BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya meningkatkan kesehatan perempuan, Puskesmas Bukateja telah memperluas sasaran skrining kanker serviks dengan fokus pada kalangan guru di wilayah Kecamatan Bukateja.
Langkah strategis ini diambil setelah Puskesmas berhasil melampaui target capaian skrining kanker leher rahim bagi Wanita Usia Subur (WUS) sepanjang tahun 2025.
Koordinator Bidang IVA Puskesmas Bukateja, Siti Nur Fatmah, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menjalin koordinasi dengan Korwilcam Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) untuk memfasilitasi para guru perempuan agar dapat mengikuti pemeriksaan IVA.
Fatmah menekankan pentingnya kolaborasi ini, “Kedepan kami juga ingin merambah ke instansi pemerintah. Misalnya, kami akan berkoordinasi dengan Korwilcam Dindikbud, jadi ibu-ibu guru juga bisa difasilitasi untuk melakukan tes IVA,” ungkapnya pada Jumat (8/5/2026).
Dengan melibatkan tenaga pendidik, diharapkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker serviks dapat meningkat, mengingat peran guru yang sangat strategis dalam membangun kesadaran kesehatan di kalangan masyarakat.
Keberhasilan program skrining kanker serviks yang dijalankan oleh Puskesmas Bukateja selama ini didukung oleh strategi jemput bola hingga tingkat Posyandu.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan medis tetapi juga melibatkan pendekatan edukatif kepada masyarakat.
Pengambilan spesimen untuk pemeriksaan dilakukan langsung di Posyandu setelah dilakukan sosialisasi masif mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks kepada masyarakat setempat.
“Pengambilan spesimen bisa dilakukan dari tingkat Posyandu, ini yang menjadi strategi capaian tahun 2025,” jelas Fatmah.
Puskesmas Bukateja menargetkan awalnya hanya 290 sasaran pemeriksaan, namun realitas menunjukkan bahwa sebanyak 299 wanita usia subur antara 30 hingga 69 tahun yang telah aktif secara seksual berhasil menjalani pemeriksaan.
Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas layanan kesehatan yang diberikan serta tingginya partisipasi masyarakat dalam program tersebut.
Program skrining ini juga didukung melalui pelayanan reguler di Puskesmas dan koordinasi lintas sektor bersama kader PKK serta pemegang program Keluarga Berencana (KB) di desa-desa.
Layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan IVA dan HPV DNA sebagai bagian integral dari upaya deteksi dini kanker serviks.
Deteksi dini sangatlah krusial karena dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mengurangi angka kematian akibat kanker serviks.
Dalam konteks kesehatan perempuan, kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan dan harus ditangani secara serius.
Data menunjukkan bahwa kanker serviks adalah penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia, sehingga upaya pencegahan melalui skrining menjadi sangat penting.
Puskesmas Bukateja berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan skrining dan menjangkau lebih banyak perempuan di daerah tersebut.
Pentingnya edukasi tentang kesehatan reproduksi tidak dapat diremehkan, terutama bagi kalangan guru yang merupakan agen perubahan dalam masyarakat.
Melalui program ini, para guru tidak hanya mendapatkan akses untuk pemeriksaan kesehatan tetapi juga menjadi contoh bagi siswa dan komunitas mereka dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Fatmah berharap bahwa partisipasi aktif para guru dalam program ini akan mendorong lebih banyak perempuan untuk peduli terhadap kesehatan mereka.
Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Bukateja terus melakukan evaluasi dan pengembangan program agar lebih efektif dan efisien.
Tim medis berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan dukungan teknologi terkini dan pelatihan bagi petugas kesehatan agar mampu memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks.
Ke depan, Puskesmas Bukateja tidak hanya ingin memperluas cakupan layanan bagi para guru tetapi juga berambisi untuk menjangkau kelompok-kelompok lain dalam masyarakat yang mungkin membutuhkan perhatian serupa.
Dengan kolaborasi yang baik antara berbagai instansi pemerintah dan lembaga swasta, ditambah lagi dengan dukungan dari masyarakat luas, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi dapat meningkat secara signifikan. (alw/stch/dda)
















