Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kenaikan Harga Batu Bara untuk PLN Mulai Dikaji, Ini Kata Bahlil
QRIS Diperluas ke India, Hong Kong, dan Timor Leste, Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Indonesia
Besaran Gaji Pensiunan PNS 2026 dari Golongan I hingga IV

QRIS Diperluas ke India, Hong Kong, dan Timor Leste, Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Indonesia

QRIS di Berbagai Negara MitraQRIS di Berbagai Negara Mitra

BANYUMASEKSPRES.ID, Bank Indonesia (BI) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan sistem pembayaran digital nasional melalui pengembangan QRIS Antarnegara atau QRIS Cross Border.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang semakin pesat.

Dalam pengembangan terbarunya, BI berencana memperluas penggunaan QRIS Antarnegara ke India, Hong Kong, dan Timor Leste.

Kehadiran tiga negara tambahan tersebut memperbesar akses masyarakat Indonesia melakukan transaksi di luar negeri lebih praktis tanpa bergantung pada uang tunai maupun proses penukaran mata uang.

Perluasan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sistem pembayaran buatan Indonesia semakin mendapat tempat dalam kerja sama ekonomi regional dan internasional.

Tidak hanya menguntungkan wisatawan Indonesia, kebijakan tersebut juga memberikan kemudahan bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Tanah Air.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa perluasan QRIS Cross Border bagian dari target strategis BI memperluas cakupan layanan pembayaran digital Indonesia di berbagai negara mitra.

Perluasan QRIS di Berbagai Negara

QRIS Antarnegara Ditargetkan Hadir di Delapan Negara

Saat ini, QRIS Antarnegara telah dapat digunakan di enam negara mitra. Negara-negara tersebut meliputi Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Dengan penambahan India, Hong Kong, serta Timor Leste, Bank Indonesia berharap target perluasan penggunaan QRIS di delapan negara dapat segera terealisasi.

Kehadiran QRIS di berbagai negara dinilai mampu mempermudah aktivitas masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri, baik untuk keperluan wisata, pendidikan, maupun bisnis.

Masyarakat cukup memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran yang telah terintegrasi dengan QRIS.

Proses transaksi menjadi lebih cepat, aman, serta efisien karena tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Selain memberikan kenyamanan bagi pengguna Indonesia di luar negeri, QRIS Antarnegara juga mendukung wisatawan asing ketika bertransaksi di Indonesia.

Hal ini berpotensi meningkatkan pengalaman wisata yang lebih praktis sekaligus mendorong perputaran ekonomi domestik.

Nilai Transaksi QRIS Antarnegara Terus Meningkat

Penggunaan QRIS Cross Border menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Selain itu, terdapat kemudahan transaksi antar GoPay dan BCA tanpa kendala.

Baik transaksi outbound maupun inbound mengalami peningkatan seiring bertambahnya negara mitra dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran digital.

Transaksi outbound merujuk pada penggunaan QRIS oleh masyarakat Indonesia saat berada di negara mitra.

Sementara transaksi inbound merupakan penggunaan sistem pembayaran tersebut oleh wisatawan asing ketika berbelanja di Indonesia.

Bank Indonesia mencatat nilai transaksi QRIS Antarnegara yang dilakukan wisatawan asing di Indonesia telah mencapai sekitar Rp2,28 triliun sejak layanan tersebut diperkenalkan.

Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat global terhadap kemudahan sistem pembayaran digital Indonesia.

Peningkatan transaksi ini sekaligus menjadi indikator bahwa integrasi pembayaran lintas negara mampu mendukung sektor pariwisata, perdagangan, hingga konsumsi masyarakat secara lebih luas.

Penggunaan QRIS di Dalam Negeri Semakin Meluas

Tak hanya berkembang di tingkat internasional, penggunaan QRIS di dalam negeri juga terus menunjukkan tren positif.

Adopsi pembayaran digital semakin meningkat di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pusat perbelanjaan hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dari sisi transaksi, nilai pembayaran menggunakan QRIS telah mencapai Rp7,83 miliar. Angka tersebut menjadi bagian dari target transaksi nasional yang terus bertambah seiring meningkatnya literasi keuangan digital masyarakat.

Jumlah pengguna QRIS juga terus bertumbuh hingga mencapai sekitar 63 juta pengguna. Sementara itu, merchant yang telah melayani pembayaran melalui QRIS tercatat mencapai 45,3 juta pelaku usaha.

Peningkatan jumlah merchant membuktikan bahwa pelaku usaha semakin menyadari pentingnya menyediakan metode pembayaran digital yang cepat dan mudah diakses konsumen.

QRIS Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan UMKM

Bank Indonesia menilai bahwa perluasan penggunaan QRIS menghadirkan inovasi teknologi pembayaran dan menjadi bagian dari strategi memperkuat inklusi keuangan nasional.

Melalui digitalisasi sistem pembayaran, pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk menjangkau konsumen secara luas dan menjalankan transaksi secara efisien.

Kemudahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha sekaligus mempercepat transformasi ekonomi digital Indonesia.

UMKM selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB).

Karena itu, perluasan ekosistem QRIS dinilai mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, Bank Indonesia diperkirakan akan terus memperluas implementasi QRIS, baik dari sisi pengguna maupun merchant.

Dengan semakin luasnya jangkauan pembayaran digital Indonesia, QRIS berpotensi menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat posisi Indonesia di era ekonomi digital global. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Pemerintah Belum Putuskan Tambah Subsidi BBM

Kenaikan Harga Batu Bara untuk PLN Mulai Dikaji, Ini Kata Bahlil

Berita Selanjutnya
PNS dan Gaji

Besaran Gaji Pensiunan PNS 2026 dari Golongan I hingga IV