BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pemerintah segera membangun jembatan penghubung Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, dan Desa Luwung, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara.
Proyek infrastruktur senilai Rp6 miliar tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar akses masyarakat menuju pusat pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi.
Pembangunan jembatan baru ini menjadi solusi atas kondisi jembatan lama yang telah digunakan sejak tahun 1971 dan kini mulai mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia.
Proyek pembangunan didanai melalui dana aspirasi Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Tengah, Rofik Hananto, dengan target penyelesaian selama 180 hari kalender.
Keberadaan jembatan ini memiliki peran vital bagi masyarakat di dua kecamatan karena menjadi jalur utama yang menghubungkan aktivitas sehari-hari warga.
Salah seorang warga Desa Gumiwang, Sutaryo, mengatakan jembatan tersebut selama ini menjadi akses tercepat menuju Pasar Gumiwang, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga pusat aktivitas ekonomi lainnya.
Menurutnya, apabila jembatan tidak dapat digunakan, masyarakat harus memutar melalui wilayah Tapen dengan waktu tempuh yang jauh lebih lama.
“Kalau lewat jembatan ini dari Luwung ke Pasar Gumiwang hanya sekitar lima menit. Kalau harus memutar lewat Tapen bisa mencapai setengah jam. Karena itu, keberadaan jembatan ini sangat penting bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa meski jembatan lama masih dapat dilintasi kendaraan ringan, kondisi rangka baja telah mengalami korosi sehingga warga berharap pembangunan jembatan baru segera selesai agar perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman.
Anggota DPR RI Rofik Hananto mengatakan pembangunan jembatan merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang telah disampaikan sejak beberapa waktu lalu.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam memperlancar akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan aktivitas perekonomian.
Ia berharap seluruh proses pembangunan berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat dapat segera menikmati manfaat dari jembatan baru tersebut.
“Ini proyek yang sudah lama didambakan masyarakat. Mudah-mudahan pembangunannya berjalan lancar dan nantinya bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, turut mengapresiasi dimulainya pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Banjarnegara.
Ia menilai jembatan baru akan memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi warga Desa Gumiwang dan Desa Luwung, tetapi juga masyarakat di wilayah sekitarnya yang setiap hari memanfaatkan jalur tersebut.
Sementara itu, Pengawas PPK 2.3 Provinsi Jawa Tengah, Adi Surya, menjelaskan bahwa jembatan baru akan dibangun dengan spesifikasi yang lebih modern dan kokoh.
Jembatan memiliki panjang sekitar 120 meter dengan lebar 2,3 meter. Konstruksi akan menggunakan pondasi bore pile, abutmen beton, serta rangka baja agar mampu memberikan keamanan dan daya tahan yang lebih baik dibandingkan jembatan sebelumnya.
Selama proses pembangunan berlangsung, akses melalui jembatan lama ditutup sementara demi keselamatan masyarakat.
Sebagai alternatif, pengguna jalan diarahkan melewati jalur Mandiraja atau kawasan Waduk Mrica hingga proyek selesai dikerjakan.
Adi Surya menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan pembangunan ditargetkan selesai dalam 180 hari, namun pihak pelaksana akan berupaya mempercepat pekerjaan agar masyarakat dapat kembali menggunakan jalur tersebut lebih awal.
Sebelum dibuka untuk umum, jembatan baru nantinya akan menjalani serangkaian uji teknis guna memastikan seluruh konstruksi memenuhi standar keselamatan dan layak digunakan oleh masyarakat.
Pembangunan jembatan penghubung Gumiwang-Luwung diharapkan menjadi salah satu proyek strategis yang mampu meningkatkan mobilitas warga, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banjarnegara.
Dengan hadirnya infrastruktur yang lebih aman, kuat, dan modern, masyarakat di dua kecamatan tersebut diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih efisien sekaligus memperoleh akses yang lebih mudah menuju berbagai fasilitas publik. (far/stch/dda)
















