Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

33 Anak Purbalingga Terinfeksi HIV, KPAD Perkuat Pendampingan Psikologis dan Bantuan Gizi

33 Anak Hidup dengan HIV33 Anak Hidup dengan HIV
Sekretaris KPAD Kabupaten Purbalingga, Semedi

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Purbalingga terus memperkuat upaya pendampingan bagi Orang dengan HIV (ODHIV), khususnya anak-anak yang hidup dengan HIV/AIDS.

Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 33 anak di Kabupaten Purbalingga terinfeksi HIV, sehingga membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Berdasarkan data kumulatif KPAD Purbalingga, jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Purbalingga telah mencapai 923 kasus.

Dari total tersebut, sebanyak 574 ODHIV masih hidup, sedangkan 349 lainnya telah meninggal dunia.

Sekretaris KPAD Kabupaten Purbalingga, Semedi, mengungkapkan bahwa dari puluhan anak yang terinfeksi HIV tersebut, 18 anak masih menjalani kehidupan dengan pendampingan, sementara 15 anak lainnya telah meninggal dunia.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi KPAD untuk terus meningkatkan layanan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga kondisi psikologis dan sosial anak-anak yang hidup dengan HIV.

“Pendampingan kemanusiaan menjadi sangat vital. Kami memberikan pendampingan khusus bagi anak-anak dengan HIV dengan menghadirkan psikolog profesional agar mental dan tumbuh kembang mereka tetap terjaga,” ujar Semedi, Rabu (1/7).

Selain memberikan pendampingan psikologis, KPAD Purbalingga juga menyalurkan bantuan nutrisi berupa susu formula khusus bagi bayi yang lahir dari ibu dengan HIV.

Program tersebut bertujuan untuk membantu menekan risiko penularan HIV dari ibu kepada anak sekaligus mendukung pemenuhan gizi sehingga dapat mencegah stunting.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak yang terus diperkuat oleh KPAD bersama berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Purbalingga.

Tidak hanya itu, KPAD juga memfasilitasi akses berbagai bantuan sosial bagi ODHIV melalui pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), hingga dukungan dari sektor swasta.

Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga yang terdampak HIV/AIDS.

Sebagai bentuk penguatan dukungan sosial, KPAD turut membina Kelompok Dukungan Sebaya (KDS).

Kelompok ini menjadi wadah bagi para ODHIV untuk saling berbagi pengalaman, memberikan motivasi, serta memperkuat semangat dalam menjalani pengobatan dan kehidupan sehari-hari.

Semedi menegaskan bahwa upaya penanganan HIV/AIDS tidak cukup hanya melalui pelayanan kesehatan.

Edukasi kepada masyarakat mengenai cara penularan, pencegahan, serta fakta tentang HIV juga harus terus dilakukan agar tidak muncul kesalahpahaman yang berujung pada stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.

Menurutnya, masih adanya stigma negatif di tengah masyarakat menjadi tantangan besar dalam penanganan HIV/AIDS.

Padahal, ODHIV memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, serta kehidupan sosial yang layak tanpa perlakuan diskriminatif.

KPAD Purbalingga berharap seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan kepada ODHIV, khususnya anak-anak, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dukungan keluarga, lingkungan, tenaga kesehatan, hingga pemerintah dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup para penyandang HIV.

“Harapan terbesar kami adalah ODHIV tetap diperhatikan oleh pemerintah daerah. Dan yang paling penting, tidak ada lagi stigma dan diskriminasi negatif kepada ODHIV di tengah masyarakat Purbalingga,” pungkas Semedi.

Melalui penguatan pendampingan psikologis, bantuan nutrisi, akses bantuan sosial, serta edukasi yang berkelanjutan, KPAD Purbalingga berharap angka penularan HIV dapat terus ditekan sekaligus meningkatkan kualitas hidup ODHIV di Kabupaten Purbalingga.

Upaya tersebut juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, peduli, dan bebas dari stigma terhadap penyandang HIV/AIDS. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Irak Bikin Prancis Ketar ketir

Daftar 7 Pelatih dan Petinggi Federasi Mundur Setelah Piala Dunia 2026

Berita Selanjutnya
Festival Wong Tani Dongkrak UMKM

Festival Wong Tani Panusupan 2026 Dongkrak UMKM dan Lestarikan Budaya Banyumas