Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Rismabar Bersholawat Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pujotirto Kebumen
UPJA Sumpiuh Siapkan Drone Sprayer untuk Petani, Operator Kantongi Sertifikat Remote Pilot

UPJA Sumpiuh Siapkan Drone Sprayer untuk Petani, Operator Kantongi Sertifikat Remote Pilot

Drone Pertanian Siap TerbangDrone Pertanian Siap Terbang
LATIHAN: Pengelola UPJA Kelurahan Sumpiuh bersiap melakukan latihan menerbangkan drone sprayer

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pemanfaatan teknologi modern mulai disiapkan untuk mendukung kegiatan pertanian di Kelurahan Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas.

Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Kelurahan Sumpiuh tengah mempersiapkan penggunaan drone sprayer pertanian untuk membantu petani melakukan penyemprotan tanaman padi.

Kehadiran drone penyemprot tanaman tersebut diharapkan dapat membuat pekerjaan petani menjadi lebih efektif dan efisien.

Namun, alat pertanian modern tersebut belum dapat langsung digunakan di lahan karena pengoperasiannya memiliki sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Operator drone sprayer harus memiliki kemampuan yang memadai, memenuhi ketentuan regulasi penerbangan, serta memastikan kondisi teknis alat layak digunakan.

Dengan demikian, penggunaan drone pertanian tidak dilakukan secara sembarangan dan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Ketua UPJA Kelurahan Sumpiuh, Herman Raharjo, mengatakan drone pertanian tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas.

Sebelum drone sprayer digunakan untuk membantu petani, operator harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Persyaratan tersebut mencakup aspek regulasi, kompetensi operator, hingga kelayakan teknis drone.

“Ternyata tidak semua orang dapat menerbangkan drone sprayer, ada regulasinya,” jelas Herman, Selasa (1/9).

Keberadaan drone sprayer memang memberikan peluang baru dalam pengelolaan pertanian.

Namun, teknologi tersebut membutuhkan operator yang memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus.

Herman telah menjalani prosedur untuk memperoleh kemampuan menerbangkan drone sprayer secara legal dan aman.

Ia mengikuti pelatihan remote pilot rating untuk sistem pesawat udara kecil tanpa awak.

Melalui pelatihan tersebut, Herman mendapatkan berbagai pengetahuan mengenai pengoperasian drone sprayer.

Salah satu materi penting yang dipelajari adalah ketentuan penerbangan, termasuk batas ketinggian terbang di ruang udara yang diperbolehkan berdasarkan regulasi.

Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting mengingat drone sprayer memiliki karakteristik berbeda dibandingkan drone yang digunakan untuk kebutuhan fotografi maupun aktivitas rekreasi.

Pengoperasian drone pertanian juga berkaitan dengan keselamatan penerbangan, kondisi lingkungan sekitar, serta aktivitas masyarakat di wilayah tempat drone diterbangkan.

Meskipun alat sudah tersedia, drone penyemprot padi di Sumpiuh belum digunakan untuk melakukan penyemprotan pada musim tanam saat ini.

UPJA Kelurahan Sumpiuh masih memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan kemampuan operator.

Latihan dilakukan agar operator semakin terbiasa mengendalikan drone sprayer sebelum alat tersebut benar-benar diterjunkan ke lahan pertanian.

“Musim tanam saat ini, drone sprayer belum diujicoba untuk penyemprotan tanaman padi,” sambung Herman.

Masa persiapan tersebut dinilai penting agar penggunaan teknologi baru tidak justru menimbulkan persoalan.

Operator harus memahami cara menerbangkan drone, mengendalikan arah dan ketinggian, serta memastikan proses penyemprotan dapat dilakukan secara tepat.

Dengan latihan yang cukup, pemanfaatan drone diharapkan mampu memberikan manfaat maksimal bagi petani.

Herman yang juga merupakan Ketua Kelompok Tani Padi Organik Kelurahan Sumpiuh kini telah mengantongi sertifikat kompetensi remote pilot.

Ia dinyatakan telah memenuhi standar yang tercantum dalam ketentuan PKPS Bagian 107 oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

Sertifikat tersebut menjadi salah satu bekal penting untuk mendukung pengoperasian drone sprayer secara resmi.

Dengan adanya operator yang telah memiliki kompetensi, penggunaan alsintan modern tersebut diharapkan dapat dilakukan sesuai aturan dan tetap mengutamakan keselamatan.

Menurut Herman, persyaratan sertifikasi tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan drone pertanian membutuhkan keahlian khusus.

Tidak semua orang yang mampu mengendalikan drone secara umum otomatis dapat mengoperasikan drone sprayer untuk kegiatan pertanian.

UPJA Kelurahan Sumpiuh menargetkan drone sprayer pertanian tersebut dapat mulai dimanfaatkan petani pada musim tanam berikutnya.

Sebelum digunakan secara penuh, latihan menerbangkan drone masih terus dilakukan.

Tahapan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operator sekaligus memastikan alat siap digunakan untuk pekerjaan penyemprotan.

“Kita masih latihan menerbangkan drone sprayer,” tandas Herman.

Jika pemanfaatannya berjalan sesuai rencana, drone sprayer dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan petani.

Penyemprotan tanaman padi yang sebelumnya membutuhkan tenaga dan waktu cukup besar dapat dilakukan dengan bantuan teknologi pesawat tanpa awak.

Penggunaan drone juga berpotensi membantu petani menjangkau area tanaman secara lebih cepat.

Namun, penerapannya tetap harus dilakukan dengan memperhatikan ketentuan operasional, keselamatan, kondisi lahan, serta kemampuan operator.

Pemanfaatan alsintan modern di Banyumas tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong modernisasi sektor pertanian.

Teknologi diharapkan dapat membantu petani menghadapi tantangan kebutuhan tenaga kerja sekaligus meningkatkan efisiensi dalam proses budidaya.

Drone sprayer menjadi salah satu teknologi yang mulai dilirik karena dapat digunakan untuk kegiatan penyemprotan tanaman.

Dengan operator yang memiliki kompetensi dan alat yang memenuhi kelayakan teknis, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Bagi petani di Sumpiuh, kehadiran drone sprayer diharapkan bukan sekadar menjadi bantuan berupa alat pertanian, tetapi benar-benar memberikan manfaat dalam kegiatan budidaya padi.

UPJA Kelurahan Sumpiuh masih akan melakukan latihan dan persiapan sebelum drone tersebut digunakan pada musim tanam berikutnya.

Tahap ini menjadi penting untuk memastikan operator memiliki kemampuan yang cukup dan seluruh ketentuan dapat dipenuhi.

Dengan persiapan tersebut, drone sprayer untuk petani di Sumpiuh Banyumas diharapkan dapat mulai memberikan manfaat pada musim tanam mendatang.

Teknologi tersebut diharapkan mampu membuat pekerjaan penyemprotan menjadi lebih efektif dan efisien sekaligus mendukung pengembangan pertanian modern dan program swasembada pangan berkelanjutan. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Maulid Nabi, Pujotirto Diwarnai Shalawat dan Pengajian

Rismabar Bersholawat Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pujotirto Kebumen