BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Sebanyak 109 peserta dari SMA/SMK sederajat se-Jawa Tengah mengikuti kegiatan CREASI 7.0 yang digelar Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (HIMABIG) Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris.
CREASI 7.0 tidak hanya menjadi kegiatan pembelajaran bahasa Inggris, tetapi juga menghadirkan kompetisi yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan dewan juri dan peserta lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti dua kategori perlombaan, yakni Speech dan Storytelling.
Kedua lomba tersebut menuntut peserta memiliki kemampuan berbahasa Inggris sekaligus keberanian untuk tampil di depan publik.
Ketua Panitia CREASI 7.0, M Yusuf Manshur, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris.
Menurutnya, kemampuan bahasa tidak cukup hanya dipelajari secara teori, tetapi juga perlu dipraktikkan melalui berbagai kegiatan yang melatih keberanian dan kreativitas.
“Pelaksanaan Lomba Speech dan Storytelling dalam event CREASI 7.0 ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan berbahasa, melainkan wadah penempaan keberanian, kreativitas, dan daya kritis generasi muda di era digital. Semoga pencapaian dalam acara ini menjadi pijakan awal bagi para peserta untuk terus menginspirasi di ruang-ruang yang lebih luas,” ujar Yusuf Manshur, Rabu (2/9).
Keikutsertaan 109 peserta dari berbagai SMA dan SMK sederajat di Jawa Tengah membuat pelaksanaan CREASI 7.0 berlangsung meriah.
Para peserta datang dengan kemampuan dan pengalaman yang beragam untuk mengikuti kompetisi bahasa Inggris tersebut.
Lomba Speech memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan gagasan atau pidato menggunakan bahasa Inggris.
Sementara itu, Storytelling menguji kemampuan peserta dalam menyampaikan sebuah cerita secara menarik, komunikatif, dan ekspresif.
Kedua kategori tersebut tidak hanya menilai kemampuan peserta dalam menggunakan bahasa Inggris.
Peserta juga dituntut mampu menguasai panggung, menyampaikan pesan dengan baik, serta menunjukkan kreativitas ketika tampil.
Hal tersebut menjadi salah satu nilai penting dari kegiatan CREASI 7.0. Pelajar tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga kesempatan untuk melatih kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri.
HIMABIG UMNU Kebumen sebagai penyelenggara berharap CREASI 7.0 dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan kemampuan pelajar.
Di tengah perkembangan era digital, kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa asing menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan.
Melalui kegiatan kompetisi seperti Speech dan Storytelling, peserta dapat belajar mengembangkan kemampuan berbicara sekaligus menyampaikan gagasan kepada orang lain.
Selain kemampuan bahasa Inggris, pengalaman tampil dalam kompetisi juga dapat membantu peserta membangun keberanian.
Rasa percaya diri menjadi bagian penting yang dapat dikembangkan melalui pengalaman berbicara di depan orang lain.
Yusuf mengatakan CREASI 7.0 dirancang bukan sekadar sebagai ajang untuk menentukan pemenang.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi proses pembelajaran bagi peserta agar terus mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Dengan adanya ruang kompetisi yang positif, pelajar diharapkan semakin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris dan berani menggunakannya dalam berbagai situasi.
Pelaksanaan CREASI 7.0 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dukungan tersebut datang dari pimpinan universitas, program studi, dosen, hingga sponsor.
Keterlibatan berbagai pihak turut mendukung kelancaran kegiatan sejak tahap persiapan hingga seluruh rangkaian kompetisi selesai dilaksanakan.
Kolaborasi antara mahasiswa, pihak kampus, dosen, serta sponsor menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai sekolah di Jawa Tengah tersebut.
Dukungan tersebut juga menunjukkan adanya perhatian terhadap kegiatan pengembangan kemampuan generasi muda, khususnya dalam bidang bahasa Inggris dan keterampilan komunikasi.
Setelah seluruh peserta mengikuti perlombaan, dewan juri melakukan proses penilaian untuk menentukan peserta terbaik pada masing-masing kategori.
Penilaian dilakukan sebelum kegiatan memasuki tahap pengumuman pemenang.
Peserta yang berhasil meraih prestasi kemudian mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan dan perjuangan mereka selama mengikuti kompetisi.
Para pemenang masing-masing kategori memperoleh trofi, sertifikat, dan uang pembinaan.
Pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus mengasah kemampuan.
Bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara, pengalaman mengikuti CREASI 7.0 tetap dapat menjadi bekal untuk mengikuti kompetisi berikutnya.
Dengan jumlah peserta mencapai 109 orang dari SMA/SMK sederajat se-Jawa Tengah, CREASI 7.0 menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris melalui pengalaman kompetisi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah untuk melatih keberanian, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan komunikasi generasi muda.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pelajar memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan percaya diri tampil di ruang publik. (cah/stch/dda)














