Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sekolah Rakyat Banyumas Siapkan Sistem Pendidikan dengan Tiga Kurikulum dan Guru Tamu

Sekolah Rakyat Siapkan Guru TamuSekolah Rakyat Siapkan Guru Tamu
PENGASUH: Wali asuh pada Sekolah Rakyat Banyumas yang bertugas mendampingi murid di asrama

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sekolah Rakyat Banyumas terus mempersiapkan operasional pendidikan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menghadirkan guru tamu apabila kebutuhan tenaga pendidik belum sepenuhnya terpenuhi setelah proses rekrutmen guru tetap selesai.

Strategi tersebut dilakukan agar kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat Banyumas tetap berjalan optimal, terutama karena tahun ini sekolah tersebut membuka tiga jenjang pendidikan sekaligus, yaitu tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala Sekolah Rakyat Banyumas, Siti Isbandiyah, mengatakan pihaknya telah membentuk panitia transisi untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan operasional sekolah.

Persiapan dilakukan mulai dari kebutuhan tenaga pendidik, kurikulum, hingga sistem pendampingan siswa.

Menurut Siti, pembukaan tiga jenjang pendidikan membuat kebutuhan guru menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Karena itu, sekolah telah menyiapkan sejumlah skema agar proses belajar mengajar tetap berjalan sesuai rencana.

Sekolah Rakyat Banyumas menerapkan tiga jenis kurikulum, yaitu kurikulum persiapan, kurikulum inti atau kurikulum nasional, serta kurikulum keasramaan.

Pada tahap awal, peserta didik akan mengikuti masa matrikulasi sebelum masuk ke kegiatan MPLS.

“Dalam kurikulum persiapan kami diberikan waktu kurang lebih dua bulan untuk matrikulasi kemudian memulai MPLS. Di posisi itu jika belum ada pengumuman guru yang pasti hasil perekrutan maka kami sudah meminta bantuan melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Banyumas,” ujar Siti.

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga pendidik untuk jenjang SD telah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.

Sementara itu, kebutuhan guru untuk jenjang SMA akan mendapatkan dukungan dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Apabila kebutuhan guru belum terpenuhi melalui koordinasi tersebut, Sekolah Rakyat Banyumas telah menyiapkan langkah alternatif.

Salah satunya dengan memanfaatkan guru SMP yang sudah bertugas untuk membantu kegiatan pembelajaran di tingkat SMA.

Siti menyebut, tenaga pendidik untuk jenjang SMP saat ini telah terpenuhi.

Dengan kualifikasi yang dimiliki, sebagian guru tersebut dapat membantu mengajar di jenjang lain apabila diperlukan.

“Alhamdulillah untuk guru SMP sudah tercukupi,” jelasnya.

Selain memanfaatkan tenaga guru yang tersedia, Sekolah Rakyat Banyumas juga memiliki opsi menghadirkan guru tamu.

Guru tamu merupakan tenaga pendidik yang tidak berstatus sebagai guru tetap, tetapi dapat dilibatkan untuk mendukung proses pembelajaran sesuai kebutuhan sekolah.

Kehadiran guru tamu diharapkan menjadi solusi sementara apabila terdapat kekurangan tenaga pengajar pada mata pelajaran tertentu.

Dengan demikian, pelaksanaan MPLS dan kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung tanpa hambatan.

Saat ini, komposisi sumber daya manusia di Sekolah Rakyat Banyumas terdiri atas satu kepala sekolah, 12 guru, empat wali asrama, 10 wali asuh, dua tenaga tata usaha, satu bendahara, dua pembantu keuangan, satu operator Dapodik, tiga petugas keamanan, tiga customer service, serta tiga juru masak.

Jumlah tersebut masih dapat mengalami penambahan sesuai dengan perkembangan kebutuhan operasional sekolah.

Terlebih, Sekolah Rakyat Banyumas kini mengelola tiga jenjang pendidikan sekaligus dengan sistem pembelajaran yang juga menggabungkan aspek akademik dan keasramaan.

Siti mengatakan, pihak sekolah masih menunggu perkembangan terkait kebutuhan tenaga pendidik dan struktur organisasi ke depan.

Penyesuaian akan dilakukan sesuai dengan aturan serta kebutuhan sekolah.

“Nomenklaturnya kami belum tahu diganti atau tidak karena tahun ini di Sekolah Rakyat Banyumas sudah ada tiga jenjang yaitu SD, SMP dan SMA,” pungkasnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Sekolah Rakyat Banyumas berharap pelaksanaan MPLS dapat berjalan lancar dan menjadi awal pembentukan lingkungan pendidikan yang nyaman bagi para siswa.

Sekolah juga berkomitmen memastikan seluruh peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang baik sejak awal tahun ajaran. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dampak Kemarau Meluas, BPBD Cilacap Salurkan Total 221 Ribu Liter Air Bersih

Kekeringan Cilacap Makin Meluas, BPBD Salurkan 221 Ribu Liter Air Bersih untuk 11 Ribu Warga

Berita Selanjutnya
Solbakken Menangis Usai Norwegia Tersingkir

Stale Solbakken Menangis Usai Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Soroti Gol Kontroversial Inggris