BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, saat ini menjadi perhatian serius Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.
Berdasarkan hasil kajian geologi yang dilakukan oleh tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sebanyak 54 rumah warga harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman di Desa Jenang.
Langkah relokasi ini menyusul adanya rekahan tanah yang mengancam keselamatan penduduk setempat.
Kajian geologi ini dilakukan secara mendalam di area mahkota rekahan di Desa Cibeunying untuk menentukan tingkat kerawanan serta strategi penanganan pasca-bencana longsor yang berdampak langsung pada permukiman warga.
Fokus utama kajian ini adalah pemetaan bahaya tanah bergerak dan longsor yang dapat mengancam keselamatan jiwa serta infrastruktur desa.
Dalam laporan tersebut, disampaikan bahwa dua dusun utama, yaitu Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan, termasuk dalam kawasan yang direkomendasikan untuk relokasi.
Selain itu, Dusun Nagari juga masuk dalam daftar dengan tiga rumah warga yang perlu direlokasi berdasarkan hasil pengamatan geologi.
Proses ini menunjukkan betapa pentingnya tindakan cepat dan tepat untuk menjamin keselamatan masyarakat dari ancaman bencana alam.
Budy Setyawan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap, menjelaskan bahwa lokasi relokasi akan difokuskan di Desa Jenang.
“Lokasi relokasi berada di Desa Jenang. Lahan tersebut merupakan tanah milik Pemerintah Daerah dan telah masuk dalam kajian PVMBG serta dinyatakan aman untuk ditempati,” jelas Budy kepada awak media pada Senin, 15 Desember.
Lebih lanjut, Budy menambahkan bahwa selain Desa Cibeunying, tim PVMBG juga melakukan pemetaan di Desa Bener dan Padangjaya.
Meskipun demikian, prioritas utama tetap diberikan kepada Desa Cibeunying mengingat urgensi situasi saat ini.
“Hasil untuk Desa Bener dan Padangjaya belum keluar, karena memprioritaskan untuk Desa Cibeunying,” ungkapnya.
Koordinasi antara BPBD Cilacap dengan instansi terkait terus dilakukan guna memastikan proses relokasi berjalan lancar dan aman.
Langkah-langkah strategis telah direncanakan untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi dari hasil kajian geologi.
“Kita tetap lakukan koordinasi dengan lembaga terkait untuk proses penanganan paska kejadian longsor di Desa Cibeunying,” pungkas Budy.
Relokasi ini tidak hanya menjadi langkah preventif tetapi juga bagian dari upaya mitigasi bencana yang lebih luas. (jul/dda)
















