BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Rumah tangga Audi Marissa dan Anthony Xie memasuki babak baru. Setelah menjalani kehidupan bersama selama sekitar enam tahun, pasangan tersebut akan memulai proses perceraian melalui sidang perdana sekaligus mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 3 September 2026.
Proses perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie menjadi perhatian publik karena keduanya sebelumnya dikenal sebagai pasangan selebritas yang telah membangun rumah tangga selama beberapa tahun.
Kuasa hukum Anthony Xie, Rendi Rumapea, mengatakan bahwa sebelum gugatan cerai diajukan Audi Marissa, keduanya memang sudah tidak lagi tinggal serumah.
Menurut Rendi, keputusan untuk berpisah tempat tinggal tersebut menjadi salah satu bagian dari proses yang kemudian mengarah pada gugatan perceraian.
Selain telah pisah rumah, Audi Marissa dan Anthony Xie juga disebut telah membuat kesepakatan bersama mengenai sejumlah hal yang berkaitan dengan kehidupan mereka setelah perceraian, termasuk persoalan hak asuh anak.
Salah satu poin yang telah disepakati Audi Marissa dan Anthony Xie adalah mengenai hak asuh anak.
Rendi Rumapea menyampaikan bahwa berdasarkan kesepakatan kedua pihak, hak pengasuhan anak berada di tangan Anthony Xie.
Dengan demikian, anak mereka akan tinggal dan berada di bawah pengasuhan Anthony setelah proses perceraian berlangsung.
“Berdasarkan kesepakatan bersama, hak asuh anak ada di tangan Anthony. Jadi, anak akan ada di bawah pengasuhan klien kami,” ujar Rendi.
Menurut Rendi, keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan antara Audi dan Anthony.
Ia menilai tidak ada persoalan apabila seorang ayah menjadi pihak yang mengasuh anak selama kedua orang tua telah menyetujuinya.
“Mungkin, karena kesibukan atau hal lain jadi hak asuh ada di Anthony. Ya sepanjang mereka sepakat, tidak ada salahnya ayah yang mengasuh anaknya. Tapi tentu, ibu juga punya akses penuh ke anak,” tambahnya.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, hubungan Audi Marissa dengan anak tetap dapat berjalan.
Hak pengasuhan yang berada di tangan Anthony tidak berarti Audi kehilangan akses untuk bertemu maupun berinteraksi dengan buah hatinya.
Selain mengenai hak asuh anak, persoalan harta juga menjadi salah satu hal yang biasanya muncul dalam proses perceraian pasangan suami istri.
Namun, dalam perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie, Rendi memastikan bahwa Audi tidak mengajukan tuntutan pembagian harta gono-gini.
Menurutnya, proses hukum yang dijalani kedua pihak akan lebih berfokus pada pemutusan ikatan perkawinan.
“Dalam gugatannya Audi Marissa tidak menuntut pembagian harta gono-gini,” jelas Rendi.
Dengan demikian, perkara yang dihadapi Audi dan Anthony tidak akan berfokus pada perebutan harta bersama.
Kedua pihak disebut telah memiliki kesepakatan sehingga proses perceraian dapat diarahkan pada penyelesaian hubungan perkawinan serta pengaturan mengenai anak.
Di tengah keputusan untuk mengakhiri rumah tangga, Anthony Xie tetap memikirkan masa depan anak mereka.
Rendi mengatakan Anthony berharap perceraian tersebut tidak memberikan dampak buruk terhadap tumbuh kembang buah hati mereka.
Anthony menyadari bahwa meskipun hubungan sebagai suami dan istri berakhir, tanggung jawab sebagai orangtua tetap harus dijalankan.
“Anthony berharap, meski mereka gagal jadi suami istri, tapi setidaknya enggak gagal jadi orangtua,” ujar Rendi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan anak menjadi salah satu perhatian utama Anthony dalam proses perceraian.
Kesepakatan mengenai hak asuh juga diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai pengasuhan anak setelah keduanya resmi bercerai.
Rendi Rumapea juga mengungkap alasan yang mendasari keputusan Audi Marissa dan Anthony Xie untuk mengakhiri rumah tangga.
Menurutnya, perbedaan pandangan dan prinsip dalam menjalani kehidupan rumah tangga menjadi salah satu penyebab hubungan keduanya semakin sulit dipertahankan.
Perbedaan tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan dalam hubungan mereka. Visi dan misi yang sudah tidak sama disebut berujung pada cekcok.
“Visi dan misi mereka sudah tak sama yang berujung cekcok. Sepertinya memang mereka sudah tidak bisa lagi bersama. Apalagi mereka sudah pisah rumah juga kan,” tutur Rendi.
Meski demikian, tidak disebutkan secara lebih rinci mengenai bentuk perbedaan prinsip yang terjadi antara Audi Marissa dan Anthony Xie.
Keduanya disebut telah melalui proses pertimbangan sebelum akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pernikahan yang telah berjalan selama sekitar enam tahun.
Tahapan awal perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie akan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 3 September 2026.
Sidang perdana tersebut sekaligus akan menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk menjalani proses mediasi.
Mediasi merupakan salah satu tahapan penting dalam perkara perceraian. Dalam proses tersebut, kedua pihak mendapatkan kesempatan untuk mencari kemungkinan penyelesaian sebelum perkara berlanjut ke tahapan berikutnya.
Audi Marissa dan Anthony Xie kini menghadapi proses hukum setelah sebelumnya menjalani kehidupan sebagai pasangan suami istri selama enam tahun.
Meski hubungan perkawinan mereka berada di ujung perpisahan, keduanya telah memiliki kesepakatan mengenai sejumlah hal penting, terutama mengenai pengasuhan anak.
Hak asuh anak yang berada di tangan Anthony Xie tetap memberikan Audi Marissa akses penuh untuk bertemu dan berinteraksi dengan anaknya.
Sementara itu, tidak adanya tuntutan harta gono-gini membuat proses perceraian mereka berfokus pada pemutusan ikatan perkawinan.
Anthony juga berharap perpisahan sebagai pasangan tidak membuat mereka kehilangan peran sebagai orangtua.
Baginya, meskipun kehidupan rumah tangga berakhir, tanggung jawab terhadap anak tetap harus dijalankan bersama.
Sidang perdana dan mediasi pada 3 September 2026 nantinya menjadi langkah awal untuk menentukan kelanjutan proses perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (*/stch/dda)














