Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Permintaan Sapi Kurban di Cilacap Meningkat Jelang Iduladha, Stok Capai 100 Ekor

Permintaan Hewan Kurban MeningkatPermintaan Hewan Kurban Meningkat
SIAP JUAL : Stok sapi jenis limosin dan lokal milik pedagang di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos tampak melimpah

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, permintaan terhadap hewan kurban di wilayah Cilacap mengalami peningkatan signifikan.

Situasi ini sangat dirasakan oleh para pedagang sapi di daerah tersebut, termasuk yang berada di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos.

Salah satu pedagang sapi setempat, Aris Prihanto, menyatakan bahwa permintaan sapi dari masyarakat meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

“Saat ini kami memiliki stok sekitar 100 ekor sapi yang didominasi oleh jenis limosin,” ujar Aris saat diwawancarai pada Senin (4/5).

Dalam hal harga, Aris menjelaskan bahwa sapi jenis limosin dipasarkan mulai dari Rp 25 juta per ekor.

Namun, ia juga menekankan bahwa harga tersebut dapat bervariasi tergantung pada bobot dan kondisi fisik sapi.

“Kalau bobotnya tinggi, tentu harga jualnya juga akan lebih tinggi,” jelasnya dengan tegas.

Selain sapi limosin, Aris juga menawarkan sapi jenis lokal yang tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berkurban.

Menurutnya, sapi lokal masih diminati karena dianggap lebih terjangkau dalam hal harga dan lebih mudah dalam perawatan.

Ia menambahkan, pernah ada momen ketika ia menjual sapi lokal dengan harga mencapai Rp 70 juta.

Harga tersebut dipengaruhi oleh bobot sapi yang hampir mencapai satu ton serta kondisi kesehatan hewan tersebut.

“Waktu itu bobotnya hampir satu ton, jadi harganya bisa mencapai Rp 70 juta,” katanya.

Peningkatan permintaan hewan kurban biasanya terjadi mendekati hari raya, seiring masyarakat mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk perayaan Iduladha.

Dalam situasi seperti ini, ketersediaan stok menjadi sangat penting agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Biasanya saya mencari hewan kurban di masyarakat sekitar terlebih dahulu, baru jika stok benar-benar habis saya akan mengambil dari luar kota,” tandas Aris.

Para pedagang seperti Aris tidak hanya menghadapi tantangan dalam menyediakan hewan kurban yang cukup untuk memenuhi permintaan, tetapi juga harus memperhatikan kualitas dan kesehatan hewan yang akan dijual.

Hal ini penting mengingat tradisi berkurban merupakan bagian penting dari perayaan Iduladha bagi umat Islam.

Dengan meningkatnya kesadaran tentang kesehatan hewan dan perlunya menjaga kesejahteraan hewan kurban selama proses pemeliharaan hingga penjualan, para pedagang dituntut untuk lebih memperhatikan aspek-aspek tersebut. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Gus Ipul: Data Bansos Belum Akurat

Gus Ipul Klarifikasi Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat 27 Miliar: Baru Rencana, Belum Final

Berita Selanjutnya
Lima Ribu Lowongan Ada di Job Fair

Pemkab Banjarnegara Gelar Job Fair 2026, 33 Perusahaan Sediakan 5.000 Lowongan Kerja