Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Libur Sekolah Dongkrak Penumpang Kereta Api di Stasiun Cilacap, KAI Daop 5 Catat Kenaikan 7 Persen
MPLS SD Muhammadiyah Purwokerto Berlangsung Meriah, 102 Murid Baru Disambut Badut dan Musik Tradisional

MPLS SD Muhammadiyah Purwokerto Berlangsung Meriah, 102 Murid Baru Disambut Badut dan Musik Tradisional

MPLS Hadirkan Badut dan Pakaian AdatMPLS Hadirkan Badut dan Pakaian Adat
MPLS: Peserta didik baru SD Muhammadiyah Purwokerto berfoto bersama badut usai apel MPLS, Senin (13/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di SD Muhammadiyah Purwokerto berlangsung meriah dan penuh keceriaan.

Sebanyak 102 murid baru disambut dengan konsep ramah anak yang menghadirkan pertunjukan budaya, badut karakter, musik tradisional, hingga para guru yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru saat memasuki lingkungan sekolah.

Berbeda dengan kegiatan pengenalan sekolah yang cenderung formal, SD Muhammadiyah Purwokerto memilih menghadirkan suasana hangat, interaktif, dan penuh hiburan agar anak-anak merasa nyaman sejak hari pertama.

Sejak memasuki gerbang sekolah, para murid baru langsung disambut karakter badut Dino dan Pororo yang menghibur sekaligus mengajak mereka berinteraksi.

Kehadiran dua karakter tersebut membuat anak-anak tampak antusias, tersenyum, bahkan berani berbaur dengan teman-teman baru tanpa rasa canggung.

Suasana semakin semarak dengan alunan musik kentongan yang dimainkan selama proses penyambutan berlangsung.

Musik tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkenalkan budaya lokal sekaligus menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan.

Kepala SD Muhammadiyah Purwokerto, Sri Parti’ah, mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 dirancang agar siswa memperoleh kesan pertama yang positif terhadap dunia sekolah.

Menurutnya, hari pertama sekolah menjadi momen penting dalam membangun rasa percaya diri dan semangat belajar peserta didik.

“Pada hari pertama ini kami ingin memberikan kesan yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka datang ke sekolah bukan dengan rasa takut, tetapi dengan rasa gembira karena sekolah menjadi tempat yang nyaman untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep MPLS ramah anak merupakan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan psikologis peserta didik.

Karena itu, kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tidak lagi identik dengan aktivitas yang memberikan tekanan kepada siswa baru.

Sebaliknya, seluruh kegiatan dikemas secara edukatif, menyenangkan, dan interaktif.

“Kami ingin anak-anak mengenal guru, teman baru, serta lingkungan sekolah dengan suasana yang hangat. MPLS ini kami laksanakan tanpa adanya perploncoan, tetapi melalui kegiatan yang edukatif dan interaktif,” jelas Sri Parti’ah.

Selain menghadirkan badut dan musik tradisional, suasana unik juga terlihat dari para guru dan tenaga kependidikan yang mengenakan pakaian adat dari berbagai provinsi di Indonesia.

Beragam busana tradisional tersebut menjadi simbol keberagaman budaya Nusantara sekaligus media pembelajaran bagi peserta didik sejak hari pertama mereka berada di lingkungan sekolah.

Sri Parti’ah menilai pengenalan budaya sejak usia dini penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, menghargai perbedaan, serta memperkuat karakter kebangsaan.

“Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa Indonesia memiliki banyak budaya yang harus dihargai. Perbedaan bukan menjadi pemisah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling mengenal dan menghormati,” katanya.

Melalui konsep tersebut, sekolah berharap para siswa baru dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan belajar, mengenal guru dan teman-teman baru, serta merasa nyaman mengikuti proses pembelajaran pada tahun ajaran baru.

Dengan jumlah 102 murid baru, SD Muhammadiyah Purwokerto menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan sekolah tersebut.

Ke depan, sekolah berkomitmen untuk terus menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai budaya, serta penanaman wawasan kebangsaan sejak dini.

“Kami berkomitmen menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Harapannya anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, memiliki prestasi, serta tetap memiliki wawasan kebangsaan,” pungkas Sri Parti’ah. (dms/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Libur Sekolah, Penumpang Kereta Naik 7 Persen

Libur Sekolah Dongkrak Penumpang Kereta Api di Stasiun Cilacap, KAI Daop 5 Catat Kenaikan 7 Persen