH-BPNT 2026, Simak Cara Cek Penerima Secara Online

Berita Selanjutnya
Rumah Makan Roboh, Tiga Luka

Rumah Makan di Tlogopragoto Kebumen Runtuh, 3 Pengunjung Alami Luka-luka