Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BEM UI Demo Besar di Bundaran HI, 1.500 Mahasiswa Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM dan Sembako

Mahasiswa Demo di Bundaran HIMahasiswa Demo di Bundaran HI
DEMO : Mahasiswa melakukan aksi di Bundaran HI, Jumat (12/6). Mereka mengajukan lima tuntutan

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Pada hari Jumat, tanggal 12 Juni, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi di kawasan strategis Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Aksi ini melibatkan sekitar 1.500 peserta yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Indonesia.

Demonstrasi ini merupakan hasil konsolidasi yang dilakukan oleh seluruh BEM fakultas di universitas tersebut, menunjukkan kesatuan suara mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi mereka.

Aksi ini dijadwalkan dimulai pada pukul 10.00 WIB dan bertujuan untuk menarik perhatian pemerintah terhadap lima tuntutan utama yang dianggap mendesak dan perlu segera ditindaklanjuti.

Lima tuntutan tersebut telah dirumuskan melalui proses internal yang melibatkan diskusi dan perdebatan di kalangan mahasiswa, sehingga mencerminkan suara kolektif mereka.

Tuntutan pertama yang disampaikan adalah meminta pemerintah untuk menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal ini menunjukkan keprihatinan mahasiswa terhadap penggunaan anggaran negara yang tidak efisien dan tidak transparan.

Mahasiswa berpendapat bahwa seharusnya anggaran negara digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir orang atau proyek-proyek yang tidak jelas manfaatnya.

Selanjutnya, mahasiswa juga menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

Dalam beberapa bulan terakhir, harga-harga barang pokok mengalami lonjakan yang signifikan, menyulitkan masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah.

Tuntutan ini mencerminkan harapan mahasiswa agar pemerintah dapat lebih peka terhadap kondisi ekonomi rakyat dan mengambil langkah-langkah konkret untuk menstabilkan harga.

Dalam aksi tersebut, tuntutan ketiga adalah penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahasiswa berargumen bahwa program tersebut tidak efektif dan perlu dievaluasi kembali.

Mereka percaya bahwa alokasi dana untuk program sosial seharusnya diarahkan pada solusi yang lebih berkelanjutan dan tidak hanya bersifat sementara.

Tuntutan keempat menyangkut pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Mahasiswa melihat pentingnya pengembangan ekonomi lokal melalui koperasi sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat desa.

Mereka berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap inisiatif-inisiatif semacam ini agar masyarakat desa semakin mandiri secara ekonomi.

Tuntutan terakhir dari mahasiswa adalah penghentian militerisme di ranah sipil serta desakan kepada Prabowo Subianto untuk berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya.

Permintaan ini menunjukkan sikap kritis mahasiswa terhadap intervensi militer dalam urusan sipil serta harapan akan adanya pertanggungjawaban dari para pemimpin politik.

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Mora, turut menjelaskan alasan di balik aksi unjuk rasa tersebut.

Ia menegaskan bahwa selama ini pemerintah terkesan mengabaikan aspirasi rakyat meskipun sudah banyak aksi demonstrasi yang digelar di depan gedung DPR dan Istana Negara.

“Karena selama ini kita sudah berkali-kali melakukan aksi di tempat-tempat pemerintahan, baik itu di patung kuda maupun di depan gedung DPR dan tidak pernah sekalipun kita melihat adanya perubahan yang datang dari pemerintah,” ujarnya saat ditemui di depan Gedung DPR pada hari yang sama.

Mora menambahkan bahwa Bundaran HI dipilih sebagai lokasi demonstrasi karena merupakan objek vital negara yang sering dilewati banyak orang.

Dengan memilih lokasi ini, mereka berharap dapat menarik perhatian lebih banyak masyarakat serta media massa sehingga tuntutan mereka bisa didengar oleh pengambil keputusan.

Ia juga mengungkapkan pentingnya bagi mahasiswa untuk terus bersuara demi masa depan bangsa.

Menurut Mora, aksi semacam ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kami ingin agar suara kami sampai ke telinga pemerintah,” tambahnya dengan penuh semangat.

Aksi demonstrasi ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang isu-isu penting yang sedang terjadi di negeri ini.

Dengan berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa, mahasiswa berharap dapat meningkatkan kesadaran politik masyarakat luas mengenai tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh bangsa saat ini. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,35 Persen

PDRB Purbalingga Tembus 9,5 Triliun, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Capai 5,35 Persen

Berita Selanjutnya
Berburu Gelar Dihadang Singa Atlas

Prediksi Brasil vs Maroko Piala Dunia 2026: Tanpa Neymar, Selecao Diuji Singa Atlas