Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Penyaluran KUR 2026 Tembus 96 Triliun, Sektor Mikro Jadi Fokus Pengentasan Kemiskinan

Penyaluran KUR Mikro Tembus Rp 70 TPenyaluran KUR Mikro Tembus Rp 70 T
Menteri Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada sektor usaha mikro hingga Minggu, 3 Mei 2026, telah mencapai angka signifikan sebesar Rp 70 triliun.

Ini merupakan bagian dari total realisasi penyaluran KUR yang mencapai Rp 96 triliun.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menekankan bahwa penyaluran pembiayaan ini menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Sektor usaha mikro memiliki peranan yang sangat vital, terutama karena mayoritas pelaku usaha dalam kategori ini berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah serta pekerja informal.

Dalam konteks ini, KUR berfungsi sebagai jembatan untuk memberikan akses permodalan yang lebih baik kepada mereka yang membutuhkan.

“Kami terus mengoptimalkan sektor usaha mikro dan kecil sebagai ujung tombak pengentasan kemiskinan melalui berbagai instrumen kebijakan,” ungkap Maman Abdurrahman.

Kementerian UMKM berfokus untuk menjangkau kelompok masyarakat dari desil 1 (sangat miskin) hingga desil 4 (rentan miskin).

Upaya ini bukan hanya sekadar penyaluran dana, namun juga mencakup dorongan untuk memanfaatkan fasilitas publik milik pemerintah, swasta, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai ruang usaha produktif bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

“Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih kolaboratif, sekaligus membuka peluang kerja baru, terutama bagi generasi muda,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menjelaskan bahwa pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif memegang peranan strategis dalam menyerap tenaga kerja serta menciptakan pelaku usaha baru di berbagai lapisan masyarakat.

Pemerintah menargetkan hingga tahun 2029, sedikitnya 10 juta masyarakat dapat bekerja secara formal atau menjadi wirausaha.

“Ini menjadi kewajiban bersama agar target penurunan kemiskinan ekstrem pada 2026 dan kemiskinan nasional maksimal 5 persen pada 2029 dapat tercapai,” kata Muhaimin.

Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa upaya penyaluran KUR tidak hanya sekadar angka statistik. Di balik setiap pinjaman ada harapan bagi para pelaku usaha mikro untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Dengan akses permodalan yang lebih baik, diharapkan pelaku usaha dapat mengembangkan bisnis mereka, meningkatkan pendapatan keluarga, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap perekonomian lokal dan nasional.

Pemerintah menyadari bahwa tantangan dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem sangat kompleks.

Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Indonesia, termasuk pendidikan yang minim, kurangnya keterampilan teknis di kalangan pekerja, serta akses terbatas terhadap pasar dan informasi.

Oleh karena itu, program-program seperti KUR diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi masalah-masalah ini.

Selain itu, Maman Abdurrahman juga menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pengembangan UMKM.

Hal ini mencakup peningkatan kemampuan manajerial para pelaku usaha mikro melalui pelatihan-pelatihan yang tepat dan relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pendidikan dan sektor swasta untuk menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi pengembangan kapasitas sumber daya manusia. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kirab Tenong Tradisi Syukur Panen

Kirab 1.000 Tenong di Banjarnegara, Tradisi Ruwat Bumi yang Penuh Makna

Berita Selanjutnya
Sempat Dirawat, Kondisi Kini Stabil

Sir Alex Ferguson Sempat Drop Jelang Laga MU vs Liverpool, Kini Dalam Pemantauan