Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pencarian Korban Longsor Situkung Banjarnegara Masih Nihil setelah Dua Hari, 16 Orang Belum Ditemukan

Dua Hari Pencarian Korban Longsor Situkung NihilDua Hari Pencarian Korban Longsor Situkung Nihil
DAMPAK LONGSOR: Kerusakan pada area pertanian Situkung yang terdampak longsor, Kerugian akibat longsor dari sektor pertanian mencapai Rp 2,9 miliar

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Tragedi longsor yang melanda Dukuh Situkung di Desa Pandanarum, Banjarnegara, masih menyisakan duka mendalam.

Memasuki hari kesembilan sejak bencana terjadi pada Senin (24/11), pencarian korban longsor terus dilanjutkan meski hasilnya masih nihil.

Tim penyelamat menghadapi tantangan besar karena kedalaman material longsor yang mencapai sekitar 20 meter.

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, menyatakan bahwa pencarian pada hari itu tidak membuahkan hasil.

“Untuk hari ini nihil, tidak ditemukan korban di area longsor,” ungkap Budiono.

Kendala medan yang sangat berat ini tidak menyurutkan semangat tim gabungan yang terdiri dari 900 personel.

Mereka dibantu oleh tiga anjing pelacak K9 serta 25 alat berat yang terus beroperasi untuk menyingkirkan timbunan tanah dan mencari korban yang masih hilang.

Hingga kini, tercatat ada 16 orang yang belum ditemukan, sementara 12 korban lainnya telah berhasil ditemukan namun dalam kondisi tidak bernyawa.

Dampak longsor ini tidak hanya berhenti pada hilangnya nyawa manusia. Longsor Situkung telah menghancurkan sumber kehidupan warga setempat.

Lahan pertanian seluas 44 hektare mengalami kerusakan berat. Tanaman padi, jagung, cabai, tomat, nilam hingga kapulaga yang menjadi tumpuan ekonomi penduduk setempat rusak parah.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Dinkanak) Banjarnegara, Firman Adhi, merinci bahwa kerugian di bidang pertanian akibat bencana ini mencapai Rp 2,9 miliar.

Sektor peternakan juga ikut terpuruk di tengah bencana ini. Material longsor menimbun kandang-kandang warga sehingga sedikitnya 30 ekor sapi dan 250 ekor kambing mati tertimbun.

Banyak ternak yang masih hidup terpaksa dievakuasi atau dijual cepat ke desa tetangga untuk menghindari kerugian lebih lanjut.

Firman menambahkan bahwa total kerugian dari sektor peternakan diperkirakan mencapai Rp 640 juta.

Di tengah situasi darurat ini, solidaritas komunitas turut berperan penting dalam membantu para korban bencana.

Komunitas kambing-domba serta berbagai kelompok masyarakat lainnya menyediakan pakan darurat untuk ternak yang berhasil diselamatkan.

Bantuan ini menjadi secercah harapan bagi para peternak untuk dapat mempertahankan sisa-sisa penghidupan mereka di tengah keterbatasan.

Tidak ketinggalan infrastruktur pertanian turut mengalami kerusakan serius akibat tertimbun material longsoran.

Embung serta jaringan perpipaan irigasi dan saluran irigasi sekunder rusak berat sehingga sekitar 20 hektare sawah kehilangan suplai air dan tidak dapat ditanami dalam waktu dekat.

“Irigasi ini memang dibangun untuk mengaliri sekitar 20 hektare sawah,” jelas Firman lagi.

Kerugian pada infrastruktur pertanian tersebut diperkirakan mencapai Rp 494 juta. Jika ditotal dengan kerusakan di sektor pertanian dan peternakan, dampak ekonomi akibat longsor di Situkung mencapai Rp 4,1 miliar.

“Longsor di Dukuh Situkung ini telah merugikan sektor pertanian, peternakan serta infrastruktur pendukung dengan cukup signifikan,” tegas Firman sembari menambahkan bahwa angka tersebut merupakan perhitungan terakhir dari pihak terkait.

Bencana alam seperti longsor Situkung ini mengingatkan kita akan pentingnya langkah mitigasi bencana serta kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman serupa di masa depan.

Meskipun upaya pencarian korban masih berlangsung dengan segala keterbatasannya harapan akan ditemukannya korban selamat tetap menjadi doa seluruh pihak terkait.

Dalam situasi sulit seperti ini semangat kebersamaan dan saling membantu menjadi kekuatan utama bagi masyarakat terdampak untuk bangkit kembali membangun kehidupan mereka yang porak poranda akibat bencana alam.

Bagi keluarga korban serta seluruh warga Situkung ujian berat ini menuntut ketabahan ekstra dalam menghadapi kenyataan pahit tersebut sembari berharap agar segala upaya pencarian membuahkan hasil positif secepatnya meski waktu terus berjalan tanpa kepastian kapan akhir dari tragedi ini akan tiba. (jud/bay/dda)

Berita Sebelumnya
Penyaluran BLT Kesra kembali berlangsung melalui jaringan kantor pos di berbagai daerah

Cara Mudah Mencairkan BLT Kesra di Kantor Pos untuk Penerima Bantuan

Berita Selanjutnya
Chelse vs Barcelona Malam Penentu di Stamford Bridge

Live Streaming Chelsea vs Barcelona: Duel Panas Perebutan Tiket ke 16 Besar Liga Champions 2025