Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

15 Ribu Liter Air per Hari Digelontorkan untuk Siram Taman dan Median Jalan Purbalingga

Tanaman Median Jalan Mulai MengeringTanaman Median Jalan Mulai Mengering
RAWAT TANAMAN: Petugas DPUPR Kabupaten Purbalingga menyiram tanaman di median jalan menggunakan truk tangki

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Purbalingga mulai memberikan dampak terhadap kondisi ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan perkotaan.

Minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat sejumlah tanaman yang berada di median jalan utama mulai mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Purbalingga karena keberadaan tanaman kota memiliki peran penting dalam menjaga keindahan lingkungan sekaligus mendukung kualitas udara di kawasan perkotaan.

Untuk mengantisipasi tanaman mati akibat kekurangan air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga melakukan langkah cepat dengan meningkatkan intensitas penyiraman menggunakan armada truk tangki.

Setiap hari, DPUPR Purbalingga mengalokasikan sekitar 15 ribu liter air bersih khusus untuk merawat tanaman yang berada di sejumlah median jalan.

Kepala DPUPR Kabupaten Purbalingga, Drajat Uji Wahyono, mengatakan penyiraman dilakukan secara rutin menggunakan tiga unit truk tangki.

Masing-masing kendaraan memiliki kapasitas sekitar 5 ribu liter air sehingga total air yang digunakan setiap hari mencapai 15 ribu liter.

Menurutnya, penyiraman tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga tanaman tetap bertahan selama musim kemarau berlangsung.

Tanpa adanya suplai air tambahan, tanaman yang berada di ruang terbuka hijau perkotaan berpotensi mengalami kerusakan bahkan mati karena tidak mendapatkan pasokan air yang cukup dari curah hujan.

“Jika dibiarkan tidak disiram, tanaman akan mati. Jadi kami akan terus melakukan penyiraman manual,” ujar Drajat.

Ia menjelaskan, kegiatan penyiraman akan terus dilakukan selama kondisi cuaca masih menunjukkan musim kemarau.

DPUPR belum dapat memastikan kapan kegiatan tersebut akan dihentikan karena sangat bergantung pada perubahan cuaca dan intensitas hujan yang turun di wilayah Purbalingga.

Penyiraman tanaman difokuskan pada sejumlah ruas jalan utama yang memiliki banyak area penghijauan, seperti Jalan Jenderal Soedirman, Jalan MT Haryono, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Mayjen Sungkono.

Kawasan tersebut menjadi prioritas karena memiliki fungsi penting sebagai jalur utama aktivitas masyarakat sekaligus wajah perkotaan Purbalingga.

Selain menjaga estetika kota, keberadaan tanaman di median jalan juga memiliki manfaat lingkungan yang besar.

Tanaman dapat membantu mengurangi suhu panas di kawasan perkotaan, menyerap polusi udara dari kendaraan bermotor, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Langkah DPUPR Purbalingga dalam melakukan penyiraman rutin menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah daerah menghadapi dampak musim kemarau terhadap lingkungan perkotaan.

Dengan perawatan yang dilakukan secara berkala, tanaman di ruang terbuka hijau diharapkan tetap tumbuh dan mampu menjalankan fungsinya sebagai bagian dari sistem penghijauan kota.

Musim kemarau memang menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan ruang hijau.

Keterbatasan air membuat kebutuhan perawatan tanaman meningkat, terutama di kawasan yang tidak mendapatkan suplai air alami secara optimal.

Melalui penyiraman menggunakan armada truk tangki, DPUPR Purbalingga berupaya memastikan kondisi tanaman kota tetap terjaga hingga musim hujan kembali datang.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempertahankan kualitas lingkungan dan menciptakan kawasan perkotaan yang lebih asri, nyaman, serta ramah bagi masyarakat.

Dengan penggunaan sekitar 15 ribu liter air bersih setiap hari, pemerintah berharap seluruh tanaman di median jalan utama Purbalingga dapat bertahan menghadapi musim kemarau dan tetap menjadi elemen penting dalam mempercantik wajah kota. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Warga Sikampuh Adukan Peternakan Itik

Peternakan Itik di Sikampuh Dikeluhkan Warga karena Bau Menyengat, Satpol PP Cilacap Turun Tangan

Berita Selanjutnya
Korsleting, Rumah Warga Buayan Kebakaran

Rumah Warga Buayan Kebumen Terbakar, Uang Tunai 4 Juta dan Surat Berharga Ikut Hangus