Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Prediksi Brasil vs Maroko Piala Dunia 2026: Tanpa Neymar, Selecao Diuji Singa Atlas

Berburu Gelar Dihadang Singa AtlasBerburu Gelar Dihadang Singa Atlas

BANYUMASEKSPRES.ID, AMERIKA SERIKAT – Timnas Brasil memulai perjalanan mereka dalam mengejar gelar Piala Dunia keenam dengan tantangan berat di laga pembuka Grup C.

Pada pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 Juni pukul 05.00 WIB, tim Samba akan menghadapi Maroko, sebuah tim yang datang dengan kepercayaan diri yang tinggi setelah mencuri perhatian dunia dalam beberapa tahun terakhir ini.

Brasil memasuki turnamen dengan wajah baru di bawah arahan pelatih Carlo Ancelotti.

Pelatih asal Italia tersebut menjalani pengalaman pertamanya dalam memimpin sebuah negara di ajang Piala Dunia setelah meninggalkan kursi kepelatihan Real Madrid dan menerima tantangan besar untuk mengembalikan kejayaan Selecao.

Namun, persiapan Brasil menuju turnamen tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Dalam beberapa tahun terakhir, tim ini mengalami berbagai tantangan dan gejolak, mulai dari pergantian pelatih hingga hasil pertandingan yang dianggap belum memenuhi ekspektasi publik.

Situasi semakin rumit ketika Neymar, bintang utama Brasil, masih belum pulih sepenuhnya dari cedera betis.

Pemain berusia 34 tahun tersebut dipastikan absen saat menghadapi Maroko dan hingga kini belum ada kepastian kapan dia akan kembali ke lapangan.

Tidak hanya Neymar yang menjadi kehilangan besar bagi skuad Brasil, tetapi sejumlah pemain penting lainnya juga harus absen akibat cedera.

Rodrygo, Estevao, Eder Militao, hingga Wesley tidak akan masuk dalam skuad untuk laga ini, membuat Carlo Ancelotti terpaksa melakukan banyak penyesuaian terutama di lini belakang.

Di sektor pertahanan, Brasil masih mengandalkan pengalaman Marquinhos dan Gabriel Magalhaes untuk menjaga kekuatan pertahanan mereka.

Namun absennya beberapa pemain kunci membuat posisi bek kanan menjadi salah satu titik lemah dalam skuad Brasil saat ini.

Danilo dan Ibanez muncul sebagai kandidat utama untuk mengisi posisi tersebut.

Selain itu, gelandang Ederson juga dipertimbangkan untuk membantu memperkuat lini pertahanan.

Sementara itu, perhatian khusus tertuju kepada Vinicius Junior di lini depan sebagai motor serangan utama Brasil.

Performa impresifnya bersama Real Madrid di bawah asuhan Ancelotti membuat publik menaruh harapan besar kepadanya.

Jika banyak tim unggulan lainnya mendapatkan lawan relatif ringan di laga pertama Piala Dunia, Brasil justru langsung menghadapi salah satu lawan paling berbahaya di grup ini.

Maroko datang dengan reputasi yang terus meningkat, terutama setelah penampilan mengejutkan mereka di Piala Dunia 2022.

Saat itu, Singa Atlas berhasil menyingkirkan sejumlah kekuatan besar Eropa dan mencapai semifinal turnamen bergengsi tersebut.

Prestasi luar biasa itu menjadikan Maroko tidak lagi dipandang sebagai tim pelengkap dalam turnamen besar tingkat dunia.

Kekuatan Maroko dibangun dari banyak pemain berbakat yang berkembang di kompetisi elite Eropa, terutamanya yang berasal dari Spanyol dan Prancis.

Kombinasi antara kualitas individu dan pengalaman internasional membuat mereka diyakini mampu memberi perlawanan yang berarti kepada Brasil dalam laga pembuka ini.

Namun perjalanan Maroko menuju Piala Dunia juga tidak sepenuhnya mulus. Mereka sempat gagal meraih gelar Piala Afrika setelah kalah dari Senegal di final.

Namun kemudian gelar diberikan kepada Maroko akibat sanksi yang dijatuhkan kepada Senegal terkait masalah administratif yang terjadi sebelum pertandingan final berlangsung.

Perubahan juga terjadi pada kursi kepelatihan Maroko menjelang turnamen kali ini.

Walid Regragui meninggalkan jabatannya beberapa bulan sebelum dimulainya Piala Dunia dan Federasi Sepakbola Maroko kemudian menunjuk Mohamed Ouahbi sebagai pelatih baru.

Ouahbi sebelumnya sukses membawa Maroko menjuarai Piala Dunia U-20 dan kini bertekad meneruskan kesuksesan tersebut di level senior.

Menjelang laga melawan Brasil, Maroko harus menghadapi situasi sulit lainnya dengan kehilangan beberapa pemain kunci akibat cedera.

Bek Nayef Aguerd dan winger Abde Ezzalzouli dipastikan tidak dapat bermain setelah mengalami masalah fisik dalam laga persahabatan terakhir mereka menjelang turnamen.

Meskipun tekanan semakin bertambah dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh timnya, pelatih Mohamed Ouahbi menegaskan bahwa timnya tidak datang dengan rasa takut saat berhadapan dengan Brasil.

Ia bahkan memastikan bahwa Maroko memiliki target ambisius untuk meraih kemenangan dalam laga pembuka tersebut.

“Brasil adalah negara sepakbola yang hebat,” tegas Ouahbi kepada awak media menjelang pertandingan.

Ia menunjukkan keyakinan bahwa timnya siap untuk bersaing dan membuktikan bahwa pencapaian mereka sebelumnya bukanlah sekadar keberuntungan semata.

“ Kami ingin menang di laga nanti,” tutupnya penuh semangat.

Secara sejarah head to head antara kedua tim ini, Brasil masih unggul dengan mencatatkan dua kemenangan dari tiga pertemuan melawan Maroko sebelumnya.

Salah satu pertemuan paling bersejarah terjadi pada Piala Dunia 1998 ketika Brasil menang 3-0 lewat gol-gol dari Ronaldo, Rivaldo, dan Bebeto.

Meskipun nama besar Brasil tetap menjadikan mereka sebagai favorit juara dalam laga ini, namun pertandingan melawan Maroko diprediksi tidak akan berjalan mudah bagi mereka.

Ini akan menjadi ujian awal bagi racikan taktik Carlo Ancelotti sekaligus pembuktian apakah Maroko masih mampu melanjutkan kisah kejutan mereka di panggung dunia sepakbola internasional.

Dengan segala drama dan dinamika yang menyelimuti kedua tim menjelang laga ini, publik tentunya berharap dapat menyaksikan pertandingan yang menarik serta penuh emosi antara dua negara dengan ambisi besar untuk meraih kesuksesan di ajang bergengsi Piala Dunia kali ini. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Mahasiswa Demo di Bundaran HI

BEM UI Demo Besar di Bundaran HI, 1.500 Mahasiswa Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM dan Sembako

Berita Selanjutnya
Polres Salurkan Bantuan untuk Pelajar

Polres Kebumen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 15 Pelajar Kurang Mampu di Ayah