BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Setelah bertahun-tahun menjadi keluhan utama masyarakat, jalan Pasar Gripit–Kalibening kini menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda.
Proyek perbaikan jalan sepanjang 18,11 kilometer ini akhirnya terealisasi melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dengan penuh semangat berharap bahwa peningkatan infrastruktur ini dapat meningkatkan mobilitas warga dan mempercepat distribusi barang di wilayah utara Banjarnegara.
Pantauan awak media di lokasi menunjukkan bahwa pekerjaan perbaikan jalan dengan lebar antara 4,5 hingga 6 meter sudah hampir selesai.
Area-area yang sebelumnya sering dikeluhkan masyarakat, seperti jalan ambles dan titik jeblosan, kini telah diperbaiki bersamaan dengan pembangunan drainase yang lebih baik.
Hermawan Tutut Indarji, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banjarnegara, menjelaskan bahwa proyek ini dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional di Semarang, setelah adanya usulan dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
“Kegiatan ini merupakan buah dari usulan bupati. Tidak hanya pelapisan badan jalan, tapi juga penanganan titik-titik kritis yang selama ini menghambat aktivitas masyarakat,” ujar Hermawan saat ditemui oleh awak media pada Minggu (14/12).
Perbaikan jalan ini difokuskan pada beberapa lokasi rawan seperti area jeblosan Bendawuluh di Banjarmangu, ruas di bawah Lapangan Sembawa, serta segmen jalan yang sebelumnya ambles di sepanjang jalur Gripit–Kalibening.
Hermawan menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kondisi jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Peningkatan infrastruktur jalan ini disambut dengan antusiasme oleh warga setempat.
Kurniawan, seorang sopir angkutan barang dari Desa Sembawa, menyatakan bahwa perubahan kondisi jalan berdampak langsung pada kelancaran usahanya.
“Sekarang jalannya sudah halus, drainasenya juga dibenahi, jadi kalau hujan tidak licin lagi. Distribusi barang jadi lebih cepat, usaha kami jelas terbantu,” ungkap Kurniawan dengan nada puas.
Sarto, warga Desa Asinan lainnya, turut merasakan dampak positif dari perbaikan tersebut. Menurutnya, langkah ini adalah bukti nyata respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Dulu rusak parah, sekarang mulus. Jalannya enak dilewati. Kalau jalan alus, rezeki juga ikut mulus, rakyat pasti senang,” tuturnya menggambarkan kegembiraan warga.
Proyek ini bukan hanya sekedar perbaikan fisik jalan tetapi juga sebuah simbol komitmen pemerintah untuk mendengarkan dan memenuhi kebutuhan rakyatnya.
Dengan infrastruktur yang baik, tidak hanya memudahkan akses dan mengurangi waktu perjalanan tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian lokal dengan lebih lancarnya arus barang dan jasa.
Dalam konteks ekonomi lokal Banjarnegara yang bergantung pada pertanian dan perdagangan skala kecil hingga menengah, kondisi jalan yang baik sangat krusial untuk memastikan produk-produk lokal dapat sampai ke pasar tepat waktu dan dalam kondisi terbaik.
Para pedagang dan petani dapat menghemat biaya transportasi sekaligus meningkatkan daya saing produk mereka di pasar regional.
Sementara itu, keberadaan drainase yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi risiko banjir saat musim hujan tiba.
Drainase yang terencana dan terbangun dengan baik menjadi komponen penting dalam sistem infrastruktur karena mampu mencegah kerusakan lebih lanjut pada jalan akibat genangan air serta menjaga kualitas lingkungan sekitar tetap optimal bagi masyarakat.
Perubahan signifikan ini tentunya memberikan harapan baru bagi warga Banjarnegara khususnya di wilayah utara yang selama ini harus berjuang melawan ketidaknyamanan infrastruktur lama.
Dengan dukungan semua pihak termasuk kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum seperti jalan raya ini maka manfaat panjang bisa dirasakan banyak generasi mendatang.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut Hermawan mengingatkan kembali peran serta masyarakat bukan hanya sebagai pengguna tapi juga pengawas lapangan terhadap fasilitas publik agar keberlanjutan proyek bisa terus terjaga. (jud/dda)
















