BANYUMASEKSPRES.ID, Sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai, aktivitas belanja perlengkapan sekolah di wilayah Purwokerto dan Purbalingga mengalami lonjakan signifikan.
Pekan terakhir masa libur sekolah dimanfaatkan para orang tua untuk membeli berbagai kebutuhan anak, mulai dari seragam sekolah, tas, sepatu, buku tulis, alat tulis kantor (ATK), hingga perlengkapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kondisi ini membuat sejumlah toko perlengkapan sekolah dipadati pembeli sejak pagi hingga malam hari dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet para pedagang.
Di Kabupaten Purbalingga, peningkatan penjualan perlengkapan sekolah bahkan mencapai lima kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
Sementara itu, di wilayah Purwokerto, Banyumas, jumlah pembeli meningkat sekitar tiga hingga empat kali lipat menjelang hari pertama masuk sekolah.
Fenomena ini menjadi rutinitas tahunan yang selalu terjadi setiap menjelang dimulainya kalender pendidikan baru.
Salah satu pedagang perlengkapan sekolah di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Siti Nur Khasanah, mengatakan bahwa lonjakan pembeli mulai terasa dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, produk yang paling banyak dicari masyarakat adalah seragam sekolah berbagai jenjang, perlengkapan pramuka, atribut sekolah, hingga kebutuhan untuk mengikuti kegiatan MPLS.
“Alhamdulillah ada peningkatan penjualan dibanding hari biasa. Yang paling banyak dicari adalah seragam sekolah, perlengkapan pramuka, dan kebutuhan untuk MPLS,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, toko miliknya telah menambah stok berbagai jenis perlengkapan sekolah sejak beberapa waktu lalu.
Tidak hanya seragam dan atribut sekolah, tetapi juga buku tulis, alat tulis, tas sekolah, sepatu, hingga perlengkapan penunjang kegiatan belajar mengajar lainnya. Selain menambah stok, jam operasional toko juga diperpanjang.
Jika pada hari biasa toko tutup pukul 19.00 WIB, kini pelayanan diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB agar dapat melayani seluruh pembeli.
Salah seorang pembeli, Umsiyah, mengaku sengaja datang lebih awal untuk menghindari kehabisan ukuran seragam sekolah yang dibutuhkan anak saudaranya yang akan memasuki jenjang Sekolah Dasar.
Ia membeli satu set seragam lengkap beserta sabuk dan beberapa perlengkapan lainnya sebagai persiapan sebelum kegiatan belajar dimulai.
Menurut Siti, permintaan perlengkapan sekolah diperkirakan masih akan terus tinggi hingga Agustus mendatang.
Hal tersebut karena setelah kegiatan MPLS selesai, biasanya sekolah mulai mengadakan berbagai aktivitas kepramukaan yang membutuhkan atribut tambahan.
Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah toko perlengkapan sekolah di Purwokerto.
Berdasarkan pantauan pada akhir pekan, toko-toko perlengkapan sekolah dipenuhi orang tua yang datang bersama anak-anak mereka untuk memilih kebutuhan sekolah.
Rak-rak yang berisi tas, sepatu, buku tulis, tempat pensil, hingga berbagai perlengkapan belajar tampak ramai didatangi pengunjung.
Chief Store salah satu toko perlengkapan sekolah di Purwokerto Utara, Siswanto, mengatakan bahwa peningkatan jumlah pembeli sebenarnya sudah mulai terlihat sejak pertengahan Juni atau ketika masa libur sekolah dimulai.
Namun, puncak keramaian selalu terjadi sekitar satu minggu sebelum tahun ajaran baru dimulai.
“Mulai awal liburan sebenarnya sudah ramai, tetapi puncaknya memang H-1 minggu sampai H-1 masuk sekolah. Sekarang minggu terakhir libur dan Senin anak-anak sudah mulai sekolah,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa jumlah pembeli meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat dibandingkan hari-hari normal.
Produk yang paling banyak diminati meliputi tas sekolah, buku tulis, alat tulis, tempat pensil, sepatu, hingga berbagai aksesori sekolah lainnya.
Menghadapi lonjakan tersebut, pihak toko telah melakukan berbagai persiapan sejak satu bulan sebelumnya.
Stok barang ditambah dalam jumlah besar agar tidak terjadi kekurangan ketika permintaan meningkat.
Selain itu, area penjualan diperluas, jumlah kasir ditambah, dan jam operasional diperpanjang sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan lancar meskipun terjadi antrean panjang.
“Tahun ini penjualan juga meningkat dibanding tahun lalu. Kami sudah mengantisipasi dengan menambah stok sejak sebulan terakhir agar pelanggan tetap memiliki banyak pilihan,” kata Siswanto.
Di sisi lain, para orang tua mengakui bahwa kebutuhan sekolah menjadi salah satu pengeluaran terbesar menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Salah seorang warga Ajibarang, Atikah (43), mengatakan dirinya selalu menyiapkan anggaran khusus setiap tahun untuk membeli kebutuhan sekolah anak-anaknya.
Meskipun biaya yang dikeluarkan cukup besar, ia merasa terbantu dengan adanya promo dan potongan harga yang diberikan sejumlah toko.
“Memang setiap tahun ajaran baru kami pasti belanja kebutuhan sekolah. Pengeluarannya lumayan besar, tetapi ada beberapa barang yang sedang diskon sehingga cukup membantu,” ujarnya.
Peningkatan penjualan perlengkapan sekolah ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi para pedagang, tetapi juga menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak, para pelaku usaha berharap tren positif tersebut dapat terus berlangsung hingga beberapa pekan ke depan, terutama selama kegiatan MPLS dan aktivitas sekolah kembali berjalan normal. (zet/alw/stch/dda)
















