BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MI Ma’arif 3 Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap.
Dua siswa madrasah tersebut berhasil meraih juara dalam lomba Pildacil yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Lomba Pildacil tersebut diselenggarakan oleh Paguyuban Pemuda Dusun Gunung Nangka, Desa Gentasari.
Kompetisi diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga Madrasah Diniyah.
Dalam kompetisi tersebut, siswa MI Ma’arif 3 Gentasari berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Alisha Khaira Wildan berhasil meraih Juara II, sedangkan Maulana Malik Ibrahim menempati Juara III.
Keduanya berhak mendapatkan piala dan uang pembinaan atas prestasi yang berhasil diraih.
Keberhasilan Alisha dan Maulana menjadi kebanggaan tersendiri bagi MI Ma’arif 3 Gentasari.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan keberanian siswa dalam tampil di hadapan peserta dan dewan juri.
Kepala MI Ma’arif 3 Gentasari, Siti Fatonah SPd I, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian kedua siswanya.
Menurutnya, keberhasilan dalam lomba Pildacil diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah prestasi semata.
Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, serta berani mengikuti berbagai kompetisi.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih anak-anak. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar, berani tampil, dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujar Siti Fatonah.
Lomba Pildacil juga memberikan pengalaman penting bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum.
Selain mengasah keberanian, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan siswa di bidang keagamaan.
Tidak hanya fokus pada kompetisi keagamaan, MI Ma’arif 3 Gentasari juga terus mendorong siswa mengembangkan kemampuan di bidang akademik.
Dalam waktu dekat, siswa madrasah tersebut akan mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bidang sains. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7 dan 8 September 2026.
Persiapan mengikuti OMI menjadi bagian dari upaya madrasah memberikan pengalaman kompetisi yang lebih beragam kepada siswa.
Melalui ajang tersebut, siswa diharapkan mampu mengukur kemampuan akademik sekaligus mendapatkan pengalaman berharga ketika berhadapan dengan peserta dari madrasah lainnya.
Keikutsertaan dalam kompetisi sains juga menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan potensi, tidak hanya dalam bidang keagamaan tetapi juga dalam bidang akademik.
Setelah mengikuti OMI, siswa MI Ma’arif 3 Gentasari juga dijadwalkan mengikuti OSKANU atau Olimpiade Sains, Matematika, dan Ke-NU-an.
Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 dan 12 September 2026.
Rangkaian kompetisi yang akan diikuti siswa membuat pihak madrasah terus mendorong semangat belajar dan berprestasi.
Keikutsertaan dalam OMI maupun OSKANU diharapkan dapat menambah pengalaman siswa sekaligus membantu mereka mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang diminati.
Siti Fatonah mengatakan pihak madrasah akan terus memberikan dukungan agar siswa berani mengambil kesempatan mengikuti berbagai kompetisi.
“Ke depan, kami akan terus mendorong anak-anak untuk mengikuti berbagai kompetisi. Baik di bidang keagamaan maupun akademik. Semoga mereka semakin percaya diri, mampu mengembangkan potensi, dan berhasil kembali meraih prestasi,” katanya.
Prestasi yang diraih dalam lomba Pildacil diharapkan menjadi modal positif bagi siswa MI Ma’arif 3 Gentasari sebelum menghadapi kompetisi berikutnya.
Pengalaman tampil dalam perlombaan dapat membantu siswa membangun rasa percaya diri.
Selain itu, siswa juga dapat belajar menghadapi persaingan secara sportif dan menerima hasil kompetisi sebagai bagian dari proses pengembangan diri.
Bagi madrasah, berbagai kompetisi juga menjadi sarana untuk mengetahui potensi siswa.
Dengan mengikuti perlombaan, guru dapat melihat bidang yang menjadi kekuatan masing-masing siswa sekaligus memberikan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Karena itu, MI Ma’arif 3 Gentasari tidak hanya mengejar hasil berupa juara. Pengalaman dan proses yang dijalani siswa selama mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.
Semangat berkompetisi diharapkan tetap terjaga setelah Alisha dan Maulana berhasil membawa pulang prestasi dari lomba Pildacil.
Keberhasilan meraih Juara II dan Juara III dalam lomba Pildacil menjadi awal bagi siswa MI Ma’arif 3 Gentasari untuk kembali menunjukkan kemampuan di ajang lainnya.
Setelah kompetisi keagamaan, tantangan berikutnya datang dari bidang sains dan akademik melalui OMI dan OSKANU 2026.
Pihak madrasah berharap para siswa dapat tampil maksimal dengan tetap mengedepankan semangat belajar, percaya diri, disiplin, dan sportivitas.
Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan lebih banyak siswa berprestasi dari MI Ma’arif 3 Gentasari.
Dukungan dari guru dan madrasah menjadi bagian penting agar siswa dapat mengembangkan bakat serta minat yang dimiliki.
Dengan bekal prestasi Pildacil yang telah diraih, Alisha Khaira Wildan dan Maulana Malik Ibrahim diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi siswa lainnya.
Prestasi keduanya sekaligus menunjukkan bahwa kesempatan berkompetisi dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan sekaligus membawa nama baik madrasah.
MI Ma’arif 3 Gentasari pun berkomitmen terus mendorong siswa untuk aktif mengikuti kompetisi, baik di bidang keagamaan, sains, maupun bidang lainnya.
Harapannya, semakin banyak siswa yang berani tampil, mengembangkan potensi, dan menorehkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi. (*/stch/dda)
















