BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pada Januari 2026 mendatang, layanan Trans Banyumas akan meluas hingga mencakup kawasan Kota Lama Banyumas. Rencana perluasan ini merupakan langkah Pemkab Banyumas yang akan mulai mengambil alih pengelolaan Trans Banyumas secara bertahap, dengan pendanaan yang bersumber dari APBD.
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, mengungkapkan bahwa seiring dengan pengalihan pengelolaan, sejumlah perubahan pada rute dan armada akan dilakukan.
Salah satunya adalah pengurangan jumlah armada pada koridor 3A dan 3B sebanyak 50 persen. Armada yang dikurangi tersebut akan dialihkan ke rute baru yang menghubungkan Alun-Alun Banyumas dan kawasan Kota Lama melalui koridor 4, yang nantinya akan dikelola oleh pemerintah daerah.
“Ada pengurangan armada di koridor 3A dan 3B sekitar 50 persen, yang akan dipindahkan untuk melayani rute baru menuju Alun-Alun Banyumas dan Kota Lama. Koridor 3A, 3B, dan koridor 4 nantinya akan dikelola oleh pemda,” jelas Ipoeng dalam keterangan persnya.
Ipoeng juga menambahkan bahwa kawasan Kota Lama Banyumas memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung layanan transportasi umum ini, dengan prediksi load factor yang bisa mencapai 80 persen.
Hal ini tidak terlepas dari banyaknya fasilitas publik di kawasan tersebut, seperti pasar, sekolah, rumah sakit, dan beberapa destinasi wisata yang menarik pengunjung.
“Permintaan dari masyarakat sudah cukup tinggi untuk adanya layanan transportasi umum ke kawasan Kota Lama ini. Dengan berbagai fasilitas yang ada, diharapkan Trans Banyumas dapat mendukung mobilitas masyarakat dengan lebih efisien,” ujarnya.
Untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran operasional, pihak PT Banyumas Raya Transportasi juga telah melakukan survei lapangan.

Beberapa titik pemberhentian bus yang direncanakan antara lain Alun-Alun Kota Lama, SMA 1 Banyumas, dan Pasar Banyumas.
Rute ini diharapkan dapat memudahkan akses masyarakat dari berbagai titik ke kawasan-kawasan penting di Kota Lama Banyumas.
“Beberapa titik pemberhentian yang sudah kami rencanakan adalah di Alun-Alun Kota Lama, SMA 1 Banyumas, dan Pasar Banyumas, yang menjadi pusat aktivitas masyarakat,” tambah Ipoeng.
Kepala UPTD Pengelola Sarana dan Prasarana Perhubungan Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas, Taryono, membenarkan rencana pengembangan layanan Trans Banyumas ke Kota Lama.
Menurutnya, sebagian dari usulan pengembangan layanan ini masih dalam tahap pengajuan anggaran ke APBN, sementara sebagian lainnya akan melalui mekanisme hand over ke pemerintah daerah.
“Proses pengembangan ini masih dalam tahap pengajuan anggaran, sebagian dari APBN dan sebagian lagi melalui mekanisme hand over kepada pemerintah daerah,” kata Taryono.
Dengan adanya rencana ini, diharapkan Trans Banyumas dapat lebih mempermudah mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, dan mendorong penggunaan transportasi umum di kawasan yang semakin berkembang ini.
Seiring dengan perubahan rute dan penambahan layanan, pemda berharap dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan di Kabupaten Banyumas. (res/stch)
















