Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Revitalisasi Lima Pasar Banyumas Diusulkan, Pasar Wage Masuk Prioritas Bantuan Gubernur

Lima pasar diusulkan revitalisasiLima pasar diusulkan revitalisasi

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) terus mendorong peningkatan infrastruktur pasar tradisional sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan memperbaiki kualitas pelayanan publik di sektor perdagangan.

Sebanyak lima pasar rakyat di Banyumas diusulkan untuk direvitalisasi. Kelima pasar tersebut adalah Pasar Wage, Ajibarang, Cilongok, Kemukusan Sumbang, dan Sokaraja.

Usulan ini disampaikan untuk mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi dan pusat, mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyumas.

Plt Kepala Dinperindag Banyumas, Gatot Eko, menegaskan bahwa kelima pasar tersebut memang sudah saatnya mendapatkan perhatian khusus melalui revitalisasi menyeluruh atau perbaikan bertahap sesuai kebutuhan masing-masing.

“Lima pasar itu sudah waktunya direvitalisasi,” ujar Gatot saat ditemui usai mengajukan usulan anggaran.

Ia mengakui, revitalisasi pasar bukan hal ringan jika hanya mengandalkan anggaran daerah.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat agar proyek ini dapat berjalan tanpa membebani anggaran lokal secara berlebihan.

Menurut perhitungan Gatot, Pasar Wage yang berada di jantung Kota Purwokerto membutuhkan anggaran sekitar Rp 30 miliar untuk peremajaan total.

Pasar Ajibarang, yang memiliki aktivitas perdagangan padat dan luas wilayah yang besar, diperkirakan membutuhkan Rp 100 miliar untuk proses revitalisasi menyeluruh.

Sementara itu, Pasar Cilongok saat ini sudah mulai diperbaiki secara bertahap menggunakan dana sekitar Rp 3,5 miliar.

Meski tidak sebesar dua pasar sebelumnya, proses pembangunan tetap dilakukan secara berkelanjutan agar tidak mengganggu aktivitas pedagang.

“Pasar Cilongok sudah mulai ditangani secara bertahap,” jelasnya.

Lebih jauh, Gatot menjelaskan bahwa Pasar Kemukusan di Kecamatan Sumbang membutuhkan dana Rp 1,5 miliar.

Salah satu kebutuhan mendesak adalah pembangunan akses jalan yang saat ini masih berupa jalur darurat dari bambu.

Kondisi ini tentu menyulitkan distribusi barang dan aktivitas pembeli maupun pedagang, terutama saat musim hujan.

Sementara itu, Pasar Sokaraja diusulkan memperoleh anggaran sekitar Rp 5 miliar.

Fokus perbaikannya mencakup atap, sanitasi, serta infrastruktur lingkungan yang menjadi fasilitas dasar penting bagi kenyamanan dan kebersihan pasar.

“Di Sokaraja, kebutuhan utamanya adalah atap, sanitasi, dan prasarana lingkungan,” kata Gatot.

Dari lima pasar yang diusulkan, Pasar Wage mendapatkan kabar baik karena telah masuk dalam daftar tiga prioritas penerima bantuan dari Gubernur Jawa Tengah.

Ini menjadi angin segar bagi para pedagang dan masyarakat yang menggantungkan perekonomiannya di pasar tersebut.

“Sudah masuk ke dalam tiga prioritas,” pungkasnya.

Langkah revitalisasi pasar ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik. Dinperindag Banyumas memandangnya sebagai strategi memperkuat ketahanan ekonomi lokal dan mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar memiliki akses dagang yang lebih sehat, modern, dan tertib.

Pasar tradisional seperti Pasar Wage dan Ajibarang memegang peran sentral dalam sistem perdagangan Banyumas.

Aktivitas ekonomi di pasar-pasar ini bukan hanya mencakup distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi ruang sosial dan budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

Dengan pengusulan revitalisasi yang menyasar pendanaan dari berbagai sumber, termasuk program bantuan gubernur (bangub), harapannya pasar-pasar tersebut dapat direvitalisasi tanpa perlu menunggu terlalu lama.

Keberhasilan program ini juga akan memberikan dampak luas terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, pendapatan pedagang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih merata. (res/stch)

Berita Sebelumnya
Dua wanita penganiaya ditangkap

Motif Cemburu, Wanita di Purwokerto Dianiaya dan Ditinggal Tanpa Busana

Berita Selanjutnya
Lumba lumba ditemukan mati di cilacap

Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Pantai Pagubugan Binangun, Cilacap